Minggu, 23 Januari 2022

Masjid Raya At Taqwa Landmark Kota Wali

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Tiga Prodi Memulai Kegiatan Perkuliahan di Kampus ITB Cirebon

Cirebon,-:Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), telah memulai program multikampus sebagai wujud pengembangan institusi...

Wah, Penyerahan Perdana All New BR-V di Honda Mulya Putra Cirebon

Cirebon, - Honda Mulya Putra Cirebon yang berlokasi di Jalan Brigjen Darsono, Bypass Cirebon untuk pertama kalinya menyerahkan secara...

Kendalikan Harga, Mulai Hari ini Operasi Pasar Murah di Kota Cirebon Berlangsung Selama Tiga Hari

Cirebon,- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon menggelar operasi pasar murah selama tiga hari 18 - 20 Januari...

Penulis : Syaeful Badar, MA (Marbot Masjid Raya At Taqwa dan Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

Sejarah Kota Cirebon mencatat bahwa sejak lama kota ini mendapat sebutan sebagai Kota Wali. Kenyataan itu tidak terbantahkan, karena awal berdirinya Kota Cirebon juga dirintis oleh Sunan Gunung Djati yang merupakan salah satu tokoh dari Wali Songo yang menyebarkan Agama Islam di pulau Jawa. Sehingga pantaslah kalau pada awal-awal berdirinya Kota Cirebon dikenal sebagai Kota Wali yang kehidupan masyarakatnya sangat religius. Saat ini, di Kota Cirebon ada dua masjid besar yang cukup dapat merepresentatifkan akan kehidupan religius masyarakat Kota Cirebon, yaitu Masjid agung Sang Cipta Rasa dan Masjid Raya At-Taqwa.

Renovasi yang dilakukan terhadap Masjid Raya At-Taqwa bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada para jamaah yang melakukan ibadah serta juga untuk membangun citra (image) akan keberadaan sarana ibadah, dalam hal ini Masjid Raya At-Taqwa sebagai “landmark” Kota Wali. Sehingga kedepan masyarakat dan juga para pendatang akan mengenal Kota Cirebon identik dengan Masjid Raya At-Taqwa. Insya Allah.

Loading...

Sebelum dilakukan renovasi, luas Masjid Raya At-Taqwa kurang lebih 100 m2, tidak bertingkat dan hanya dapat menampung kurang lebih 2000 jemaah. Saat ini Masjid Raya At-Taqwa dilihat 2 (dua) lantai dengan luas lantai dasar 1.749 m2 dan luas lantai atasnya 926 m2, jadi luas total adalah 2.675 m2 serta diharapkan akan menampung kurang lebih 5.500 jemaah.

Bentuk utama masjid adalah mencirikan bangunan tropis, dengan atap jurai serta dilengkapi dengan 4 (empat) minaret pada tiap sudutnya. Minaret (menara kecil) yang ada merupakan penambahan untuk lebih menegaskan Masjid Raya At-Taqwa sebagai bangunan sarana ibadah umat muslim. Menara ini memiliki ketinggian kurang lebih 65 (enam puluh lima) m dari muka tanah dan seluruh dindingnya dilapisi bahan granit yang berasal dari Italia, sementara kubah ditasnya terbuat dari bahan tembaga.

BACA YUK:  Mercedes-Benz Kembali Pertahankan Posisi Teratas pada Segmen Kendaraan Penumpang Luxury di Indonesia Tahun 2021
BACA YUK:  Pasar Murah Akan Disiapkan Untuk Kendalikan Harga Komoditas di Kota Cirebon

Pada pintu masuk bangunan utama masjid para pengunjung akan melewati semacam gerbang (Gate) yang dilapisi bahan granit dan kaligrafi yang bertuliskan dua kalimah syahadat yang terbuat dari bahan GRC (Glass Reinforced Cement) dan diberi cat warna emas (gold). Gate ini akan mendominasi tampak muka (Fasade) masjid, sehingga akan merupakan bagian yang diharapkan akan menjadi titik yang menarik dari tampak bangunan (Point Of Interest).

Seluruh lantai dari dinding masjid menggunakan bahan granit yang berasal dari Italia. Sementara pada beberapa kolom /tiang masjid menggunakan bahan granit yang berasal dari Italia dan juga India. Penggunaan bahan granit pada lantai dan dinding dimaksudkan untuk mendapatkan kesan “adem” dan teduh, agar para jamaah khusyu’ dalam ibadahnya. Pada bagian dinding tidak dilengkapi jendela dengan kaca-kaca, tetapi menggunakan teralis besi dilengkapi elemen estetika yang terbuat dari kuningan dengan pola arsitektur Islam. Hal ini dimaksudkan agar ruang dalam masjid tidak panas, karena udara dapat mengalir dengan baik (cross ventilation). Plafond terbuat dari bahan triplek dan gypsum yang didesain dengan ciri ornamen arsitektur Islam dan dilengkapi dengan lampu crystal dari swedia sebagai elemen interior. Pada bagian pintu dalam bangunan utama masjid dan Mihrab, diselesaikan dengan ukiran kaligrafi yang bertuliskan ayat-ayat Al-Quran pada kayu jati yang dipesan khusus dari pengrajin ukiran kayu Jepara. Sementara untuk lantai dasar dan lantai atas masjid dihubungkan dengan 3 (tiga) buah tangga yang dibuat melingkar dan cukup lapang, agar para jamaah atau pengunjung tidak terlalu merasa lelah untuk menaikinya.

Menara Utama
Dengan ketinggian yang direncanakan setinggi 65 (enam puluh lima) m dari muka tanah, menara Masjid Raya At-Taqwa adalah bangunan tertinggi di Kota Cirebon. Ketinggian menara yang setara dengan bangunan 15 (lima belas) lantai itu diharapkan akan menimbulkan kesan monumental pada bangunan masjid, yang pada akhirnya akan dapat menjadi Landmark bagi kota dan meningkatkan citra atau image Kota Cirebon.

BACA YUK:  Pasar Murah Akan Disiapkan Untuk Kendalikan Harga Komoditas di Kota Cirebon

Pondasi yang digunakan untuk menara ini adalah tiang pancang dengan kedalaman 16 (enam belas) m, sesuai dengan kedalaman tanah keras yang ada di dilokasi dan sudah memperhitugnkan terhadap gempa yang mungkin terjadi. Sementara struktur utamanya menggunakan beton bertulang dengan dimensi yang sudah seaman mungkin. Seluruh dinding dan lantai menara menggunakan bahan dari granit yang berasal dari Italia, India dan Yunani. Pada beberapa bagian dindingnya dibuat beberapa ornamen arsitektur Islam sebagai elemen exterior bangunan dengan menggunakan bahan dari besi/teralis dan GRC (Glass Reinforced Cement).

Pada lantai dasar sampai dengan lantai 4 (empat), ruangan Menara direncanakan sebagai ruang untuk menampilkan gambar /foto masjid-masjid utama atau bersejarah yang ada di Indonesia, bahkan kalau memungkinkan masjid-masjid di dunia. Hal ini dimaksudkan untuk menambah sedikit kesan para pengunjung akan perkembangan Islam diberbagai tempat. Sedangkan pada lantai 5 (lima) direncanakan sebagai radio yang bernuansa Islami untuk lebih menegaskan peran masjid dalam melakukan syiar Islam. Pada puncak menara juga akan dipasang kubah tembaga seperti halnya yang terpasang pada minaret.

BACA YUK:  Libur Natal dan Tahun Baru, Tingkat Kunjungan Wisatawan di Goa Sunyaragi Meningkat

Landskap Masjid Raya At-Taqwa juga akan dilakukan penataan ulang agar lebih dapat mendukung aktivitas ibadah para Jamaah. Pada halaman masjid akan dibuat plaza/ruang terbuka yang didesain menyesuaikan dengan masjid, sehingga pada saat tertentu dapat digunakan sebagai tempat sholat pada saat ruang dalam masjid tidak dapat menampung Jamaah. Pada beberapa sudut kawasan, akan dilengkapi dengan lampu-lampu taman untuk menambah keindahan masjid dan ditanam beberapa pohon kurma untuk menambah sedikit sentuhan timur tengah yang identik dengan dunia Islam. (Bersambung)

Biodata Penulis :
SYAEFUL BADAR
Lahir Tegal, 22 September 1968
Pendidikan Akhir : Magister Psikologi Pendidikan Universitas Muhamadiyah Yogyakarta

BACA YUK:  Polresta Cirebon Berkomitmen Menindak Tegas Geng Motor yang Meresahkan Masyarakat

Sejak tahun 1990 bekerja sebagai penyiar dan jurnalis radio siaran di Radio Maritim 102,6 FM Cirebon sampai menduduki jabatan sebagai Program Manager PT. Radio Maritim Rassonia 102,6 FM Cirebon.

Keahlian di bidang penyiaran dan jurnalistik radio siaran mengantarkan pada profesi jurnalis televisi dengan menjadi kontributor news pada salah satu televisi swasta Indonesia, juga menjadi kontributor daerah jaringan berita nasional Kantor Berita Radio KBR 68 H Jakarta. Serta mengantar pula sebagai Dosen Komunikasi pada Jurusan Komunikasi dan Penyiaran di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Keterlibatan pada program penanggulangan HIV dan AIDS juga diawali aktivitas dalam program peduli HIV dan AIDS di kalangan jurnalis televisi dan radio siaran, yang kemudian mengantarkannya menjadi salah seorang Public Communication Expert pada program penanggulangan HIV dan AIDS berbasis Kader Masyarakat.

Hingga kini masih eksis tidak hanya sebagai ahli komunikasi publik pada kader peduli AIDS tapi juga sebagai Konsultan dan Narasumber Nasional program penanggualangan AIDS berbasis masyarakat. Aktif di berbagai Organisasi baik di tingkat Kota, Provinsi dan Pusat : Remaja Masjid, BKPRMI, Pemuda Muslim, Syarikat Islam, KNPI, DKM Raya At Taqwa, Teater, Warga Siaga dan Kampung Siaga Aktif, Peminat pada Bidang Sejarah dan Budaya Cirebon, Perintis Wisata Religi Jelajah Masjid Kuno, serta menulis buku : Gotong Royong Bantu Ibu Hamil, Rahasia Sukses Jurnalistik Radio Siaran, Warga Peduli AIDS, Kampung Siaga Laboratorium Klinik Sosial Masyarakat dan Panduan Da’i Siaga. Kini sebagai Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan sebagai Marbot Masjid Raya. (Bersambung)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022). Kegiatan yang bekerja sama dengan...

Mulai Tahun 2023 Tenaga Honorer Dihapus, ini Kata Sekda Kota Cirebon

Cirebon,- Pemerintah pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang. Dengan begitu, di instansi pemerintahan...

PT Pegadaian Area Cirebon Serahkan Bantuan Mobil Box untuk Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Cirebon

Cirebon,- PT Pegadaian Area Cirebon Kantor Wilayah X Bandung menyerahkan bantuan mobil box kepada Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Cirebon. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Kantor...

Kolaborasi PWI, PMI dan At-Taqwa Center dalam Kegiatan Donor Darah

Cirebon, - Dalam rangka kolaborasi menyambut Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2022, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon bekerja sama dengan Attaqwa Centre Cirebon dan...

More Articles Like This