Manulife Indonesia Membukukan Kinerja Solid di 2019

Jakarta – Manulife Indonesia kembali membukukan kinerja positif dan solid di tahun 2019 yang terlihat dari jumlah pendapatan sebesar Rp12,7 triliun. Perolehan yang kuat ini dibukukan dengan baik di tengah hambatan ekonomi yang dihadapi selama tahun tersebut. Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun 2019 tercatat tumbuh 5,02%, melambat dari tahun 2018 sebesar 5,17%.

Kendati demikian, Manulife Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif pada jumlah pendapatan yang didukung salah satunya, peningkatan pendapatan bersih investasi menjadi Rp3,1 triliun dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp1 triliun. Penguatan kinerja juga terlihat dari jumlah kinerja ekuitas yang tumbuh sebesar 25% menjadi Rp14,4 triliun.
Sementara itu, jumlah premi bisnis baru (berdasarkan Annualized Premium Equivalent – APE) di tahun 2019 tumbuh sebesar 7% dari Rp3,5 triliun menjadi Rp3,8 triliun bahkan penjualan produk investasi melonjak 20% menjadi Rp2 triliun. Kini, Manulife mengelola aset kelolaan yang tumbuh sebesar 9% menjadi Rp72 triliun di tahun 2019.

Ryan Charland, Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia mengatakan, “Di tengahtantangan yang kami hadapi tahun 2019, kami tetap mencatat imbal hasil investasi yang sehat, yang menunjukkan keunggulan dari keragaman bisnis Manulife. Posisi keuangan kami yang solid pada penghujung tahun menunjukkan kekuatan dan kapabilitas kanal distribusi kami yang beragam, bisnis dana pensiun serta manajemen aset kami yang kuat. Kami tetap berkomitmen kepada nasabah kami dan berupaya untuk mewujudkan misi kami membantu memudahkan keputusan mereka dan membuat hidup lebih baik.”

BACA YUK:  Manulife Indonesia Berikan Bantuan Beasiswa kepada Para Pelajar Berkebutuhan Khusus melalui Universitas Terbuka

Sementara itu, lini bisnis Manulife Indonesia lainnya, Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) juga memperlihatkan kinerja yang kuat di tahun 2019. Tahun lalu pasar finansial mengalami perlambatan, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pertumbuhan hanya sebesar 1,7%. Di tengah kondisi seperti itu, MAMI mencatatkan pertumbuhan total dana kelolaan sebesar 10% menjadi Rp74,8 triliun.

Presiden Direktur MAMI, Legowo Kusumonegoro mengatakan, “Pertumbuhan di MAMI tidak terlepas dari upaya kami untuk menambah jalur distribusi baru dan memberikan solusi investasi yang sesuai dengan kebutuhan para investor. Tahun lalu ada lebih dari 90.900 investor baru yang menaruh kepercayaannya kepada kami.

Kami juga membuat terobosan baru dan menjadi pelopor di industri reksa dana Indonesia, yaitu dengan menerapkan multi- share class (lebih dari satu kelas Unit Penyertaan) pada reksa dana kelolaan kami. Berkat kepercayaan para investor, mitra distribusi, dan dukungan Manulife Indonesia, pada tahun lalu kami mendapatkan penghargaan Fund House of the Year dari Asian Investor dan penghargaan Top Investment House in Asian Local Currency Bonds dari The Asset Benchmark Research.”

BACA YUK:  Wilayah PPKM Level 1 Boleh Gelar Resepsi dengan Kapasitas 100 Persen

Fokus pada Nasabah dan Perluas Layanan Digital

“Pada tahun 2019, kami mulai menerapkan prinsip-prinsip ‘Kaizen’ untuk mengubah cara kami bekerja dan membangun budaya untuk terus melakukan peningkatan. Sesuai dengan salah satu nilai perusahaan, Kecintaan Terhadap Nasabah, kami berusaha agar karyawan menjadi lebih produktif, efektif dan efisien sehingga mereka dapat mengoptimalkan kinerja layanan untuk terus memprioritaskan kepentingan nasabah.” jelas Ryan Charland.

Sejak budaya kerja baru ini diterapkan, terdapat hasil yang luar biasa, seperti peningkatan layanan kepada nasabah, termasuk prosedur klaim lebih cepat dari 6 hari ke 2 hari, serta proses pembayaran manfaat polis yang lebih cepat (fast turnaround).

Sejalan dengan misi Manulife untuk membuat keputusan lebih mudah dan hidup lebih baik, kami melakukan inovasi-inovasi digital dengan meluncurkan aplikasi untuk berbagai aspek kebutuhan agen dan nasabah, seperti Point of Sale electronic (ePOS) dan proses pembayaran online. Aplikasi MiLearn juga diluncurkan pada bulan Januari lalu untuk memungkinkan para tenaga pemasar untuk belajar secara online.

BACA YUK:  Hadirkan Jelajah Ilmu, Kementerian Agama Aceh Melalui Program Transformasi Digital Madrasah Berkolaborasi dengan Acer

Selain itu, Manulife juga telah meningkatkan penampilan dan pengalaman pada media korespondensi dengan nasabah. Sepanjang 2019, perusahaan telah membayarkan klaim asuransi, nilai tunai penyerahan polis, anuitas dan manfaat lain senilai Rp5,8 triliun atau sama dengan Rp16 miliar per hari atau Rp664 juta setiap jamnya.

Komitmen perusahaan untuk melayani kebutuhan nasabahnya dengan lebih baik juga telah diakui oleh industri. Dalam penghargaan Indonesia Insurance Innovation Award 2019, Manulife mendapatkan gelar “Top 10 Most Trusted Insurance Companies (berdasarkan Survei Nasabah) in Life Insurance Category”. Manulife juga meraih meraih predikat “Sangat Bagus” atas kinerja keuangan selama tahun 2018, kategori Perusahaan Asuransi Jiwa berpremi bruto Rp5 triliun ke atas dan “The Most Engaging Brand on Social Media” dari medcom.id (rilis)

(Dilihat: 11 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.