Malam ini, Pameran Lukisan dan Launching Buku Tatabuhan Milik Andi Suandi

0
74

Cirebon,- Menggali dan menanamkan kembali kearifan lokal secara inheren lewat seni. Hal ini diwujudkan dalam bentuk konsep dan periaku seni, sebagai gerakan kembali pada basis nilai budaya untuk membangun identitas bangsa. Selain itu sebagai filter dalam menyeleksi pengaruh budaya “yang lain”.

Melalui alasan inilah, diadakannya Pameran Lukisan dan peluncuran buku Abstrak ‘Tatabuhan’ milik Andi Suandi di Lobby Hotel Santika Cirebon. Malam ini, sekitar pukul 19.30 akan secara resmi dibuka pamerannya sekaligus launching buku Tatabuhan. Untuk pamerannya akan dilangsungkan mulai tanggal 5 sampai 20 Mei 2018. Tatabuhan sendiri merupakan upaya merefleksikan kembali nilai rasa syukur terhadap alam dan Sang Pencipta.

NiIai-nilai kearifan Iokal itu meniscayakan fungsi dan strategis bagi pembentukan karakter dan identitas bangsa. Pendidikan yang menaruh kepedulian terhadapnya akan bermuara pada hal tersebut dan munculnya sikap yang mandiri, penuh inisiatif dan kreatif. Nilai-nilai tersebut menjadi bercitra Nusantara karena dipadu dengan nilai-nilai Iain yang sesungguhnya diderivasikan dari nilai-nilai budaya lama yang terdapat dalam berbagai sistem budaya etnik lokal.

Aston Hotel

“Kearifan-kearifan Iokal itulah yang membuat suatu budaya bangsa memliki akar. Tatabuhan menjadi gelombang ritme dan irama dalam keheningan yang tidak habis kita gali sebagai rasa syukur kepada sang Pencipta dan alam ini, sebagaimana kita dalam menjalani hidup dan kehidupan di alam mayapada,” papar Andi.

Tatabuhan, merupakan perjalanan irama yang terus berjalan mengikuti nurani dalam keheningan untuk menuju satu maqom kehidupan yang sempuma dan karya-karya yang akan ditampilkan merupakan sebuah perjalan yang terus-menerus dalam berkehidupan dalam memberi ruang untuk saling berkomunikasi dalam mencapai peradaban yang berbudaya yang telah dijalankan oleh para Ieluhur untuk mencapai kehidupan yang harmonis dan seimbang dengan alam lingkungan.

Pada pameran kali ini Andi sekaligus melaunching buku Abstrak “Tatabuhan”. Keterkaitan antara karya lukis dan konsep tatabuhan itu sendiri yang akan diterbitkan merupakan sebuah organisme yang hidup dan saling memberi dalam hal ide/gagasan.

“Inilah yang menjadi dasar kenapa muncul tema pameran Tatabuhan, disamping kita sadar akan sebuah renungan hidup yang telah digariskan dan diwariskan oleh alam sebagai sumber inspirasi dan kehidupan, yang tidak pernah habis kita gali, eksplorasi dan elaborasi sehingga hidup menjadi Iebih hidup,” tutupnya. (AC560)

Bagikan:
Signup for the newsletter