Senin, 25 Mei 2020

Mahfud MD: Gerakan Suluh Kebangsaan Untuk Meredakan Ketegangan di Masyarakat

Populer

H-3 Lebaran Idulfitri Kendaraan Roda Dua Padati Jalur Pantura Cirebon

Cirebon,- H-3 menjelang Hari Raya Idulfitri, Jalur Pantura Cirebon dipadati kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah,...

Tetap Dukung PSBB, Grage Mall dan Grage City Mall Memilih Buka Sehabis Lebaran

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon di perpanjang mulai hari ini tanggal 20 Mei - 2...

Bila Masih Ditemukan Warga Mudik, Polresta Cirebon Akan Putar Balik Kendaraan

Cirebon,- Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik lebaran pada Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 ini guna mencegah penyebaran virus...

Masjid Raya At-Taqwa dan Masjid Sang Cipta Rasa Tidak Menggelar Salat Id

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah memperpanjang masa PSBB tahap kedua selama 14 hari kedepan.PSBB tahap kedua sudah dimulai...

Pemda Kabupaten Cirebon Lakukan Test Swab Massal di Pasar Sumber

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon kembali menjalani test massal Covid-19 menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) atau swab.Kali ini,...

Cirebon,- Gerakan Suluh Kebangsaan yang dimotori oleh Prof. Dr. Mahfud MD dan beberapa aktivis mengadakan Jelajah Kebangsaan, yang bekerja sama dengan PT. KAI (Persero).

Jelajah Kebangsaan yang berlangsung dari Merak hingga Banyuwangi akan diadakan di sembilan stasiun. Stasiun Cirebon Kejaksan menjadi titik ketiga untuk diselenggarakannya Dialog Kebangsaan seri III, yang berlangsung di Halaman Stasiun Kejaksan Kota Cirebon, Selasa (19/2/2019).

Dialog kebangsaan seri III di Stasiun Cirebon Kejaksan bertajuk Mengokohkan Kebangsaan: Merawat Moderasi Beragama bersama Prof. Dr. Moh Mahfud MD, Alissa Wahid, KH. Husen Muhammad, Prof. Dr. H. Khaerul Wahidin, M.Ag, dan perwakilan Sultan Kanoman Cirebon.

1. Latar Belakang Digagasnya Suluh Kebangsaan

Loading...

Menurut Mahfud, munculnya gagasan Kegiatan Suluh Kebangsaan ini, karena kesadaran kita bahwa sekarang timbul masalah menjelang pemilu itu, perpecahan antar ikatan primodial, munculnya politik identitas, kemudian pemilu itu sebagai sarana atau ajang untuk bermusuhan, bukan mencari pemimpin.

“Maka kami muncul untuk mengantisipasi dan meredakan ketegangan-ketegangan yang ada di masyarakat,” ujar Mahfud usai acara.

Sekarang, kata Mahfud, pemilu itu seakan-akan menimbulkan pertengkaran antara pendukung si A dan B, agama ini agama itu, suku, dan ras itu sudah mulai muncul.

“Itu baru gejala memang, belum penyakit yang sesungguhnya, tapi kami muncul agar itu tidak menjadi penyakit bagi bangsa ini,” ungkapnya.

2. Tujuan Suluh Kebangsaan

Jelajah Kebangsaan yang di adakan di sembilan stasiun, diantaranya diawali dari stasiun Merak, Stasiun Gambir, Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Jombang, Stasiun Surabaya Gubeng, dan berkahir di Stasiun Banyuwangi.

Lebih lanjut Mahfud menjelaskan, tujuan utama Suluh Kebangsaan adalah meneguhkan kembali semangat dan kecintaan terhadap Indonesia sebagai wujud ikrar kebangsaan dan kenegaraan.

Hal yang pertama, kata Mahfud, menguatkan kembali ikrar mengawal Pancasila sebagai asas kebangsaan yang final dan kokoh dengan membincangkan masalah-masalah apa yang berpotensi melemahkannya.

Kedua, meneguhkan kembali bahwa kebhinekaan adalah kodrat yang perlu disyukuri dan dirayakan sebagai anugerah dari kebangsaan.

“Yang perlu dibincangkan adalah aspek- aspek “pembeda” apakah yang mengganggu “perbedaan” yang selama ini mampu dirangkai sebagai mosaic yang indah dan membahagiakan,” terangnya.

“Dan ketiga, merawat moderasi keagamaan yang telah melahirkan ‘jembatan emas’ sekaligus fondasi kebangsan yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” beber Mahfud.

3. Perpecahan Dimulai Karena Perbedaan Agama

Dialog Kebangsaan seri III yang diselenggarakan di Cirebon mengusung tema Merawat Moderasi Beragama, Mahfud menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman dari berbagai negara, perpecahan itu bisa dimulai karena perbedaan agama, seperti di India dan Pakistan pecah karena agama.

Ada juga perpecahan karena daerah, Bangladesh dan Pakistan pecah karena perbedaan kaya miskin, ada Kashmir masih ribut, dan rohingya.

“Persoalaan agama banyak disitu. Nah kita di Indonesia sudah merumuskan satu bentuk negara Kesatuan, yang didalam agama itu saya menerangkan dari sudut agama Islam tentang negara kesatuan ini,” terangnya.

“Agar yang suka menggunakan Islam untuk menakut-nakuti orang itu paham, dan orang-orang yang merasa takut kepada gerakan-gerakan islam paham juga. Ngga usah takut, karena Islam sebagai agama yang dalam konsep kenegaraannya menganut namanya Islam yang moderat,” imbuh Mahfud.

4. Harus Bernegara

Selain itu, Mahfud menambahkan yang tidak boleh menakut-nakuti orang lain, tidak boleh menekan orang lain, tapi harus bekerja sama. Tidak boleh menganggap orang lain salah karena perbedaan agama, tidak boleh itu di dalam Islam.

“Dimana ini dasarnya? Di dalam Islam itu ada ajaran tentang khilafah, tetapi tidak ada ajaran tentang sistem khilafah. Bedakan nih ajaran sebagai prinsip dan sistem sebagai implementasi,” jelas Mahfud.

Menurut Mahfud, Islam itu mengatakan setiap manusia secara fitrah pasti bernegara. Apa perlunya negara? Agar bisa melaksanakan perintah Tuhan dengan baik anda harus punya negara.

“Oleh sebab itu, jangan hidup mau dijajah, karena penjajahan itu tidak akan menyebabkan anda bisa beribadah dengan baik,” kata Mahfud.

5. Gandeng PT. KAI

Sementara itu, Mahfud sangat mengapresiasi atas kerja sama, dukungan, dan kepuedulian KAI terhadap keutuhan dan kokohnya NKRI.

Namun, lanjut Mahfud, tidak hanya bekerjasama dengan PT. KAI, untuk itu kita semua gandeng, bukan hanya KAI tetapi perguruan tinggi, pesantren, LSM, kita gandeng semua bersama-sama.

“Kebetulan sekarang bersama KAI,” ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, KAI juga harus kita perkenalkan kepada masyarakat bahwa KAI itu sekarang, karena Indonesia merdeka dan sudah maju kita punya KAI yang bagus sekarang.

“Untuk kelas ekonomi masih punya, kelas eksekutif punya, dan macama-macam kita sudah punya tidak kalah dengan negara-negara maju, serta sekarang juga ketepatan KAI bagus sekali,” kata Mahfud.

Pihaknya berharap, kerjasama KAI dengan Gerakan Suluh Kebangsaan bisa berlanjut terus dalam kegiatan lain demi cita-cita bersama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Selain itu, Vice Presiden (VP) Daerah Operasional (Daop) III Cirebon, Tamsil Nurhamedi mengatakan bahwa KAI senantiasa mendukung kegiatan yang positif dalam rangka memupuk rasa berkebangsaan Indonesia bagi masyarakat di berbagai kota di Indonesia, melalui pendekatan yang ringan namun kreatif dan membumi.

“Dengan diadakannya kegiatan ini oleh Gerakan Suluh Kebangsan, dapat menguatkan dan menyebarluaskan semangat positif kebangsaan Indonesia melalui jalur kereta api,” harapnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Satu Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Sembuh

Cirebon,- Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon sembuh.Berdasarkan hasil...

Slamet Anak Sebatang Kara yang Tinggal di Rumah Hampir Ambruk

Cirebon,- Slamet (15) asal Blok Singkil 2 RT 02 RW 07, Desa Astanajapuran Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kondisinya terlihat memperihatinkan.Pasalnya, Slamet merupakan anak yatim...

Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah Satu Lagi

Cirebon,- Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan adanya penambahan satu pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19, Sabtu (23/5/2020).Sehingga, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19...

H-2 Jelang Lebaran Idulfitri, Polresta Cirebon Terus Lakukan Penyekatan Selama 24 Jam

Cirebon,- H-2 jelang Hari Raya Idulfitri tahun 2020, jajaran Polresta Cirebon bersama dengan unsur lainnya terus melakukan penyekatan di wilayah Kabupaten Cirebon.Kapolresta Cirebon, Kombes...

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Minuman Keras Hasil Razia

Cirebon,- Polresta Cirebon memusnahkan barang bukti sepuluhan ribu botol minuman keras (miras) berbagai jenis hasil razia.Pemusnahan yang dihadiri Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten...

More Articles Like This