Senin, 17 Februari 2020

Mahasiswa UPH Berikan Pelatihan di Desa Wisata Gerabah Sitiwinangun

Populer

Sudah 4 Hari, Anak 4 Tahun Asal Pamengkang Cirebon Masih Koma Akibat Gigitan Ular Berbisa

Cirebon,- Anak perempuan usia 4 tahun asal Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon masih tak sadarkan diri di ruang...

Begini Kronologis Bocah 4 Tahun yang Masih Koma Karena Digigit Ular

Cirebon,- Adila Oktavia bocah 4 tahun asal Desa Pamengkang, Blok Wage RT 06 RW 07 Sumur Buah, Kecamatan Mundu,...

Mulai 14 Februari 2020, Tiket Mudik Lebaran Sudah Bisa Dipesan

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menjual tiket KA Reguler masa Angkutan Lebaran 1441 H mulai H-90 sebelum...

Suasana Haru Iringi Pemakaman Adila Bocah 4 Tahun yang Meninggal Akibat Gigitan Ular

Cirebon,- Suasana haru mengiringi pemakaman Adila Oktavia anak perempuan usai empat tahun asal Desa Pamengkang, Blok Wage RT 06...

Koma Lima Hari, Bocah 4 Tahun yang Digigit Ular Berbisa Meninggal Dunia

Cirebon,- Anak perempuan Adila Oktavia berusia 4 tahun asal Desa Pamengkan, Blok Wage RT 06 RW 07 Sumur Buah,...

Cirebon,- Guna mendukung pengembangan desa wisata, Universitas Pelita Harapan (UPH) memberikan pelatihan kepada masyarakat di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari UPH ini berlangsung di Balai Desa Sitiwinangun selama dua hari, Jumat dan Sabtu, tanggal 11-12 Oktober 2019.

1. Project Mahasiswa Tingkat Akhir

Stephanie Theodora Mulyono, S.ST., M.Par., selaku dosen pembimbing Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan mengatakan program pengabdian kepada masyarakat ini dalam rangka project dari mahasiswa Fakultas Pariwisata UPN tingkat akhir.

Loading...

“Mereka tugas akhirnya membuat project, salah satu kegiatannya adalah pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pembekalan kepada masyarakat Desa Sitiwinangun,” ujarnya kepada About Cirebon, Sabtu (12/10/2019).

Topik yang diangkat pada project ini, lanjut Stephanie, yaitu pengenalan potensi wisata desa dan juga teknis pemanduan. Karena, kami mengharapkan bahwa masyarakat Desa Sitiwinangun ini bisa mengenal potensi wisata mereka yang nanti pada akhirnya bisa menjadi pemandu.

“Jadi, tidak hanya pak Kuwu saja yang selama ini memandu wisata, tetapi akhirnya akan ada SDM-SDM (Sumber Daya Manusia) lain, terutama para pemudanya untuk menjadi pemandu wisata,” ungkapnya.

2. Materi Yang Diberikan

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari mulai tanggal 11-12 Oktober 2019 ini, kata Stephanie, memberikan dua materi, yakni tentang potensi wisata Desa Sitiwinangun.

“Kita mengenalkan ada apa saja, karena mereka selama ini mengenalnya hanya gerabah, yang mereka tonjolkan,” terang Stephanie.

Padahal, menurut Stephanie, potensi wisata selain gerabah memilik potensi wisata lain seperti tentang kulinernya, kesenian, sejarah, hingga wisata religi.

Kemudian materi yang kedua, lanjut Stephanie, mahasiswa UPH Fakultas Pariwisata tingkat akhir ini memberikan materi untuk menjadi pemandu wisata yang baik.

“Selama ini mereka hanya belajar secara otodidak saja. Sehingga kita mencoba ajarkan agar menjadi pemandu wisata yang baik dengan teknis yang benar,” bebernya.

3. Dipilihnya Desa Sitiwinangun

Dipilihnya Desa Sitiwinangun sebagai tempat untuk project mahasiswa UPH Fakultas Pariwisata tingkat akhir ini, Stephanie menjelaskan bahwa Desa Sitiwinangun selama ini menjadi salah satu tujuan wisata UPH.

“Kami melihat respon dari desa sangat baik, dan dari Pak Kuwu juga sangat terbuka tentang pengembangan-pengembangan wisata,” terangnya.

“Oleh karena itu, kami tertarik disini menjadi project karena desa sangat terbuka sekali untuk dikembangkan dan mereka punya potensi. Jadi sayang kalau tidak dikembangkan,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, setelah diberikannya materi-materi terkait pengembangan pariwisata, Desa Sitiwinangun bisa benar-benar menjadi desa wisata yang siap menerima para wisatawan. Tidak hanya dari wisatawan lokal saja, tapi mungkin nantinya wisatawan mancanegara tertarik bisa masuk kesini.

4. Disambut Baik

Sementara itu, Kuwu (Kepala Desa) Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Ratija Brata Manggala menyambut baik dan mengapresiasi kepada mahasiswa Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan.

“Kami sangat berterima kasih kepada UPH yang sudah memperhatikan pengembangan wisata, khususnya di Desa Wisata Gerabah Sitiwinangun,” ujannya kepada About Cirebon.

Lanjut Ratija, dengan diadakannya pembekalan dari UPH ini bisa membantu kepada masyarakat agar mereka memiliki wawasan dalam penyelenggaraan pariwisata desa.

“Pembekalan pariwisata ini merupakan yang pertama yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Sebelumnya kami belajar sendiri dengan mengambil pengalaman dari kunjungan-kunjungan ke tempat wisata yang lain dan itu kemudian menjadi informasi kemudian kami praktekkan,” terangnya.

5. Bisa Mendapat Pembelajaran

Untuk mendorong tingkat kunjungan wisata di desa gerabah Sitiwinangun, kata Ratija, pihaknya sudah menyiapkan, mulai dari infrastruktur, pemberdayaan kepada pengrajin, karena wisata di sini adalah wisata kerajinan dengan ikon kerajinan gerabah.

“Itu kami fasilitasi, seperti mengadakan pelatihan-pelatihan pengemban desain , teknologi produksi, dan Alhamdulillah kami mendapat bantuan dari Kemristekdikti berupa teknologi tepat guna dan website,” ungkapnya.

Baca Yuk : Desa Sitiwinangun Peroleh Bantuan Teknologi Tepat Guna

Pihaknya berharap, dengan adanya pembekalan ini semua peserta pelatihan bisa mendapatkan satu pelajaran, yang kemudian bisa dipraktekan di lapangan.

“Sehingga, penyelenggaraan kegiatan pariwisata di desa bisa memberikan kesan yang mendalam terhadap pengunjung,” harap Ratija.

6. Dapat Meningkatkan Kunjungan Wisata

Di tempat yang sama, Camat Jamblang. Drs. H. Abadi, M.Si juga mengapresiasi terkait pembekalan yang diberikan oleh mahasiswa dari UPH ini.

Oleh karena itu, kita harus menpersiapkan SDM mulai dari pengrajinnya yang perlu dikembangkan, dan SDM pemandunya juga kita harus siapkan.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, maka SDM yang ada di Desa Sitiwinangun bisa menjadi lebih meningkat,” bebernya.

“Dan, desa wisata gerabah Sitiwinangun ini juga bisa lebih dikenal lagi dan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Desa Sitiwinangun,” singkatnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Baso Pentol Jeletot Ambu, Cocok Untuk Para Pecinta Kuliner Pedas

Cirebon,- Bagi para pecinta pedas, tidak ada salahnya coba makanan yang satu ini. Namanya Pentol Jeletot Ambu atau baso...

Sebagai Bentuk Syukur, HUT Sindangkasih FM ke-47 Gelar Bakti Sosial dan Hadirkan Puluhan Artis Pantura Cirebon

Cirebon,- Dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-47, Radio Sindangkasih FM menggelar acara syukuran yang berlangsung di Ramayan Cirebon Square Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu...

D’Classic Barber & Coffee Hadir di Cirebon Dengan Konsep Berbeda

Cirebon,- D’Classic Barber & Coffee yang berlokasi di Jalan Raya Galunggung, No. 171 Perumnas Kota Cirebon hadir dengan konsep yang berbeda. D’Classic Barber & Coffee...

GMC Cirebon Bungkam Tuan Rumah Scorpio Jakarta di Srikandi Cup Seri 2

Jakarta,- Tim basket putri GMC Cirebon memetik kemenangan kedua pada Srikandi Cup seri 2 Jakarta, setelah mereka mengalahkan tuan rumah Scorpio (58-36) di GOR...

Senangnya Puluhan Anak-anak Yatim Saat Diajak Berwisata Edukasi

Cirebon,- Raut muka bahagia terpancar dari puluhan anak-anak yatim saat memasuki Trans Studio Mini Cirebon yang ada di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon,...

More Articles Like This