Jumat, 24 Januari 2020

Mahasiswa UPH Berikan Pelatihan di Desa Wisata Gerabah Sitiwinangun

Populer

Geger Penemuan Mayat Wanita Tanpa Busana di Jalan Wiratama Cirebon

Cirebon,- Mayat wanita tanpa busana ditemukan warga di Jalan Wiratama, Kecematana Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (19/1/2020) siang. Warga yang pertama...

Pengembang Perumahan Bersubsidi di Kabupaten Cirebon Terancam Mandeg

Cirebon,- Forum Komunikasi Pengembang Perumahan Cirebon (FKPPC) memberikan pernyataan terkait permasalahan pemberian hak guna bangunan atas tanah yang akan...

Rusak Tanaman Padi, Petani di Kabupaten Cirebon Berburu Tikus

Cirebon,- Banyaknya hama tikus yang merusakan tanaman padi, puluhan petani di Blok Krapyak, Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten...

Asyiknya Berwisata di Grand Maerakaca Semarang

Semarang,- Waktu tempuh dari Cirebon ke Semarang semakin cepat, baik menggunakan kereta api maupun menggunakan kendaraan mobil yang memakan...

Sasar Kaum Milenial, CSB Mall Akan Buka Opus Ware House Dengan Konsep Kekinian

Cirebon,- Awal tahun 2020, tenant yang ada di CSB Mall sudah mencapai 100 persen. Namun awal tahun ini, akan...

Cirebon,- Guna mendukung pengembangan desa wisata, Universitas Pelita Harapan (UPH) memberikan pelatihan kepada masyarakat di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari UPH ini berlangsung di Balai Desa Sitiwinangun selama dua hari, Jumat dan Sabtu, tanggal 11-12 Oktober 2019.

1. Project Mahasiswa Tingkat Akhir

Stephanie Theodora Mulyono, S.ST., M.Par., selaku dosen pembimbing Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan mengatakan program pengabdian kepada masyarakat ini dalam rangka project dari mahasiswa Fakultas Pariwisata UPN tingkat akhir.

Loading...

“Mereka tugas akhirnya membuat project, salah satu kegiatannya adalah pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pembekalan kepada masyarakat Desa Sitiwinangun,” ujarnya kepada About Cirebon, Sabtu (12/10/2019).

Topik yang diangkat pada project ini, lanjut Stephanie, yaitu pengenalan potensi wisata desa dan juga teknis pemanduan. Karena, kami mengharapkan bahwa masyarakat Desa Sitiwinangun ini bisa mengenal potensi wisata mereka yang nanti pada akhirnya bisa menjadi pemandu.

“Jadi, tidak hanya pak Kuwu saja yang selama ini memandu wisata, tetapi akhirnya akan ada SDM-SDM (Sumber Daya Manusia) lain, terutama para pemudanya untuk menjadi pemandu wisata,” ungkapnya.

2. Materi Yang Diberikan

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari mulai tanggal 11-12 Oktober 2019 ini, kata Stephanie, memberikan dua materi, yakni tentang potensi wisata Desa Sitiwinangun.

“Kita mengenalkan ada apa saja, karena mereka selama ini mengenalnya hanya gerabah, yang mereka tonjolkan,” terang Stephanie.

Padahal, menurut Stephanie, potensi wisata selain gerabah memilik potensi wisata lain seperti tentang kulinernya, kesenian, sejarah, hingga wisata religi.

Kemudian materi yang kedua, lanjut Stephanie, mahasiswa UPH Fakultas Pariwisata tingkat akhir ini memberikan materi untuk menjadi pemandu wisata yang baik.

“Selama ini mereka hanya belajar secara otodidak saja. Sehingga kita mencoba ajarkan agar menjadi pemandu wisata yang baik dengan teknis yang benar,” bebernya.

3. Dipilihnya Desa Sitiwinangun

Dipilihnya Desa Sitiwinangun sebagai tempat untuk project mahasiswa UPH Fakultas Pariwisata tingkat akhir ini, Stephanie menjelaskan bahwa Desa Sitiwinangun selama ini menjadi salah satu tujuan wisata UPH.

“Kami melihat respon dari desa sangat baik, dan dari Pak Kuwu juga sangat terbuka tentang pengembangan-pengembangan wisata,” terangnya.

“Oleh karena itu, kami tertarik disini menjadi project karena desa sangat terbuka sekali untuk dikembangkan dan mereka punya potensi. Jadi sayang kalau tidak dikembangkan,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, setelah diberikannya materi-materi terkait pengembangan pariwisata, Desa Sitiwinangun bisa benar-benar menjadi desa wisata yang siap menerima para wisatawan. Tidak hanya dari wisatawan lokal saja, tapi mungkin nantinya wisatawan mancanegara tertarik bisa masuk kesini.

4. Disambut Baik

Sementara itu, Kuwu (Kepala Desa) Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Ratija Brata Manggala menyambut baik dan mengapresiasi kepada mahasiswa Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan.

“Kami sangat berterima kasih kepada UPH yang sudah memperhatikan pengembangan wisata, khususnya di Desa Wisata Gerabah Sitiwinangun,” ujannya kepada About Cirebon.

Lanjut Ratija, dengan diadakannya pembekalan dari UPH ini bisa membantu kepada masyarakat agar mereka memiliki wawasan dalam penyelenggaraan pariwisata desa.

“Pembekalan pariwisata ini merupakan yang pertama yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Sebelumnya kami belajar sendiri dengan mengambil pengalaman dari kunjungan-kunjungan ke tempat wisata yang lain dan itu kemudian menjadi informasi kemudian kami praktekkan,” terangnya.

5. Bisa Mendapat Pembelajaran

Untuk mendorong tingkat kunjungan wisata di desa gerabah Sitiwinangun, kata Ratija, pihaknya sudah menyiapkan, mulai dari infrastruktur, pemberdayaan kepada pengrajin, karena wisata di sini adalah wisata kerajinan dengan ikon kerajinan gerabah.

“Itu kami fasilitasi, seperti mengadakan pelatihan-pelatihan pengemban desain , teknologi produksi, dan Alhamdulillah kami mendapat bantuan dari Kemristekdikti berupa teknologi tepat guna dan website,” ungkapnya.

Baca Yuk : Desa Sitiwinangun Peroleh Bantuan Teknologi Tepat Guna

Pihaknya berharap, dengan adanya pembekalan ini semua peserta pelatihan bisa mendapatkan satu pelajaran, yang kemudian bisa dipraktekan di lapangan.

“Sehingga, penyelenggaraan kegiatan pariwisata di desa bisa memberikan kesan yang mendalam terhadap pengunjung,” harap Ratija.

6. Dapat Meningkatkan Kunjungan Wisata

Di tempat yang sama, Camat Jamblang. Drs. H. Abadi, M.Si juga mengapresiasi terkait pembekalan yang diberikan oleh mahasiswa dari UPH ini.

Oleh karena itu, kita harus menpersiapkan SDM mulai dari pengrajinnya yang perlu dikembangkan, dan SDM pemandunya juga kita harus siapkan.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, maka SDM yang ada di Desa Sitiwinangun bisa menjadi lebih meningkat,” bebernya.

“Dan, desa wisata gerabah Sitiwinangun ini juga bisa lebih dikenal lagi dan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Desa Sitiwinangun,” singkatnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Jelang Imlek, Bank Indonesia Cirebon Hadirkan Layanan Penukaran Uang

Cirebon,- Dalam rangka Hari Imlek tahun 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menghadirkan mobil penukaran uang, yang...

Kendalikan Harga Komoditas, TPID dan Bank Indonesia Cirebon Gelar Pasar Murah

Cirebon,- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon bersama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menggelar pasar murah komoditas yang berlangsung di...

Komisioner OJK Minta OJK Daerah Terus Intensifkan Investasi Bodong

Cirebon,- Keberadaan Kantor OJK (Otoritas Jasa Keuangan) di daerah memegang peranan yang sangat penting sebagai ujung tombak dalam mengeksekusi berbagai program dan kebijakan strategis...

Perkembangan Ekonomi di Wilayah Ciayumajakuning Menunjukkan Pertumbuhan Positif

Cirebon,- Perekonomian Indonesia pada tahun 2019 menghadapi tantangan yang tidaklah ringan. Perlambatan ekonomi global sudah mulai kita rasakan, khususnya dalam aktivitas perdagangan luar negeri...

Arief Budi Wibisono Kini Jabat Kepala OJK Cirebon Gantikan Muhammad Lutfi

Cirebon,- Budi Arief Wibisono resmi menggantikan Muhammad Lutfi sebagai Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon.Acara pelantikan dan serah terima jabatan Kepala OJK Cirebon dari...

More Articles Like This