Mahasiswa UMC Gali Potensi Desa Wisata, Salah Satunya di Setu Patok

Cirebon,- Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) tengah menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Kegiatan yang berlangsung sejak 20 Agustus hingga 14 September 2021 ini, mengusung tema ‘Menggali Potensi Desa Wisata Menuju Jabar Juara di Masa Pandemi Covid-19’.

Salah satunya yakni Kelompok 31 KKM UMC 2021 yang beranggotakan 13 orang, dan diketuai oleh Sulaeman. Mereka menggali potensi Wisata Setu Patok dan menghidupkan kembali gairah wisata tersebut. Baginya, wisata ini dinilai sangat potensial untuk dikembangkan lebih baik lagi.

“Untuk kelompok KKM UMC tahun ini dibentuk berdasarkan domisili mahasiswa, jadi saya dan teman-teman yang berada di kecamatan Mundu mencoba menggali kembali potensi wisata unggulan kami yakni Waduk Setu Patok,” tuturnya kepada About Cirebon.

BACA YUK:  Polres Cirebon Kota Siapkan 16 Posko Selama Operasi Ketupat Lodaya 2024

Sulaeman mengatakan, rekan satu kelompoknya ada yang berasal dari Desa Pamengkang, Mundu Kalijaga, Penpen dan Banjarwangunan. Awalnya, sebelum menentukan lokasi desa untuk KKM, pihaknya sudah melakukan survei terlebih dahulu ke beberapa desa di kecamatan mundu, dan sampai akhirnya diputuskanlah desa Setu Patok yang menjadi tempat KKM Kelompok 31. Dosen Pembimbing Lapangan kelompok 31 yaitu, Dr. H. Pebi Kurniawan, S.E., M.M.

“Bagi saya, Setu Patok itu menarik, pemandangan yang indah, angin yang sejuk, serta ada taman wisata Sea Walk, bahkan di dekat waduk ada Makam Pangeran Sukmajati yang bisa dijadikan Wisata Religi bagi para pejiarah,” ucap Sulaeman.

BACA YUK:  SMP, SMA, SMK Telekomunikasi Sekar Kemuning Cirebon Jalin Kerja Sama dengan Sekolah Daarut Tahiid Indonesia

Saat ini diakuinya, Waduk Setupatok hanya menjadi destinasi wisata masyarakat lokal dan masyarakat sekitar Wilayah Ciayumajakuning, namun belum dikenal secara lebih meluas. Sehingga tujuan Kelompok KKM 31 ini, ingin bersama-sama dengan masyarakat dan Karang Taruna setempat untuk memajukan Desa Wisata dan menggalakan Program Pokdarwis (Kelompok sadar Wisata), agar semua memahami akan potensi yang ada di desa Setupatok.

“Setelah terbentuk visi misi yang sama, sehingga nantinya akan terbentuk manajemen wisata yang profesional dalam mengelola wisata. Saya juga ingin mensosialisasikan UMKM untuk menunjang Desa Wisata,” jelasnya.

BACA YUK:  Tawarkan 7 Kelas Musik, Legacy Music Center Hadirkan Program yang Inovatif dan Seru di Kota Cirebon

Saat ini Sulaiman dan teman-teman sekelompoknya tengah melakukan bersih-bersih sampah disekitaran waduk bekerjasama dengan Karang Taruna setempat. Kedepannya, pihaknya akan melaksanakan pembuatan tong sampah organik dan non organik guna mendukung lingkungan wisata yang bersih, dengan tujuan agar wisatawan betah.

Tidak hanya itu saja, berkat semangat dan kekompakkan kelompok KKM 31 ini, akan diadakan pula sosialisasi UMKM sehingga dapat menunjang pemasukan dan aktivitas masyarakat bisa lebih produktif.

“Harapannya dengan hadirnya kami mahasiswa KKM kelompok 31 ini dapat memberikan kontribusi, saran, dan masukan kepada lembaga, kelompok atau masyarakat akan potensi wisata di desa Setupatok,” pungkasnya. (AC560)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *