Kamis, 21 Oktober 2021

Mahasiswa UMC Gali Potensi Desa Wisata, Salah Satunya di Setu Patok

Populer

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Jalan Tol Akses Bandara Kertajati Rampung 100%, Siap Dioperasikan

Majalengka,- Pembangunan jalan tol akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sudah rampung. Akses ini terhubung langsung dengan jalan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

Unjuk Rasa di Jalan Siliwangi, Walikota Cirebon Ajak Audensi

Cirebon,- Dua kelompok organisasi masyarakat/LSM melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (14/10/2021). Dua kelompok tersebut...

104 Pejabat di Lingkungan Kabupaten Cirebon Dilantik

Cirebon,- Sebanyak 104 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon di rotasi dan mutasi. Pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati...

Cirebon,- Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) tengah menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Kegiatan yang berlangsung sejak 20 Agustus hingga 14 September 2021 ini, mengusung tema ‘Menggali Potensi Desa Wisata Menuju Jabar Juara di Masa Pandemi Covid-19’.

Salah satunya yakni Kelompok 31 KKM UMC 2021 yang beranggotakan 13 orang, dan diketuai oleh Sulaeman. Mereka menggali potensi Wisata Setu Patok dan menghidupkan kembali gairah wisata tersebut. Baginya, wisata ini dinilai sangat potensial untuk dikembangkan lebih baik lagi.

“Untuk kelompok KKM UMC tahun ini dibentuk berdasarkan domisili mahasiswa, jadi saya dan teman-teman yang berada di kecamatan Mundu mencoba menggali kembali potensi wisata unggulan kami yakni Waduk Setu Patok,” tuturnya kepada About Cirebon.

Loading...
BACA YUK:  Berangkat Naik Haji dari Kampung Panjunan

Sulaeman mengatakan, rekan satu kelompoknya ada yang berasal dari Desa Pamengkang, Mundu Kalijaga, Penpen dan Banjarwangunan. Awalnya, sebelum menentukan lokasi desa untuk KKM, pihaknya sudah melakukan survei terlebih dahulu ke beberapa desa di kecamatan mundu, dan sampai akhirnya diputuskanlah desa Setu Patok yang menjadi tempat KKM Kelompok 31. Dosen Pembimbing Lapangan kelompok 31 yaitu, Dr. H. Pebi Kurniawan, S.E., M.M.

“Bagi saya, Setu Patok itu menarik, pemandangan yang indah, angin yang sejuk, serta ada taman wisata Sea Walk, bahkan di dekat waduk ada Makam Pangeran Sukmajati yang bisa dijadikan Wisata Religi bagi para pejiarah,” ucap Sulaeman.

Saat ini diakuinya, Waduk Setupatok hanya menjadi destinasi wisata masyarakat lokal dan masyarakat sekitar Wilayah Ciayumajakuning, namun belum dikenal secara lebih meluas. Sehingga tujuan Kelompok KKM 31 ini, ingin bersama-sama dengan masyarakat dan Karang Taruna setempat untuk memajukan Desa Wisata dan menggalakan Program Pokdarwis (Kelompok sadar Wisata), agar semua memahami akan potensi yang ada di desa Setupatok.

BACA YUK:  Rapat Bersama Dispora, Komisi III DPRD Kota Cirebon Minta Maksimalkan Potensi Pemuda dan Pembinaan Atlet

“Setelah terbentuk visi misi yang sama, sehingga nantinya akan terbentuk manajemen wisata yang profesional dalam mengelola wisata. Saya juga ingin mensosialisasikan UMKM untuk menunjang Desa Wisata,” jelasnya.

Saat ini Sulaiman dan teman-teman sekelompoknya tengah melakukan bersih-bersih sampah disekitaran waduk bekerjasama dengan Karang Taruna setempat. Kedepannya, pihaknya akan melaksanakan pembuatan tong sampah organik dan non organik guna mendukung lingkungan wisata yang bersih, dengan tujuan agar wisatawan betah.

Tidak hanya itu saja, berkat semangat dan kekompakkan kelompok KKM 31 ini, akan diadakan pula sosialisasi UMKM sehingga dapat menunjang pemasukan dan aktivitas masyarakat bisa lebih produktif.

“Harapannya dengan hadirnya kami mahasiswa KKM kelompok 31 ini dapat memberikan kontribusi, saran, dan masukan kepada lembaga, kelompok atau masyarakat akan potensi wisata di desa Setupatok,” pungkasnya. (AC560)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Sabut Kelapa, Sumber Energi Terbarukan Pengganti Batu Bara

Cadangan bahan baku penghasil energi yang berasal dari fosil seperti batu bara terus menipis. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat...

Alumni Akabri 1999 Gelar Vaksinasi Massal dan Pemberian Sembako di Desa Gebang Mekar

Cirebon,- Alumni Akabri 1999 menggelar Vaksinasi Massal dan Pemberian Sembako di Desa Gebang Mekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, Rabu (20/10/2021). Dalam kegiatan tersebut tampak hadir,...

Aliansi Mahasiswa UGJ Gelar Unjuk Rasa di Jalan Bypass Kota Cirebon

Cirebon,- Aliansi Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jari (UGJ) menggelar unjuk rasa di Perempatan Lampu Merah Pemuda, Jalan Bypass, Kota Cirebon, Rabu (20/10/2021). Aksi tersebut...

Akselerasi Implementasi Kampus Merdeka, Tim Program Matching Fund UGJ Gelar Workshop

Cirebon,- Tim Program Matching Fund Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar kegiatan Workshop Teaching Factory Digital Marketing dan Marketplace Digital Marketing. Kegiatan tersebut...

More Articles Like This