Mahasiswa Cirebon Diajak Jadi Pemimpin yang Moderat di Masa Depan

Cirebon,- Para generasi muda khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon diajak untuk bijak dalam bermedia sosial sebagai upaya untuk mencegah sikap intoleransi beragama.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UGJ, Dr. H. Komarudin, M.Pd, saat menjadi narasumber dalam Workshop Moderasi Beragama di Aula FK UGJ Cirebon, Selasa (15/11/2022).

Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerja sama Kemenag RI, Yayasan Lentera Muda Indonesia, dan UGJ Cirebon. Komarudin mengatakan, salah satu karakteristik generasi milenial adalah dekat dengan teknologi informasi atau digitalisasi.

BACA YUK:  Stand Up Tragedy Berbalut Komedi, Bintang Bete Pecahkan Tawa Penonton

Kemudahan mereka mengakses informasi misalnya melalui gadget bisa berdampak negatif jika tidak dilakukan secara bijak. Untuk itulah, pihaknya mengingatkan mahasiswa untuk bijak dalam mencerna informasi.

“Kita jangan tergesa-gesa menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Apalagi informasi hoax tersebut dapat memicu lahirnya sikap intoleransi beragama di masyarakat,” katanya.

Pihaknya mewanti-wanti, jangan sampai para mahasiswa FK UGJ Cirebon menjadi bagian penyebar hoax. Sehingga harus memisahkan informasi agar kerukunan bergama tidak terganggu karena pengaruh informasi yang negatif.

Sementara itu, Ketua At-Taqwa Center, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag, yang juga menjadi pemateri dalam workshop tersebut, menyampaikan moderasi beragama hadir untuk membawa kita kepada cara pandang yang adil terhadap sesama.

BACA YUK:  MoEngage Luncurkan Rangkaian Produk Baru untuk Perkuat Platform Customer Engagement di Asia Tenggara

“Moderasi beragama ini membuat kita melihat sesuatu dari pandangan rahmat dan kasih sayang sehingga menjadikan kita pribadi yang bijak. Ini hanya cara pandang atau perspektif, bukan sebagai agama baru,” ujarnya.

Menurutnya, cara pandang tersebut harus dimiliki para mahasiswa yang merupakan calon pemimpin masa depan. Sehingga mereka akan menjadi sosok pemimpin yang moderat dalam menjalankan amanah dengan baik.

Senada, Ketua Yayasan Lentera Muda Indonesia, Wahyono, mengungkapkan moderasi beragama merupakan cara pandang untuk mengamalkan ajaran agama dengan prinsip azas keadilan, toleransi, dan lainnya.

BACA YUK:  PT. PJB Unit Pembangkitan Paiton Bersama DMC Dompet Dhuafa Buka Aksi Layanan Kesehatan Gratis Bagi Ratusan Warga Tawang

Sehingga melalui workshop ini, pihaknya mencoba memfasilitasi para pemuda Cirebon memahami pentingnya mewujudkan moderasi beragama yang berwawasan kebangsaan, religius, dan berdaya saing.

“Output jangka panjangnya adalah melahirkan para pemimpin muda yang bersikap moderat dalam beragama, khususnya 100 mahasiswa FK UGJ Cirebon yang hadir dalam workshop kali ini,” pungkasnya. (HSY)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *