Maestro Batik Cirebon Kritik Koruptor Lewat Batik

Cirebon, 4 Januari 2018,- Salah satu Maestro Batik Cirebon, Katura membuat hasil karya batik terbaru untuk mengkritik para koruptor yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hasil karya batik yang dibuat Katura ini yaitu Batik Gunungan Pemerintah melawan koruptor, dan Batik kronologis penangkapan Setya Novanto oleh KPK. Batik Gunungan dengan ukuran tinggi 2,5 meter dan lebar 1,5 meter, sedangkan batik kronologis penangkapan berukuran 90 x 70 cm.

Katura menjelaskan, pembuatan batik gunung awalnya dari pementasan wayang yang diawali dengan gunungan, kebetulan namanya Jokowi JK, jadi saya senang sekali dengan nama itu.

BACA YUK:  Momen Ramadan dan Idulfitri 2024, Smartfren Perkuat Jaringan dan Promo Menarik

“Nama Jokowi JK sendiri mempunyai makna, yaitu Jo itu Ojo, Ko itu Koyo, lalu Wi nya Wingi-wingi, yang artinya Jangan Seperti Kemarin-kemarin. Sedangkan JK artinya Jujur Kerja Keras,” ujarnya, Kamis (4/01/2017).

Gambar diatas gunungan terdapat tikus-tikus yang melambangkan para koruptor. Katura menginginkan jangan seperti kemarin-kemarin banyak tikus, dan ingin tikus-tikus tersebut dimusnahkan.

Pada lukisan batik gunungan terdapat tulisan Indonesia HEBAT dan HEBAT merupakan singkatan yang artinya Harmonis, Ekonomis, Bersih, Agamis, dan Tegas.

Lanjut Katura, untuk pembuatan lukisan batik kronologis pengangkapan Setya Novanto, Ia memaparkan, idenya saat menyaksikan berita di televisi. Pada saat itu, koruptor sedang dicari-cari oleh KPK, kemudian tiba-tiba ada berita menabrak tiang listrik.

BACA YUK:  Penganugerahan Wajib Pajak Teladan 2024, Kapolresta Cirebon Raih Penghargaan

Pada lukisan tersebut digambarkan ada tikus besar berdasi menabrak tiang listrik. Tikus besar ini dicengkeram Garuda dan di bawahnya terdapat tikus-tikus kecil yang juga harus segera dicengkram Garuda.

“Tikus disini melambangkan koruptor, sedangkan Garuda melambangkan Indonesia yang juga mewakili kerja KPK untuk memberantas korupsi di Indonesia,” jelasnya.

Kata dia, gambarnya dibuat pada tanggal 13 Desember 2017 saat sedang menonton berita penangkapan Setya Novanto, dari situ langsung membuat dan langsung jadi. Tetapi untuk proses pembuatanya hanya satu minggu. Untuk gambar batik gunungan memakan waktu satu bulan pembuatan.

BACA YUK:  Tawarkan 9 Varian Rasa, Wingstop Juaranya Rasa Kini Hadir di Kota Cirebon

Rencananya dua lukisan yang dibuat oleh Katura ini akan diserahkan kepada Presiden Jokowi dan KPK. Namun, menurutnya khawatir menjadi gratifikasi, tetapi jika ingin dibeli silakan saja.

Karya yang dibuatnya merupakan pelampiasan kekecewaan yang dituangkan di dalam batik. Ia pun berharap, dengan dibuatnya lukisan batik ini, Indonesia tumbuh subur dan makmur, tidak ada lagi koruptor di Indonesia. (AC212)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *