M. Nabil Hadiri Pengobatan Gratis Sekaligus Sosialisasi

0
21

Cirebon,- Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan (Dapil) VII Cirebon dan Indramayu, Ir Muhamad Nabil menggelar sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan gratis, yang berlangsung di Perumahan GSP, Kota Cirebon, Minggu (17/2/2019).

Ratusan warga GSP Kota Cirebon mengikuti pengobatan gratis yang diinisiasi dari relawan Caleg dari Partai Amanat Nasional ini, bahkan warga pun mendapatkan obat secara gratis.

Aston Hotel

“Saya hadir di sini (GSP) atas undangan dari para relawan yang menggelar pemeriksaan gratis,” ujar M. Nabil.

1. Inisiatif Relawan

Selain mengadakan pemeriksaan gratis, M. Nabil yang dibantu oleh para relawannya menggelar sunatan masal.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Menurut Nabil, kegiatan pemeriksaan gratis dan juga sunatan masal merupakan inisiatif para relawan, dimana kehadiran dirinya juga untuk memperkenalkan diri bahwa sedang mencalonkan sebagai calon anggota DPR RI di wilayah Cirebon dan Indramayu melalui PAN.

“Jadi, kegiatan ini untuk silaturahmi sekaligus berkenalan kepada masyarakat,” kata Nabil.

2. Fokus Kesehatan

Lanjut Nabil, kegiatan pemeriksaan gratis juga akan diselenggarakan di beberapa dari daerah oleh relawan lainnya seperti di Arjawinangun besok (18/2) dan ada juga relawan yang berkeliling ke Indramayu.

“Kegiatan yang sosial yang sudah saya kunjungi ada 50 titik,” kata Nabil.

Nabil mengaku, selama berkeliling dirinya lebih fokus terhadap pendidikan dan kesehatan, apalagi saat ini dirinya masih menjabat sebagai anggota DPD RI yang konsen membahas kesehatan termasuk permasalahan BPJS.

“Jangan sampai permasalahan BPJS ini tidak selesai, sehingga masyarakat yamg dikorbankan,” kata Nabil.

“Kalaupun mengalami defisit, harus selesai penyelesaiannya,” tegas Nabil.

3. Sektor Pendidikan

Lebih lanjut, Nabil mengungkapkan, dari sektor pendidikan dirinya sedang memperjuangkan bagaimana lembaga pendidikan seperti pesantren ini mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui APBN.

“Jangan sampai, pesantren dibiarkan berjalan sendiri tanpa ada upaya pemerintah turun tangan membantu pengembangan pendidikan pesantren,” terang Nabil.

Menurut Nabil, pendidikan pesantren ini ada satu titik, dimana semakin lama semakin tertinggal. Masyarakat, belum menikmati 20 persen anggaran pendidikan.

“Akibatnya, APBN tidak bisa mengalokasikan anggaran yang berbasis pendidikan pesantren. Sehingga, seharusnya disamakan dengan pendidikan umum,” bebernya.

“Oleh karena itu, APBN harus membantu pesantren dalam pendidikan,” tandasnya. (AC212)