Rabu, 8 April 2020

Lulusan Akper Muhammadiyah Dijamin Langsung Kerja

Populer

Mulai Senin, Pemda Kota Cirebon Berlakukan Pembatasan Jam Operasional Untuk Swalayan dan Pasar Tradisional

Cirebon,- Menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 7 tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan Corona atau Covid-19 dan memperhatikan Keputusan...

Wali Kota Cirebon Himbau Untuk Tidak Mudik Lebaran Idul Fitri Tahun 2020

Cirebon,- Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis menghimbau kepada masyarakat yang masih di luar Kota Cirebon dan Aparatur Sipil...

Kota Cirebon Tidak Terapkan Lockdown, Warga Datang dari Wilayah Epicentrum Akan Dipantau

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon tidak akan menerapkan lockdown wilayah. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon usai kegiatan...

Mulai 1 April sampai 1 Mei 2020, Daop 3 Cirebon Batalkan 15 Perjalanan KA Argo Cheribon, Ini Daftarnya

Cirebon,- Untuk meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus Corona atau Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3...

Mulai Besok, Sholat Jumat di Masjid Raya At-Taqwa dan Masjid di Kota Cirebon Sementara Ditiadakan

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 yang ditetapkan...

Cirebon,- Akademi Keperawatan (Akper) Muhammadiyah Cirebon yang berlokasi di Jalan Walet No. 21 Kertawinangun – Kedawung Cirebon setiap tahunnya melahirkan tenaga-tenaga profesional di bidang keperawatan.

Selain didukung jejaring kemitraan yang sudah cukup luas, juga dari sisi SDM dari para lulusan telah dibekali keilmuan yang memadai. Oleh karenanya, bagi para mahasiswa Akper Muhammadiyah Cirebon tidak perlu khawatir setelah lulus karena sudah dijamin bisa langsung kerja.

Direktur Akper Muhammadiyah Cirebon, Hj. Ruswati, S.Kep.,Ners.M.Kep menjelaskan saat ini lembaga pendidikan yang dipimpinnya tersebut telah memiliki gedung sendiri. Selain itu juga didukung dengan fasilitas laboratorium keperawatan yang lengkap berupa mini hospital, pembelajaran e-learning, i-campus, serta digital library dan internet hot spot.

Dari sisi kualitas tenaga pendidik, kata dia, kualifikasi dosen di Akper Muhammadiyah  Cirebon semuanya berstatus S2 Keperawatan bahkan ada yang sedang melanjutkan jenjang pendidkan S3.

Loading...

“Saat ini Akper Muhammadiyah Cirebon memiliki satu program studi yaitu prodi DIII keperawatan.  Institusi kami pun telah terakreditasi LAM-PTKes “B” pada tahun 2016 dan BAN PT “B” pada tahun 2019.  Para alumni kami lulus uji kompetensi >96,6 persen,” ujarnya.

Ruswati mengatakan, menghadapi proses jelang penerimaan mahasiswa baru tentunya kesiapan dan persiapan pun terus dilakukan. Bahkan, demi menjaga kualitas dan kuantitas pendidikan yang profesioal dibarengi dengan perbaikan sistem manajemen pun terus ditempuh.

Namun, kata dia, Akper Muhammadiyah Cirebon juga tetap memegang teguh komitmen dan kaidah serta  aturan yang tidak mengesampingkan unsur religiulitas sesuai ajaran agama Islam. Hal itu semata mata dalam menjaga marwah serta institusi yang berahlakul karimah.

“Penerimaan mahasiswa baru di Akper Muhammdiyah dari segi kuota dibatasi. Tentunya demi menjaga keseimbangan antara mahasiswa baru dan lulusan . Sehingga kami jamin, maksimal dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan. Para lulusan bisa bersaing dan sudah bisa terserap di dunia kerja karena presentasi lulusan yang bekerja sesuai dengan bidangnya 96,4 persen,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Direktur III Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, Hj. Sofiyati, S.Kep.,Ners.M.Kep menambahkan setiap lulusan sudah mengikuti uji kompetensi yang telah ditetapkan.

Selain itu, lulusan juga telah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Perawat. Untuk jejaring dengan sejumlah institusi kesehatan penyedia lapangan kerja sudah berjalan.

Berdasarkan hasil survei, kata dia, lulusan Akper Muhammadiyah sudah banyak yang bekerja di RS Ciptomangunkusumo, RS Hasan Sadikin, RS Darmais, RS Pemerintah dan RS swasta lainnya.

Adapun banyak juga dari alumi yang menjadi sebagai PNS bahkan bekerja  ke luar  negeri seperti Jepang, Arab Saudi, dan lainnya.

“STR ini dapat digunakan untuk melakukan aktivitas pelayanan kesehatan di tempat bekerja. Saat ini, sudah banyak lulusan dari Akper Muhammadiyah Cirebon yang terserap di berbagai instansi. Baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, poliklinik, puskesmas dan perusahaan yang memiliki fasilitas homecare,” pungkasnya. (AC212/rls)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

RSIA Cahaya Bunda Kota Cirebon Distribusikan Sembako Untuk Pekerja Harian dan APD Bagi Nakes

Cirebon,- Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Bunda mendistribusikan sembako kepada masyarakat yang terdampak Pandemi virus Corona atau...

Manfaatkan Keterampilan Warga Binaan, Lapas Narkotika Kelas II A Cirebon Produksi Masker

Cirebon,- Di tengah kondisi mewabahnya virus Corona atau Covid-19, persediaan Alat Pelindung Diri (APD) semakin sulit dicari, salah satunya masker.Apalagi, sejak pertanggal 5 April...

Makanan Ketoprak, Salah Satu Penyumbang Inflasi Terbesar di Kota Cirebon

Cirebon,- Mewabahnya Pandemi virus Corona atau Covid-19, berdampak pada inflasi di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank...

Telkomsel Mencatat, Lonjakan Trafik Komunikasi Broadband Tertinggi Mencapai 16 Persen

Jakarta,- Sejak pemerintah memberlakukan aktifitas dari rumah bagi masyarakat dan pelaku Industri, Telkomsel mencatat hingga kini lonjakan trafik komunikasi khususnya broadband tertinggi mencapai 16...

BI Cirebon dan BMPD Ciayumajakuning Serahkan Bantuan APD untuk Tenaga Medis

Cirebon,- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) menyerahkan bantuan alat pelindung...

More Articles Like This