Lomba Dekranasda Jawa Barat, Kota Cirebon Andalkan Batik Ecoprint dan Wisata

Cirebon,- Lomba antar Dewan Kerajinan Nasional Daerah- (Dekranasda) tingkat Jawa Barat tengah berlangsung. Dalam lomba ini, setiap daerah di Jawa Barat membuat video promosi pariwisata dan produk unggulan.

Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam lomba Dekranasda tingkat Jawa Barat mengandalkan produk batik ecoprint dan juga wisata. Untuk wisata, Kota Cirebon mengandalkan Keraton Kasepuhan, Balai Kota Cirebon, dan juga Pantai Kejawanan.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman menjelaskan saat ini tengah berlangsung lomba antar Dekranasda tingkat Provinsi Jabar.

“Lomba ini, masing-masing kota dan kabupaten di Jabar diminta untuk membuat video pendek mempromosikan pariwisata dan produk unggulan daerahnya masing-masing,” ujar Iing, Selasa (10/5/2022).

BACA YUK:  Wakil Wali Kota Cirebon Ingin Ada Agenda Rutin Pagelaran Seni Budaya

Kota Cirebon, kata Iing, mengandalkan mengandalkan Keraton Kasepuhan, Balai Kota Cirebon, dan Pantai Kejawanan untuk wisata. Sedangkan untuk produk unggulan yang ramah lingkungan, Kota Cirebon mengandalkan batik ecoprint.

Seperti diketahui, ecoprint berasal dari kata eco atau ekosistem yang berarti lingkungan hayati atau alam dan print yang berarti cetak.

Batik ecoprint dibuat dengan cara mereplika tumbuhan ke dalam kain untuk menciptakan warna dan motif yang menarik. Bagian tumbuhan yang digunakan untuk batik ini pun beragam, bisa daun, bunga, batang, ranting, serta bagian tanaman lainnya.

BACA YUK:  Bangkitkan Ekonomi Masyarakat, BUMN Gelar Pasar Murah dan Bazar UMKM di Kota Cirebon

“Batik ecoprint dari Kota Cirebon memiliki keunikan tersendiri. Karena motifnya yang masih mengandung unsur mega mendung serta beberapa bahan yang terbuat dari daun jati,” jelas Iing.

Digunakannya daun jati dalam batik ecoprint sekaligus sebagai pesan moral dan dan promosi bahwa daun jati merupakan pembungkus nasi jamblang, kuliner khas Cirebon.

Batik ecoprint dibuat oleh warga Kota Cirebon sekitar dua tahun yang lalu. Pandemi COVID-19, lanjut Iing, tidak menyurutkan kreativitas. Bahkan seorang ibu rumah tangga bisa membuat batik ecoprint yang memiliki peluang yang bagus.

BACA YUK:  Dampak Gangguan Air PAM, Masjid Raya At-Taqwa Terima Pasokan Air Bersih 20.000 Liter

Sebenarnya, lanjut Iing, Kota Cirebon juga sudah memiliki batik story kriyan yang menggunakan pewarna alam yang juga ramah lingkungan.

Namun batik tersebut sudah pernah ditampilkan di depan Gubernur Jawa Barat. Hingga akhirnya tahun ini dipilih batik ecoprint untuk ikut serta dalam ajang promosi wisata dan produk unggulan ramah lingkungan untuk lomba antar Dekranasda Provinsi Jabar.

Pada tapping video yang dilakukan melibatkan banyak unsur, termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon. Pengambilan video juga dilakukan menggunakan citros atau tourism on bus yang membuat traveling ke lokasi-lokasi wisata di Kota Cirebon semakin mudah. (HSY)

(Dilihat: 51 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.