LOCUS (Rumah Bincang Sejarah dan Budaya)

Profil:

Tak terasa, pagi tiba-tiba saja menjelang, seolah-olah merampas ruh tiga anak ingusan secara perlahan. Mereka – Doddie Yulianto, Sobih Adnan dan Abdul Rosyidi-, seperti memprotes waktu yang padahal telah dihabiskannya sejak pukul 5 sore, hanya untuk saling bertutur cerita dan berunjuk gagas soal sejarah, juga budaya, dan meski tentu saja, dengan kadar dan takaran yang sebatas mereka tahu. 

Kebiasaan yang belum tentu baik untuk kesehatan itu terus berlangsung hampir di setiap akhir pekan, di sebuah gazebo milik kampus kecintaan mereka, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon, sepanjang tahun 2010. Kenangan yang oleh mereka dianggap berharga inilah yang kemudian menjelma menjadi api awal untuk sebuah obor bernama LOCUS, rumah bincang sejarah dan budaya. 

LOCUS merupakan sebuah ikhtiar dari cita-cita terwujudnya rumah bersama dan terbuka untuk memperbincangkan sejarah juga kebudayaan, dari sisi manapun. Sejarah dan kebudayaan kerap kali tidak diminati masyarakat publik hanya karena dianggap sebagai sesuatu yang lampau, dan tak akan pernah terulang, padahal, semangat waktu dan zaman adalah sebuah tarikan nafas yang saling menyambung. Bukankah setiap manusia memiliki masa lalu, juga harapan baru?, dan di jalan inilah sejarah dan kebudayaan harus dijadikan sebagai seperangkat pengetahuan yang harus ada di masa kapanpun dan di tempat manapun, bukan diasingkan hanya karena sebuah anggapan ; susahnya menghafal nama-nama, dan angka-angka.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *