Senin, 14 Oktober 2019

Lismah Rahmawati Rosyid: Peduli Pendidikan Anak Cirebon Lewat Story Telling

Populer

Menurunkan Tingkat Kecelakaan, Jasa Marga Cabang Tol Palikanci Lakukan Razia ” Odol “

Cirebon,- Untuk meminimalisir kecelakaan di jalan tol, Jasa Marga Cabang Tol Palikanci menggelar Operasi Gabungan bersama dengan Dinas Perhubungan...

Ar’Q by Arief Rachmanto Kenalkan Koleksi Terbaru di Penutupan Cirebon Wedding Festival 1.0

Cirebon,- Cirebon Wedding Festival (CWF) 1.0 yang berlangsung dari tanggal 4-6 Oktober 2019 di Ballroom Apita Hotel, Jalan Tuparev,...

Satlantas Polres Cirebon Kota Gelar Safety Riding Bareng Komunitas Ojek Online

Cirebon,- Dalam rangka menjalin silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan, Satlantas Polres Cirebon Kota menggelar kegiatan Safety Riding bersama Komunitas...

Dua Pebalap Astra Honda Kibarkan Merah Putih di ATC Thailand 2019

Jakarta,- Dua pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) berhasil mempersembahkan podium pada dua balapan yang digelar pada...

Peringati Hari Batik Nasional, EB Batik Tradisional Gelar Donor Darah dan Gowes Bareng Komunitas Onthel

Cirebon,- Dalam ranga memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2019, EB Batik Tradisional menggelar berbagai...

Cirebon,- Pendidikan anak yang berkualitas bukan dinilai dari angka, melainkan dari nilai-nilai yang mendukung karakter dan berbudaya. Itulah penggalan kata yang diungkapkan oleh Lismah Rahmawati Rosyid, wanita yang sukarela mengadakan Story Telling di Perpustakaan Umum 400 Kota Cirebon.

Harapannya bukan sekedar kata, melainkan perbuatan. Dia berharap pendidikan di Cirebon kedepannya lebih berkualitas, berkarakter, dan berbudaya literasi.

“Saya memang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini, saya kelola PAUD sosial, buat anak-anak yang background ekonomi merupakan keluarga sederhana,” ungkapnya kepada About Cirebon.

Disamping kesibukannya mengurus keluarga dan PAUD, Lismah yang kini akan menginjak usia 50 tahun berkeinginan mengembangkan pendidikan. Beberapa tahun lalu dia mengajukan untuk story telling di Perpustakaan 400, namun baru terealisasi di tahun 2018 ini.

[Baca juga : Selasa Pagi, Rutin Kegiatan Story Telling di Perpustakaan 400]

“Kebetulan saya pernah tinggal di Australia dan UK, kemudian sempat mengajar di salah satu playgroup di sana. Nah, minat baca anak disana itu sudah terbangun dari sejak usia dini,” terangnya.

Perpustakaan daerah di Australia maupun di UK sudah berjalan dengan baik. Bukan hanya melayani peminjaman buku saja, melainkan perpustakaan di sana ada kegiatan lainnya seperti story telling, kerajinan tangan, dan lainnya.

Dia sangat iri dengan penerapan perpustakaan dan pendidikan di negara maju, sehingga dia coba bawa di Cirebon. Diakuinya, perpustakaan di luar negeri sangat kaya dengan program yang menarik dan edukatif untuk menciptakan atau mewujudkan generasi berliterasi. Yang menarik, semua programnya gratis untuk masyarakat sekitar.

“Saya melihat disini semangat pepusnya vakum hanya menunggu pengunjung yang datang membaca dan meminjam buku saja. sementara di negara maju perpus sudah menjadi kebutuhan masyarakat untuk belajar, mendapatkan banyak informasi dan melakukan banyak aktivitas positif,” bebernya.

Selain story telling, Lismah memiliki program lainnya. Dia menginginkan ada jadwal khusus seperti kelas merajut dengan tutor yang ahli dalam merajut, reading challenge, discussion group, bedah buku, temu dengan penulis atau animasi buku dan kursus-kursus yang lain.

Tetapi, menurutnya saat ini dimulai dulu dari yang sederhana dan sangat basic seperti story telling buat anak. Dia juga selalu optimis kegiatan ini nantinya akan menjadi pondasi program rutinitas di perpustakaan.

“Ini murni kegiatan sosial karena saya memang suka dengan social work sebagai kontribusi kecil pada masyarakat sekitar,” tambahnya.

Lismah saat ini memiliki 2 orang anak. Anak pertamanya baru lulus dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan anak kedua kuliah di Universitas Padjajaran Bandung tingkat 3.

“Meski saat ini belum banyak yang tahu dan yang datang masih sedikit, saya tetap istiqomah dengan program ini,” jelasnya.

Harapan Lismah cukup sederhana yakni budaya literasi bisa menjadi habit masyarakat Cirebon, dan perpustakaan ini harus menjadi agent of change masyarakat madani yang berbudaya. (AC560)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tim Densus 88 Amankan Seorang Terduga Teroris Di Kota Cirebon

Cirebon,- Tim Densus 88 Anti Teror mengamankan seorang terduga teroris di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (13/10/2019)...

Mahasiswa UPH Berikan Pelatihan di Desa Wisata Gerabah Sitiwinangun

Cirebon,- Guna mendukung pengembangan desa wisata, Universitas Pelita Harapan (UPH) memberikan pelatihan kepada masyarakat di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat...

Puluhan Peserta Dari Berbagai Daerah Ikuti Kejuaran Nasional Cirebon Brewers Championship 2019

Cirebon,- Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti Cirebon Brewers Championship #CBrC2019 yang diselenggarakan oleh Cirebon Coffee Event, Sabtu (12/10/2019). Event lomba seduh kopi manual ini...

Oppo Store Complete Selular Kini Hadir di Ciledug Cirebon

Cirebon,- Untuk lebih mendekatkan kepada pelanggan, Complete Selullar kembali membuka store terbarunya di wilayah Cirebon Timur, Sabtu (12/10/2019). Store Complete Selular yang ke-37 dengan nama...

Aston Cirebon Hotel Luncurkan Aneka Menu Mousse Cake Buah dan Cake Untuk Vegetarian Juga Loh

Cirebon,- Kehadiran Chef Agus Setiawan pada awal bulan Oktober 2019 memberikan warna baru bagi Aston Cirebon Hotel & Convention Center, yang berlokasi di Jalan...

More Articles Like This