Jumat, 28 Februari 2020

Lismah Rahmawati Rosyid: Peduli Pendidikan Anak Cirebon Lewat Story Telling

Populer

Satlantas Polres Cirebon Kota Gelar Operasi Jaran Lodaya 2020, Ini Sasarannya

Cirebon,- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota menggelar Operasi Jaran Lodaya 2020 yang berlangsung dari tanggal 22 Februari...

McDonald’s Kembali Membuka Gerainya di Kota Cirebon, Ini Kelebihannya

Cirebon,- McDonald’s Indonesia kembali membuka gerainya kembali yang bertempat di Jalan Brigjen Darsono, Bypass, Kota Cirebon dan akan resmi...

BPOM Jawa Barat Sita Ribuan Kosmetik Tanpa Ijin Edar di Cirebon

Cirebon,- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Barat menyita ribuan kosmetik yang diduga ilegal di rumah penyimpanan di...

Sultan Sepuh XIV Prihatin Atas Rusaknya Situs Petilasan Matangaji

Cirebon,- Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA. Arief Natadiningrat sangat prihatin atas kejadian rusaknya petilasan Matangaji yang berada...

Manulife Cirebon Gelar Program CSR Penyediaan Sumber Air Bersih

Cirebon,- Masyarakat desa Nanggela Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon tampak bergembira setelah sumur bor sebagai sumber mata air bersih mengalir...

Cirebon,- Pendidikan anak yang berkualitas bukan dinilai dari angka, melainkan dari nilai-nilai yang mendukung karakter dan berbudaya. Itulah penggalan kata yang diungkapkan oleh Lismah Rahmawati Rosyid, wanita yang sukarela mengadakan Story Telling di Perpustakaan Umum 400 Kota Cirebon.

Harapannya bukan sekedar kata, melainkan perbuatan. Dia berharap pendidikan di Cirebon kedepannya lebih berkualitas, berkarakter, dan berbudaya literasi.

“Saya memang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini, saya kelola PAUD sosial, buat anak-anak yang background ekonomi merupakan keluarga sederhana,” ungkapnya kepada About Cirebon.

Disamping kesibukannya mengurus keluarga dan PAUD, Lismah yang kini akan menginjak usia 50 tahun berkeinginan mengembangkan pendidikan. Beberapa tahun lalu dia mengajukan untuk story telling di Perpustakaan 400, namun baru terealisasi di tahun 2018 ini.

Loading...

[Baca juga : Selasa Pagi, Rutin Kegiatan Story Telling di Perpustakaan 400]

“Kebetulan saya pernah tinggal di Australia dan UK, kemudian sempat mengajar di salah satu playgroup di sana. Nah, minat baca anak disana itu sudah terbangun dari sejak usia dini,” terangnya.

Perpustakaan daerah di Australia maupun di UK sudah berjalan dengan baik. Bukan hanya melayani peminjaman buku saja, melainkan perpustakaan di sana ada kegiatan lainnya seperti story telling, kerajinan tangan, dan lainnya.

Dia sangat iri dengan penerapan perpustakaan dan pendidikan di negara maju, sehingga dia coba bawa di Cirebon. Diakuinya, perpustakaan di luar negeri sangat kaya dengan program yang menarik dan edukatif untuk menciptakan atau mewujudkan generasi berliterasi. Yang menarik, semua programnya gratis untuk masyarakat sekitar.

“Saya melihat disini semangat pepusnya vakum hanya menunggu pengunjung yang datang membaca dan meminjam buku saja. sementara di negara maju perpus sudah menjadi kebutuhan masyarakat untuk belajar, mendapatkan banyak informasi dan melakukan banyak aktivitas positif,” bebernya.

Selain story telling, Lismah memiliki program lainnya. Dia menginginkan ada jadwal khusus seperti kelas merajut dengan tutor yang ahli dalam merajut, reading challenge, discussion group, bedah buku, temu dengan penulis atau animasi buku dan kursus-kursus yang lain.

Tetapi, menurutnya saat ini dimulai dulu dari yang sederhana dan sangat basic seperti story telling buat anak. Dia juga selalu optimis kegiatan ini nantinya akan menjadi pondasi program rutinitas di perpustakaan.

“Ini murni kegiatan sosial karena saya memang suka dengan social work sebagai kontribusi kecil pada masyarakat sekitar,” tambahnya.

Lismah saat ini memiliki 2 orang anak. Anak pertamanya baru lulus dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan anak kedua kuliah di Universitas Padjajaran Bandung tingkat 3.

“Meski saat ini belum banyak yang tahu dan yang datang masih sedikit, saya tetap istiqomah dengan program ini,” jelasnya.

Harapan Lismah cukup sederhana yakni budaya literasi bisa menjadi habit masyarakat Cirebon, dan perpustakaan ini harus menjadi agent of change masyarakat madani yang berbudaya. (AC560)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pertamina Suntik Modal Wirausaha Hingga Rp. 2 Milyar di Wilayah Region III

Bandung,- Gina Adhityalugina, dengan bangga menunjukkan produk pouch kulit berlabel "Gammara". Perempuan asal Bandung itu percaya diri produknya akan...

Telkomsel Raih Enam Penghargaan dari Opensignal

Jakarta,- Konsistensi Telkomsel dalam menghadirkan konektivitas dengan teknologi terdepan guna menjamin kenyaman gaya hidup digital pelanggan kembali mendapatkan penghargaan dari Opensignal. Telkomsel memenangkan enam penghargaan...

Kota Cirebon Masuk Prioritas Dalam Rencana Program Kota Layak Huni

Cirebon,- Asian Development Bank (ADB) melakukan penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon terkait program kota layak huni. Kota layak huni berkelanjutan merupakan...

KPP Pratama Cirebon Satu dan Dua Gelar Business Development Service

Cirebon,- Mendukung UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Cirebon, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cirebon Satu dan Dua menggelar kegiatan Business Development Service (BDS),...

Biznet Luncurkan Biznet IPTV, Hiburan TV Interaktif dengan Resolusi 4K

Jakarta – Biznet, perusahaan infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia, hari ini resmi meluncurkan layanan terbarunya yaitu Biznet IPTV, layanan TV interaktif yang menampilkan hiburan...

More Articles Like This