Lintas Teater Cirebon Pentaskan Teater Sruet Nyupang Kuntilanak

0
220

Cirebon,- Lintas Teater Cirebon mempertunjukkan penampilannya di acara Festival Teater Cirebon (FTC) ke-5 yang berlangsung di Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang, Jalan Perkantoran Bima, Kota Cirebon, Jumat (6/3/2018) malam.

Lintas Teater Cirebon mempersembahkan pertunjukan yang mengangkat tema “Sruet Nyupang Kuntilanak”. Yang mana, tema tersebut sudah sering dipertunjukkan sejak tahun kemarin.

Aston Hotel

Gaos Lizam, sang Sutradara Sruet Nyupang Kuntilanak mengatakan tema yang diangkat pada pertunjukan ini adalah tradisi kekuatan Cirebon zaman dahulu. Drama tarling yang pada saat itu tenar dan tidak terlepas juga dari romantisme tradisi.

“Tarling adalah seni tradisi yang menggunakan gitar dan sekarang kita ingin mengaplikasikan kembali drama tarling melalui teater,” ujarnya kepada About Cirebon.

Kata dia, Sruet Nyupang Kuntilanak ini menceritakan tentang kemiskinan masyarakat yang dalam konteks kebersamaannya tidak ada.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

“Pada akhirnya, miskin tanpa dihina pun dia malu dan tertekan,” bebernya.

Pantauan About Cirebon, pada pertunjukan teater Sruet Nyupang Kuntilanak bahasa percakapan yang digunakan adalah bahasa Cirebon yang dipadukan dengan musik gamelan.

Lebih lanjut, Gaos membeberkan, bahwa Cirebon mempunyai naskah yang sangat luar biasa dan perkembangannya juga melampaui zamannya pada tahun 80an. Dan sekarang pun masih berlaku dalam konteks maupun visualisasi.

“Jadi pada pertunjukan Sruet Nyupang Kuntilanak, makna yang bisa diambil adalah segala sesuatu harus bersama-sama. Bahwa kemiskinan sebagian dari kekayaan, kanan adalah bagian dari kiri bukan lawan, dan bumi adalah bagian dari langit,” tutupnya. (AC212)