Libur Panjang Kemarin, Okupansi Hotel di Kota Cirebon Tertinggi Kedua di Jabar

Cirebon,- Selama masa libur panjang cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Kota Cirebon tertinggi kedua di Jawa Barat.

Imam Reza Hakiki, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kota Cirebon mengatakan selama masa libur panjang ini tamu yang menginap di hotel Kota Cirebon sangat banyak dan tertinggi kedua di Jawa Barat.

“Okupansi di Kota Cirebon bisa dibilang tertinggi kedua di Jawa Barat selama libur panjang ini. Okupansi tertinggi pertama di Jawa Barat yakni Kota Bogor,” ujar Kiki saat ditemui About Cirebon di Jalan Tentara Pelajar, Kota Cirebon, Senin (2/11/2020) sore.

BACA YUK:  Pertama di Indonesia, Health Insurtech Rey Rilis Membership Kesehatan Terjangkau Berbasis Proteksi

Menurut Kiki, okupansi tertinggi di Kota Cirebon selama masa libur panjang sebesar 84 persen dan Kota Bogor mencapai 89 persen.

“Saya sebetulnya memantau Kota Bandung, tapi ternyata yang tertinggi Kota Bogor. Bahkan, Kota Bandung masih di bawah Cirebon tertinggi hanya 70 persen,” ungkap Kiki.

Kiki menjelaskan, dari 20 hotel di Kota Cirebon yang tergabung dalam PHRI Kota Cirebon terdapat sekitar 2.500 kamar. Pada masa libur panjang kemarin, tertinggi sebanyak 2.100 kamar yang dihuni atau sekitar 84 persen.

BACA YUK:  Respon Luar Biasa, Patra Cirebon Hotel & Convention Hadirkan Paket Promo Wedding Selama EWF 2022

Hari pertama libur panjang atau tanggal 28-29 Oktober 2020 tingkat hunian kamar memang masih 64 persen atau sekitar 1.700 kamar yang dihuni para tamu.

“Hari pertama libur panjang 28-29 Oktober 2020 hanya 64 persen. 29-30 Oktober 80 persen, yang tertinggi terjadi tanggal 30-31 Oktober mencapai 84 persen atau sebanyak 2.100 kamar yang dihuni. Sedangkan pada tanggal 31 Oktober – 1 November kembali turun menjadi 81 Persen,” beber Kiki.

“Ingat ya, okupansi itu dihitung per hari saat libur panjang, bukan akumulasi selama satu bulan,” tambahnya.

BACA YUK:  Pentingnya Rencanakan Pendidikan Anak Sejak Dini, Berikut Beberapa Hal yang Harus Disiapkan Menurut Qoala

Kalau okupansi selama Pandemi Covid-19, kata Kiki, tertinggi hanya 30 sampai 40 persen saja dan pernah juga sampai 50 persen.

“Pernah mencapai 50 persen, tapi itu juga cuma satu hari. Sehingga, libur panjang ini bisa dibilang rejeki nomplok,” tandasnya. (AC212)

(Dilihat: 10 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.