Libur Lebaran 2019, Penjualan Batik di EB Batik Tradisional Meningkat Lebih dari 100 Persen

0
43

Cirebon,- Selain kulinernya yang diburu pada saat libur lebaran, ternyata batik masih menjadi pilihan oleh-oleh untuk para wisatawan yang berlibur ke Cirebon.

Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya penjualan batik di EB Batik Tradisional yang berlokasi di Jalan Panembahan, Kabupaten Cirebon, yang naik hingga 100 persen dibanding dengan hari biasanya.

Aston Hotel

1. Naik Hingga 125 Persen

Menurut Pengelola EB Batik Cirebon, Hisyam Suleiman setiap tahunnya, pasca lebaran batik selalu menjadi buruan para pemudik yang datang maupun yang lewat ke Cirebon.

“Alhamdulillah, kalau dihitung dari hari kedua lebaran sampai saat ini kenaikannya hingga 125 persen dari biasanya,” ujar Hisyam saat ditemui About Cirebon di EB Batik Tradisional, Jalan Panembahan, Kabupaten Cirebon, Jumat (14/6/2019).

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Menurut Hisyam, peningkatan omset penjualan batik saat libur lebaran terjadi pada H+1 lebaran atau sejak hari kedua lebaran.

“Dari hari itu pemudik sudah mulai datang, walaupun setelah lebaran mereka mungkin sambil berkunjung dan membeli batik,” terangnya.

2. Motif yang Banyak Diminati

Lanjut Hisyam, terkait motif batik yang diincar oleh para pemudik atau wisatawan kebanyakan motif batik cap asli Cirebon yang menggunakan bahan katun dan viscose.

“Itu kan macem-macem yah, dan itu memang lagi banyak diminati pemudik. Karena, kualitas sangat bagus dan kedua batik Cirebon relatif murah sekitar Rp. 100 ribu sampai Rp. 200 ribu,” ungkapnya.

Tetapi, tambah Hisyam, yang membeli batik rata-rata membeli bahan kain batik, bukan pakaian batik jadi.

“Jadi, mereka pengen jahit sendiri dan disini (EB Batik) memang yang kain-kain seperti viscose sama katun itu keluarnya banyak sekali sekarang, berbeda dengan beberapa tahun yang lalu,” jelasnya.

3. Batik Tulis Menurun

Lanjut Hisyam, beberapa tahun yang lalu pemburu kain batik kebanyakan batik tulis. Walaupun sekarang ada juga batik tulis yang terjual, tetapi lebih banyak batik cap.

“Batik tulis memang ada penurunan, karena mungkin batik tulis itu relatif mahal, jadi memang segmennya tertentu,” bebernya.

Untuk harga batik tulis, kata Hisyam, harganya bervariatif ada yang mulai dari Rp. 1 juta sampai Rp. 10 juta berbahan katun, dan ada juga dari harga Rp. 2 juta sampai Rp. 15 juta berbahan sutra.

“Namun tergantung dari motif dan tingkat kesulitannya, tetapi di sini (EB Batik) tidak semuanya mahal,” tandasnya. (AC212)