Lestarikan Budaya, Warga Tionghoa di Cirebon Gelar Festival Kue Bulan

0
77
Festival Kue Bulan di Vihara Budi Welas Asih

Cirebon,- Festival Pertengahan Musim Gugur atau juga yang dikenal dengan nama Festival Kue Bulan merupakan hari raya panen dan salah satu festival terpenting di Republik Rakyat Tiongkok.

Festival Kue Bulan, tiap tahunnya dirayakan pada hari kelima belas bulan delapan Kalender Tionghoa, yang biasanya jatuh pada minggu kedua bulan September sampai minggu kedua bulan Oktober.

Aston Hotel

Di Kota Cirebon, Peringatan Festival Kue Bulan, diselenggarakan di Vihara Dewi Welas Asih Kota Cirebon, Senin (24/9/2018) malam.

Richard Pekasa, Wakil Ketua Vihara Dewi Welas Asih mengatakan menurut tradisi Tionghoa Perayaan Kue Bulan, dipercayai pada tanggal ini adalah kemunculan bulan penuh.

“Saat itu bulan penuh, waktunya keluarga untuk berkumpul, karena menurut penanggalan Tionghoa tanggal inilah bulan yang paling terang,” ujarnya kepada About Cirebon.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Lebih lanjut, Richard menjelaskan kegiatan festival kue bulan ini merupakan dari kita, oleh kita, untuk kita, dengan dimeriahkan berbagai hiburan, dan penghormatan kepada orang tua.

“Jadi, nanti orang tua yang sudah sepuh-sepuh, kita ajak maju kedepan kemudian kita doakan, dan kita berikan penghormatan. Karena, beliau sudah mengajarkan kebudayaan dan tradisi kepada anak cucunya,” ungkap Richard.

Makna Festival Kue Bulan, kata Richard, kita bersama-sama berkumpul keluarga dan melestarikan budaya.

Ia pun berharap, pada perayaan festival kue bulan ini semakin banyak generasi muda yang mau peduli dan melestarikan budaya.

Perayaan Festival Kue bulan menurut Richard memiliki dua versi sebuah legenda, yang pertama berkaitan dengan legenda dewi bulan, cerita percintaan antara Chang E dengan Houyi.

Kemudian yang kedua tentang perjuangan, yang mana pada abad 12 dipakai sarana perjuangan menyampaikan surat untuk bersama-sama melawan penjajah. (AC212)