Sabtu, 8 Mei 2021

Lestarikan Budaya Membatik Menggunakan Pewarna Alam⁣

Populer

Penyekatan Mulai 6-17 Mei, Ini Kata Kasatlantas Polres Cirebon Kota⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota akan melakukan penyekatan larangan mudik. Penyekatan akan berlangsung mulai tanggal 6...

Pra Pengetatan Mudik, Satlantas Polres Cirebon Kota Putar Balik Pemudik di Kedawung

Cirebon,- Pra mudik lebaran dari tanggal 22 April hingga 5 Mei 2021, Satlantas Polres Cirebon Kota melakukan operasi penyekatan...

Selama Ramadan, Citradream Hotel Hadirkan Paket Buka Puasa Rp. 60 ribu Makan Sepuasnya⁣

Cirebon,- Selama bulan Ramadan, Citradream Hotel Cirebon yang berlokasi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon menghadirkan promo menarik....

Kepala Daerah di Ciayumajakuning Sepakati Fleksibilitas Perbatasan Selama Larangan Mudik

Cirebon,- Kebijakan larangan mudik yang saat ini tengah diterapkan, kini dibahas lima kepala daerah di Cirebon kota/kabupaten, Indramayu, Majalengka,...

Larangan Mudik Dimulai, Satlantas Polres Cirebon Kota Putar Balik Pemudik

Cirebon,- Satuan Lalulintas Polres Cirebon Kota mulai melakukan penyekatan kendaraan pemudik. Sebanyak kurang lebih 80 kendaraan pemudik diputarbalikan di...

Cirebon – Sebagai bentuk pelestarian alam dan juga seni budaya, terbentuklah Paguyuban Godong Djati pada Desember 2020. Kelompok ini merupakan wadah untuk berkreasi, membuat batik menggunakan pewarna alami.⁣

R. Raharyadi Widjajakusuma adalah Ketua dari Paguyuban Godong Djati. Dia juga merupakan pemilik Sanggar Batik Wijaya Kusuma di Kasepuhan Kota Cirebon.⁣

“Awal terbentuknya Paguyuban Godong Djati yaitu dari beberapa pegiat kerajinan, berkumpul dengan tujuan melestarikan seni dan budaya bangsa khususnya di kota Cirebon dan mencoba menggunakan pewarna alam untuk corak batik guna mengurangi dampak global warming,” paparnya kepada About Cirebon.⁣

Pewarna alami yang digunakan yakni pewarna alam yang dihasilkan dari tumbuhan sekitar. Biasanya tanaman tersebut mengandung zat warna yang kuat seperti dari kulit pohon, daun, dan juga akar. Contoh sumber warnanya yakni terdapat di pohon jambal, tingi, jolawe, tegeran secang, pohon mangga dan daun yang bisa menghasilkan produk eco print.⁣

Pria yang akrab disapa Yadi ini mengatakan, paguyubannya sudah terdaftar 15 anggota. Mereka adalah owner dan pengrajin Kota Cirebon yang memiliki usaha kerajinan seperti batik lukis, kaca makrame, rajut, topeng eco print, bahkan dari UKM makanan juga masuk keanggotaan. Mereka semua ikut serta untuk belajar membatik hingga ke tahap produksi kerajinan batik di godong djati.⁣

“Responnya bagus dari para pegiat kerajinan, dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Cirebon juga antusias. Bahkan kepala dinas juga siap menjadi pembina di paguyuban kami,” terangnya.⁣

Kedepannya, paguyuban ini juga berkeinginan untuk bekerja sama dengan instansi pemerintahan maupun swasta, dan juga keraton- keraton di Kota Cirebon. Dengan begitu, pihaknya bisa memberdayakan masyarakat untuk sama-sama melestarikan kerajinan ini. Mereka pun berharap nantinya hasil kreasi ini bisa dipasarkan dari tingkat lokal, nasional, hingga ekspor. ⁣

Sementara itu, yang bertugas sebagai pemberi pelatihan, Lismah Rahmawati menyampaikan saat ini pihaknya tengah memproduksi masker eco printing.⁣

BACA YUK:  Berbagi Kebahagiaan, Arjakon Migas Cirebon Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim
BACA YUK:  Mulai Hari ini, Pemeriksaan Rapid Test Antigen di Stasiun Hanya Rp. 85 ribu

Hasil karya Paguyuban Gedong Djati Berupa masker dengan pewarna alam


“Sekarang kita sedang mulai project kecil tapi sangat diperlukan saat pandemi seperti ini, yaitu membuat masker eco print dengan pewarna alam,” imbuhnya.⁣

Menurut Lismah, masker di era pandemi sudah menjadi fashion. Sehingga untuk menunjang penampilan, masker harus dibuat cantik dan inovatif. Untuk itu dibuatlah aneka ragam masker seperti corak batik, bahkan nantinya ada variasi rajut, macrame nya, dan juga manik-manik.⁣

Dia menuturkan pula, untuk pelatihan akan diadakan rutin setiap bulan dengan berbagai macam seni atau kerajinan seperti membatik, eco print, merajut, macrame dengan menggunakan pewarna alami.⁣

“Pelatihan dibuka untuk umum dan paket wisata kerja sama dengan pihak Keraton Kasepuhan. Dan bagi yang mau ikut, bisa ke Sanggar Batik Wijaya Kusuma di Kasepuhan Kota Cirebon, isi formulir dan ada iuran tiap bulannya,” bebernya.⁣

Lismah menuturkan selain varian produk masker nantinya akan merambah ke media lain seperti tote bag, sarung bantal kursi dan ke media ukuran besar lain seperti kain maupun baju-baju. (AC560)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

PHRI dan IHGM Cirebon Gelar Sertifikasi Assesor

Cirebon,- Pandemi Covid-19 membuat dunia perhotelan dan pariwisata di Jawa Barat, khususnya di Kota Cirebon terpuruk. Imam Reza Hakiki...

The Cartel Katiasa Gym Kembali Salurkan Bantuan di Bulan Ramadan

Cirebon,- The Cartel, Komunitas Katiasa Gym Cirebon kembali menggelar bakti sosial (Baksos) di bulan Ramadan. Kali ini, anggota The Cartel Katiasa Gym memberikan sembako...

Tenaga Ahli KSP RI: Situasi Mudik Tahun 2021 Berbeda Dengan Tahun Lalu

Cirebon,- Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di Kota Cirebon. Dalam kunjungan kali ini, KSP RI meninjau pelaksanaan penyekatan...

Yogya Grand Cirebon Tawarkan Banyak Fasilitas Menarik dan Bertabur Diskon

Cirebon,- Yogya Grand Cirebon terus berinovasi memberikan pelayanan dan fasilitas terbaiknya untuk para pelanggan. Terlebih, selama ramadan ini pihaknya menawarkan diskon gede-gedean hingga 50%. Seperti...

More Articles Like This