Langka, Indonesia akan Alami Hari Tanpa Bayangan

0
204
Teropong (Foto : fisikabc)

Jakarta – Fenomena alam langka akan kembali terjadi di Indonesia dalam waktu dekat ini. Kali ini kejadian yang akan membuat sejumlah wilayah di Indonesia pada siang hari tidak punya bayangan, sebab matahari akan berada tepat di atas ekuator (khatulistiwa). Artinya matahari akan berada hampir tepat di atas kepala. Hal ini mengakibatkan tidak ada bayangan tepat di siang hari.

“Fenomena ini disebut hari nir bayangan atau hari tanpa bayangan,” kata Jasyanto, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam keterangan tertulisnya kepada About Cirebon, Senin (19/3/2018).

Aston Hotel

LAPAN menyebutkan, Indonesia mengalami hari nir bayangan ini terjadi dua kali pada tahun ini, yaitu pada 21 Maret dan 23 September 2018.

LAPAN mengatakan pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB, Matahari akan tepat berada di atas ekuator. Peristiwa ini dikenal sebagai vernal equinox (vernus = musim semi, equus = sama, noct = malam) karena pada hari itu, durasi siang dan malam di seluruh dunia akan sama, yakni 12 jam.

Di daerah ekuator, misalnya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, matahari akan berada di atas kepala saat tengah hari vernal equinox sehingga sebuah tugu tegak akan tampak tanpa bayangan.

Pada 21 Maret 2018, LAPAN mengungkapkan matahari akan mencapai titik puncak/kulminasi pada pukul 11.50 WIB.

Setelahnya, matahari akan turun perlahan hingga terbenam di titik berat sekitar enam jam kemudian. Fenomena serupa akan terjadi saat autumnal equinox (autumn = musim gugur), yakni pada 23 September 2018.

Hari nir bayangan tidak hanya terjadi di Pontianak atau kota-kota yang dilewati garis ekuator, melainkan dapat terjadi di kota-kota yang berada di antara 23,4 Lintang Selatan dan 23,4 Lintang Utara. (AC350)