Selasa, 30 November 2021

Laleilmanino dan Rizky Febian Rilis Lagu ” Lukisan Kaca”, Terinspirasi dari Nani Maestro Topeng Losari

Populer

UMK Kota Cirebon Tahun 2022 Naik Sebesar Rp. 33 Ribu

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon dan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) telah menggelar rapat penetapan Upah Minimum Kota...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Open Bidding di Pemkab Cirebon Minta Pendampingan KPK RI

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta para pejabat Eselon II yang ikut tes seleksi open bidding mampu membuat inovasi untuk kemajuan...

Pengurus Ikatan Alumni UGJ Cirebon Periode 2021 – 2025 Resmi Dilantik

Cirebon,- Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang...

Catat Tanggalnya, TDA Cirebon Gandeng Lintas Institusi Gelar Pesta Wirausaha dan Vaksinasi

Cirebon,- Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Cirebon bersama Polres Cirebon Kota, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan komunitas lainnya akan...

Cirebon,- Melanjutkan perjalan dari Bali dan Jogja, Laleilmanino dan Rizky Febian mengunjungi kota Cirebon untuk mengeksplorasi tradisi dan budaya yang menjadi ciri khas kota tersebut. Perjalanan kali ini membawa mereka bertemu dengan Nani, Pelaku Seni Tari Topeng Losari, yang tidak hanya memberikan inspirasi, tetapi juga mengajarkan rasa syukur dan keikhlasan.

Pertemuan dengan tradisi dan budaya lokal Cirebon mendorong Laleilmanino dan Rizky Febian untuk berkolaborasi menghadirkan karya ketiga dari JOOX Originals SVARA dengan judul “Lukisan Kaca”.

Merayakan perilisan lagu JOOX Original SVARA “Lukisan Kaca”, pada tanggal 19 November 2021 lalu, JOOX menghadirkan SVARA ROOMS Episode Cirebon dengan menghadirkan trio produser Lale, Ilman, Nino serta Nani, seniman Tari Topeng Losari. Dalam episode kali ini, Laleilmanino dan Nani bercerita soal inspirasi di balik lagu “Lukisan Kaca”, tradisi seni Tari Topeng Losari, hingga beberapa jenis tradisi khas Cirebon lainnya.

Loading...

Nani bercerita bahwa dirinya sudah menari topeng losari selama 42 tahun. Pada awalnya Tari Topeng Losari diciptakan oleh Pangeran Losari sebagai sebuah medium ritual yang menjunjung tinggi kesakralan hidup, bahkan pertunjukannya bisa berdurasi hingga satu hari satu malam. Sebagai keturunan ke-tujuh, baginya Tari Topeng Losari adalah sebuah tanggung jawab dan panggilan hati. Ia mendedikasikan dirinya untuk konsisten melestarikan budaya tersebut.

BACA YUK:  Terinspirasi dari Bali, Canggu Coffee House Hadir di Kota Cirebon

Secara genealogi, tari topeng memiliki banyak gaya yang tergantung dari lokasi geografis dengan ciri khasnya masing-masing. Tari Topeng Losari menjadi salah satu gaya khas yang berkembang di Cirebon.

“Ada beberapa gerakan yang membuat Tari Topeng Losari memiliki ciri khas tersendiri, salah satunya; galeong, gantung sikil, tanjug,” ujar Nani.

Secara filosofis, lanjut Nani, Tari Topeng Losari memiliki makna mendalam yang mengajarkan tentang kehidupan serta hubungan manusia dan Sang Pencipta. Melalui Tari Topeng Losari, Nani menggunakan tubuh sebagai medium untuk berdoa kepada Yang Maha Esa dan bumi sebagai panggungnya.

BACA YUK:  Relaksasi Kredit Perbankan Diperpanjang Hingga Maret 2023, OJK Cirebon Minta BPR Lakukan Evaluasi

Hal yang membuat Tari Topeng Losari menarik adalah fakta bahwa topeng yang digunakan dalam tarian ini telah berumur 400 tahun. Nani menjelaskan bahwa topeng kayu tersebut dirawat dengan diberikan ritual menggunakan asap kemenyan, yang dipercaya memiliki zat untuk menjaga kayu agar tetap awet. Proses sederhana tersebut mampu menjaga topeng hingga 4 abad. Hal ini juga mengajarkan bahwa kesederhanaan adalah bentuk teknologi tertinggi.

Dalam berproses sebagai seorang seniman, Nani banyak diilhami dari realita kehidupan yang tak selalu mulus, sehingga mengajarkan kesabaran dalam menjalani proses berkarya. Bagi Nani, hal yang penting bagi seorang seniman adalah pemahaman bahwa dalam berkesenian bukan hanya soal ambisi dan sepiring nasi, namun lebih dari, karya seni adalah titipan dan seniman hanyalah perantara sang pencipta.

“Nilai yang luhur tersebut layak untuk dilestarikan dan dijadikan pegangan setiap seniman,” katanya.

Melalui SVARA dan lagu “Lukisan Kaca”, Nani berharap Tari Topeng Losari dapat tetap lestari. Kemudian Ia berharap dengan adanya program SVARA, semoga generasi muda bisa lebih mengenal dan mau untuk mempelajari Tari Topeng Losari. Terlebih karena Tari Topeng Losari memiliki pesan yang mendalam soal kehidupan.

“Bagi saya, lagu ‘Lukisan Kaca’ adalah gambaran hidup yang terbungkus dalam lagu yang menyiratkan makna soal kesederhanaan dan rasa syukur yang penting dalam menjalani kehidupan. Mudah-mudahan ke depannya semakin banyak seniman lainnya yang mengangkat kearifan lokal lainnya,” pungkas Nani.

Proses pengerjaan lagu lukisan kaca terhitung tidak lama, percakapan yang mendalam dengan Mbak Nani sangat memberikan inspirasi sehingga mempermudah Laleilmanino dalam mencari ide, terutama tentang pesan yang akan disampaikan dalam lagu. Secara produksi, instrumen suling dan gamelan dipilih karena ada kecocokan dengan instrumen pop lainnya sehingga memunculkan kesan tradisi yang terbalut dalam nuansa yang modern.

BACA YUK:  Wali Kota Cirebon: Kenaikan UMK Kota Cirebon 1.49 Persen Telah Melalui Proses yang Benar
BACA YUK:  Pemuda Cirebon Sukses Bangun Pesantren Satu Desa Satu Yatim Penghafal Quran

Dalam lagu “Lukisan Kaca” ini, Laleilmanino berkolaborasi dengan Rizky Febian, karena menurut mereka, Rizky adalah salah satu figur yang tepat untuk menemani mereka dalam mengeksplorasi budaya Sunda atau Cirebon.

Berbicara soal inspirasi bagi Laleilmanino, salah satu yang paling melekat dari perkataan Nani adalah, “Sebagai seniman kita tidak perlu menghiraukan siapa yang menonton, fokus terhadap diri sendiri dan semesta saja”.

“Dari perkataan tersebut dipahami dan menjadi lirik “permata tak perlu menunjukan dirinya jika ia adalah permata”. Hal tersebut yang mengingatkan Laleilmanino untuk tetap rendah hati, karena ketulusan yang murni tidak memerlukan perhatian dari manusia,” ujar Laleilmanino.

“Lukisan Kaca” merupakan cara Laleilmanino menyampaikan pesan mengenai hal indah dalam hidup namun sering terlupakan. Kemudian judul tersebut dipilih karena Lukisan Kaca merupakan salah satu bentuk kesenian Cirebon. Namun, Topeng Losari lah yang sangat memberikan kesan tersendiri.

“Bagi kami, seluruh pengalaman saat menonton tari topeng sangat memberikan kesan mendalam. Cirebon seperti tempat peleburan tradisi/budaya yang bisa ditemukan baik di Jawa Barat maupun Jawa Tengah,” terangnya.

Pertemuan dengan figur-figur budaya, termasuk Nani mengajarkan Laleilmanino bagaimana menjalani kehidupan sebagai seniman.

“Terkadang ketika perform kita memang selalu memikirkan jumlah penonton, namun pertemuan dengan Mbak Nani mengajarkan kami bahwa hal tersebut bukan hal yang penting, justru yang paling penting adalah bagaimana kita memberikan penampilan dengan seluruh hati kita tanpa berfokus pada perhatian penonton, karena kami hanya perantara dari hal yang jauh lebih besar dari diri kami bertiga,” ujar Laleilmanino sebagai kesannya bertemu dengan Nani, Pelaku Seni Topeng Losari. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenaikan Harga Minyak Goreng Harus Diredam

Jakarta,- Gejolak kenaikan harga minyak goreng hingga akhir tahun diprediksi masih terus merangkak naik. Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik...

Ratusan ASN di Kota Cirebon Dapat Anugerah Satyalancana Karya Satya

Cirebon,- Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberikan anugerah kepada 218 Aparatur Sipil Negara (ASN). Anugerah...

Tingkatkan Pengalaman Nonton, Telkomsel Jalin Kolaborasi dengan Catchplay+

Jakarta,- Telkomsel berkolaborasi bersama Catchplay+ untuk meningkatkan pengalaman menonton bagi masyarakat dengan membuka akses lebih luas dalam menikmati hiburan digital berkualitas kelas dunia yang...

Hadirkan Program Yes Preneur, Anis Matta: UMKM Masa Depan dan Pilar Ekonomi Indonesia

Cirebon,- Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta bersama rombongan terus melakukan roadshow ke berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, Ketua Umum bersama rombongan mengunjungi...

Jalin Kemitraan, RS Sumber Kasih Cirebon Gelar Kompetisi Futsal

Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon menggelar Futsal Competition bersama mitra kerja. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari 27 -28 November 2021 di Lapangan...

More Articles Like This