Lagi-lagi, Usaha Mikro Yang Membutuhkan Sinar Matahari Dibuat Galau Oleh Cuaca Bulan Ini

Cirebon, 25 Maret 2015,- Pagi hari panas, siang mendung, menjelang sore terik, lalu mendung kemudian hujan. Cuaca seperti itulah yang membuat pelaku usaha mikro kebingungan, khususnya mereka yang sangat bergantung akan sinar matahari untuk kebutuhan produksi mereka.

 

Salah satunya, Ibu Sawinah pemilik usaha mikro ikan asin yang terletak di Gang Nelayan, Kecamatan Lemahwungkuk, Pesisir Kota Cirebon mengaku sangat kebingungan dengan cuaca sekarang ini yang tidak tentu, kadang hujan lalu panas bahkan sebaliknya.

 

Akibat cuaca yang tidak menentu, para pelaku usaha yang membutuhkan sinar matahari harus memutar otak agar produksinya tidak mengalami kegagalan.

BACA YUK:  Antisipasi Banjir Lagi, Kelurahan Pekiringan Lakukan Mitigasi Banjir

 

Diakui Ibu Sawinah, jika mendung datang dan sudah ada tanda-tanda akan turun hujan, ia langsung memindahkan seluruh ikan yang dijemur kedalam oven sebagai ganti panas dari sinar matahari.

 

“Kalo panas langsung jemur, nah kalo udah mendung gelap terus udah ada tanda-tanda mau hujan langsung buru-buru masukin ikannya kedalem tungku itu.” Tuturnya.

 

Soal harga, untuk ikan asin merah beliau patok 25 ribu rupiah per kilogram, untuk ikan asin boso 30 ribu rupiah, ikan gesek atau ikan asin 20 ribu rupiah dan ikan pi’i seharga 45 ribu per kilogramnya.

BACA YUK:  Serap Aspirasi dari Masyarakat Saat Reses, Ahmad Syauqi akan Tindaklanjuti

 

“Kalo ada yang mau beli mah dateng sendiri kesini langsung biasanya. Kita juga kirim ke tengkulak-tengkulak untuk diteruskan dijual di pasar-pasar.” Tutup Ibu Sawinah. (AC530)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *