Minggu, 17 Oktober 2021

Kue Apem, Tradisi Masyarakat Cirebon di Bulan Shafar

Populer

750 Tanaman Bonsai Nasional Dipamerkan di Cirebon

Cirebon,- Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Cirebon menggelar Pameran Bonsai Nasional dan Exibisi Adenium hingga 12 Oktober 2021....

Selama Pandemi COVID-19, Pecinta Bonsai di Tanah Air Meningkat 40 Persen

Cirebon,- Selama Pandemi COVID-19 banyak masyarakat memiliki waktu luang untuk beraktivitas dan menyalurkan hobi. Seperti halnya pecinta tanaman hias...

Kirab Merah Putih dari Balai Kota Cirebon Menuju Astana Gunung Jati

Cirebon,- Kirab Merah Putih dalam rangka HUT ke-76 TNI, membawa bendera pusaka dari Balai Kota Cirebon menuju Astana Gunung...

Tiga Atlet Asal Kota Cirebon Raih Medali di PON XX Papua

Cirebon,- Sebanyak 17 atlet asal Kota Cirebon memperkuat kontingen Jawa Barat dalam PON XX 2021 Papua. Dari 17 atlet...

Bangun Bisnis Industri Rumahan, Pasangan Suami Istri Ini Raup Omset Ratusan Juta Rupiah

Cirebon,- Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap penjualan para pelaku bisnis hingga UMKM. Namun, pandemi ini tidak berpengaruh terhadap usaha...

Cirebon 24 Desember 2014 – Mencicipi kue apem dicampur kinca kelapa penuh rasa manis akan membuat ketagihan. Kue apem adalah makanan cemilan dan juga bisa dijadikan makanan khas Cirebon.

Tradisi masyarakat Cirebon di bulan Shafar adalah membuat apem atau membeli apem di pedagang.  Apem adalah kue yang terbuat dari bahan yang cukup sederhana yakni beras ketan dan dicampur dengan bahan tape kemudian dikukus. Sedangkan untuk kincanya terbuat dari gula jawa dicampur kelapa kemudian dimasak sampai matang dengan ditambahkan sedikit garam.

BACA YUK:  Oasis Bistro & Poolside Aston Cirebon Hotel Hadirkan Menu Terbaru

Kue apem bukan hanya ada di bulan Shafar saja tetapi sudah dijadikan makanan khas tradisional Cirebon di bulan selain Shafar.

Loading...

Upit (30) tahun pedagang kue apem yang ditemui About Cirebon di depan Pasar Kanoman mengatakan berjualan kue apem di tempat ini sudah bertahun-tahun dan tidak mesti di bulan Shafar tapi juga di bulan lainnya. Akan tetapi di bulan Shafar ini banyak pesanan bisa mencapai 1500 pcs apem.

” Saya berjualan dari pagi sampai jam 12 sudah habis, kalau tiap harinya membuat kue apem gak begitu banyak namun di bulan Safar menambah jumlah pembuatannya,” ujarnya dengan rasa senang. (kir/job)

BACA YUK:  GH Kopi Cirebon Hadirkan Live Musik Jazz
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

2 Kota Sekaligus! FIFGroup Fest Beri Kejuatan Promo di Samarinda dan Balikpapan

Samarinda,- FIFGROUP FEST kembali hadirkan event promo pertamanya di bulan Oktober dengan menyambangi 2 kota sekaligus, yaitu Kota Samarinda...

Musyawarah Nasional IMA Tetapkan Suparno Djasmin Sebagai President IMA Periode 2021-2023

Jakarta,- Seiring dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan Indonesia Marketing Association (IMA) periode 2019-2021, presidium IMA menggelar Musyawarah Nasional (Munas) 2021. Munas yang diselenggarakan tiap...

Tingkatkan Moderasi Beragama, Puslitbang Bimas Agama Kementerian Agama RI Gelar Halaqah Nasional di Cirebon

Cirebon,- Puslitbang Bimas Agama Kementerian Agama (Kemenag) RI bekerja sama dengan Yayasan Lentera Muda Indonesia dan GP Ansor Kabupaten Cirebon menggelar Halaqah Nasional, Deklarasi,...

Warga RW 04 Surapandan Keluhkan Infrastruktur ke Wakil Ketua DPRD

Cirebon,- Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah S.Sos melakukan kegiatan reses di RW 04 Surapandan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat (15/10/2021). Kegiatan reses...

More Articles Like This