Rabu, 27 Oktober 2021

Kubur Dendam dan Benci, Demi Damai di Kota Wali

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Aremania dan Bonek. Siapa yang tak tahu rivalitas kedua suporter besar di Indonesia. Bentrokan sering terjadi antara Aremania dan Bonek. Februari lalu, kedua suporter ini terlibat bentrok di Kota Blitar, Jatim. Bentrokan terjadi menjelang laga semifinal Piala Gubernur Jatim di Stadion Supriyadi.

Laga Arema melawan Persebaya, atau Persebaya lawan Arema adalah derby terpanas di Jatim. Jelas membuat tensi darah Bonek dan Aremania selalu tinggi. Sudah dua dekade lebih kedua suporter ini menandatangani nota kesepakatan.

Dikutip dari beberapa sumber, tahun 1999 kedua kelompok suporter ini bersama Kapolda Jatim menandatangani nota kesepakatan. Isinya bahwa masing-masing kelompok suporter tidak hadir ke kandang lawan dalam laga Arema dan Persebaya. Semenjak tahun 1999, keduanya kelompok ini tak pernah saling tandang dalam laga derby panas Jatim.

Loading...

Permusuhan kedua kelompok suporter ini menyebar hingga ke daerah-daerah. Aremania dan Bonek kerap saling ejek. Umpatan, makian dan cacian sudah jadi kebiasaan. Bahkan bisa memicu bentrokan.

BACA YUK:  Ratusan Warga di 15 Desa di Cirebon, Serentak Dilatih Literasi Digital

Tim sepakbolacirebonid penasaran dengan konflik kedua suporter besar tersebut. Beberapa hari lalu, empat dedengkot Aremania Cirebon, yakni Sam Rahmat, Sam Obo, Sam Audi dan Sam Mulyana menerima undangan untuk mampir ke markas sepakbolacirebonid. Salah satu topik perbincangannya adalah tentang rivalitas antara Aremania dan Bonek. Bagaimanakah rivalitas kedua suporter ini di Cirebon, kota yang berjuluk Tanah Wali atau Kota Wali?

Saat ini usia Aremania Cirebon mencapai satu dekade, atau 10 tahun. Beberapa pendiri Aremania Cirebon awalnya tak saling mengenal. Kemudian, terbesit untuk membuat pertemuan bagi yang cinta Arema. Sam Rahmat salah satu pelaku sejarahnya.

“Dari situ kita mulai menggelar pertemuan. Sedikit demi sedikit hingga akhirnya banyak,” kata Rahmat mengawali perbincangan dengan sepakbolacirebonid.

BACA YUK:  Mengenang Para Pahlawan, HUT Partai Golkar ke-57 Gelar Ziarah dan Tabur Bunga

Aremania Cirebon tak pernah meminta sejumlah syarat kepada anggota barunya. Hanya satu yang diminta, yakni mencintai Arema. Anggota pun tak diwajibkan untuk membenci Bonek. Bahkan, dianjurkan untuk berdamai.

Aremania Cirebon sadar, permusuhan antara Aremania dan Bonek tak sejatinya menjadi alasan untuk saling membenci sesama masyarakat Cirebon. Merawat perdamaian lebih penting ketimbang bermusuhan.

Sam Obo menilai rivalitas Aremania dan Bonek biar lah menjadi bumbu dalam setiap laga klasik derby panas Jatim. “Di Cirebon jangan sampai Aremania sama Bonek ribut. Jangan menyangkutpautkan. Jatim ya Jatim. Tapi kita, harus tetap jaga nama baik Cirebon. Kita ingin itu. Saling menghargai, jangan ikutan seperti yang terjadi di luar daerah,” kata Obo.

Obo pun memiliki prinsip untuk tidak pernah merawat dendam dan kebencian terhadap Bonek. Ia ingin Kota Wali ini tetap damai. Saling akur, guyub dan seduluran.

“Kubur dendam dan kebencian di bawah bendera Cirebon,” ucap Obo.

Ketiga dedengkot Aremania Cirebon lainnya, yakni Audi, Mulyana dan Rahmat mengamini omongan Obo.

Audi kemudian menceritakan tentang momen yang tak bisa dilupakan saat menyaksikan Arema. Utamanya tentang menghormati kelompok suporter lain. Laga final Piala Bhayangkara 2016 di Stadion Gelora Bung Karno, antara Arema melawan Persib adalah salah satu laga spesial baginya. Arema berhasil menumbangkan Persib dengan skor 2-0.

“Kita ketemu kawan-kawan dari Bandung, Bobotoh dan Viking. Tentram. Tapi memang ada provokasi. Kita juga ketemu teman-teman viking dari Cirebon juga. Arema menang waktu itu,” kata Audi.

BACA YUK:  Mengenang Para Pahlawan, HUT Partai Golkar ke-57 Gelar Ziarah dan Tabur Bunga

Selain berbincang tentang rivalitas kedua kelompok suporter ini. Aremania Cirebon juga menyoroti tentang kepastian pelaksanaan Liga 1 yang tak kunjung pasti. Intinya, Aremania Cirebon sepakat liga dilanjutkan. Tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran.

BACA YUK:  Kini Penggemar Jazz di Cirebon Bisa Menikmati Kembali Jazz Night

Silakan simak obrolan lengkapnya di kanal Youtube tarkamphotographerclub, dan akun Spotify sepakbolacirebon.id. Lokal, Vokal, Total !!

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

UGJ Gelar Wisuda Sarjana dan Magister ke-60 dan 61 Tahun 2021

Cirebon,- Wisuda sarjana dan magister ke-60 dan 61 tahun 2021 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon diselenggarakan di Hotel...

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana pembangunan industri di Kota Cirebon....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka-luka. Kapolresta Cirebon, Kombes...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

More Articles Like This