Sabtu, 5 Desember 2020

Kubur Dendam dan Benci, Demi Damai di Kota Wali

Populer

Istri Sunjaya Purwadisastra, Hj. Wahyu Tjiptaningsih Terpilih Jadi Wakil Bupati Cirebon

Cirebon,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon menetapkan Hj. Wahyu Tjiptaningsih sebagai Calon Terpilih Wakil Bupati Cirebon sisa...

Crab 1818 Hadirkan Promo Bapper, Harga Lebih Murah ⁣

Cirebon,- Restoran Pelopor Bancakan Seafood pertama di Kota Cirebon, Crab 1818 kembali menghadirkan promo untuk pelanggan.⁣ ⁣ Crab 1818 yang berlokasi...

Kandang Ayam Hadir di Cirebon, Tawarkan Menu Olahan Ayam dan Pilihan Sauce

Cirebon,- Resto Kandang Ayam kini hadir meramaikan kuliner di Kota Cirebon. Bertempat di Jalan Sudarsono, Kota Cirebon, Resto Kandang...

Mulai Desember, Pegawai di Pemkab Cirebon Gunakan Batik Mande Praja Caruban

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menetapkan Batik Mande Praja Caruban sebagai batik baru untuk seluruh pegawai di Pemerintahan Kabupaten...

MD 7 Hotel Hadir di Cirebon, Tawarkan Promo Menarik Hanya Rp. 187 ribu/Malam

Cirebon,- MD 7 Hotel merupakan hotel budget yang terletak di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Hotel dengan 8 lantai ini...

Cirebon,- Aremania dan Bonek. Siapa yang tak tahu rivalitas kedua suporter besar di Indonesia. Bentrokan sering terjadi antara Aremania dan Bonek. Februari lalu, kedua suporter ini terlibat bentrok di Kota Blitar, Jatim. Bentrokan terjadi menjelang laga semifinal Piala Gubernur Jatim di Stadion Supriyadi.

Laga Arema melawan Persebaya, atau Persebaya lawan Arema adalah derby terpanas di Jatim. Jelas membuat tensi darah Bonek dan Aremania selalu tinggi. Sudah dua dekade lebih kedua suporter ini menandatangani nota kesepakatan.

Dikutip dari beberapa sumber, tahun 1999 kedua kelompok suporter ini bersama Kapolda Jatim menandatangani nota kesepakatan. Isinya bahwa masing-masing kelompok suporter tidak hadir ke kandang lawan dalam laga Arema dan Persebaya. Semenjak tahun 1999, keduanya kelompok ini tak pernah saling tandang dalam laga derby panas Jatim.

Loading...

Permusuhan kedua kelompok suporter ini menyebar hingga ke daerah-daerah. Aremania dan Bonek kerap saling ejek. Umpatan, makian dan cacian sudah jadi kebiasaan. Bahkan bisa memicu bentrokan.

BACA YUK:  UMK Kota Cirebon Tahun 2021 Disepakati Naik Sebesar 1.44 Persen

Tim sepakbolacirebonid penasaran dengan konflik kedua suporter besar tersebut. Beberapa hari lalu, empat dedengkot Aremania Cirebon, yakni Sam Rahmat, Sam Obo, Sam Audi dan Sam Mulyana menerima undangan untuk mampir ke markas sepakbolacirebonid. Salah satu topik perbincangannya adalah tentang rivalitas antara Aremania dan Bonek. Bagaimanakah rivalitas kedua suporter ini di Cirebon, kota yang berjuluk Tanah Wali atau Kota Wali?

Saat ini usia Aremania Cirebon mencapai satu dekade, atau 10 tahun. Beberapa pendiri Aremania Cirebon awalnya tak saling mengenal. Kemudian, terbesit untuk membuat pertemuan bagi yang cinta Arema. Sam Rahmat salah satu pelaku sejarahnya.

“Dari situ kita mulai menggelar pertemuan. Sedikit demi sedikit hingga akhirnya banyak,” kata Rahmat mengawali perbincangan dengan sepakbolacirebonid.

BACA YUK:  Mudahkan Investasi Emas dari HP, Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Aremania Cirebon tak pernah meminta sejumlah syarat kepada anggota barunya. Hanya satu yang diminta, yakni mencintai Arema. Anggota pun tak diwajibkan untuk membenci Bonek. Bahkan, dianjurkan untuk berdamai.

Aremania Cirebon sadar, permusuhan antara Aremania dan Bonek tak sejatinya menjadi alasan untuk saling membenci sesama masyarakat Cirebon. Merawat perdamaian lebih penting ketimbang bermusuhan.

Sam Obo menilai rivalitas Aremania dan Bonek biar lah menjadi bumbu dalam setiap laga klasik derby panas Jatim. “Di Cirebon jangan sampai Aremania sama Bonek ribut. Jangan menyangkutpautkan. Jatim ya Jatim. Tapi kita, harus tetap jaga nama baik Cirebon. Kita ingin itu. Saling menghargai, jangan ikutan seperti yang terjadi di luar daerah,” kata Obo.

Obo pun memiliki prinsip untuk tidak pernah merawat dendam dan kebencian terhadap Bonek. Ia ingin Kota Wali ini tetap damai. Saling akur, guyub dan seduluran.

“Kubur dendam dan kebencian di bawah bendera Cirebon,” ucap Obo.

Ketiga dedengkot Aremania Cirebon lainnya, yakni Audi, Mulyana dan Rahmat mengamini omongan Obo.

Audi kemudian menceritakan tentang momen yang tak bisa dilupakan saat menyaksikan Arema. Utamanya tentang menghormati kelompok suporter lain. Laga final Piala Bhayangkara 2016 di Stadion Gelora Bung Karno, antara Arema melawan Persib adalah salah satu laga spesial baginya. Arema berhasil menumbangkan Persib dengan skor 2-0.

BACA YUK:  Tingkatkan Jaminan Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan, BKIPM Cirebon Gelar FGD ⁣

“Kita ketemu kawan-kawan dari Bandung, Bobotoh dan Viking. Tentram. Tapi memang ada provokasi. Kita juga ketemu teman-teman viking dari Cirebon juga. Arema menang waktu itu,” kata Audi.

Selain berbincang tentang rivalitas kedua kelompok suporter ini. Aremania Cirebon juga menyoroti tentang kepastian pelaksanaan Liga 1 yang tak kunjung pasti. Intinya, Aremania Cirebon sepakat liga dilanjutkan. Tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran.

BACA YUK:  Alvin Dero Duaramuri, Pemuda Asal Cirebon yang Dikontrak Borneo FC

Silakan simak obrolan lengkapnya di kanal Youtube tarkamphotographerclub, dan akun Spotify sepakbolacirebon.id. Lokal, Vokal, Total !!

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bupati Imron Pimpin Kabupaten Cirebon Secara Virtual

Cirebon,- Tiga hari pasca positif Covid-19 Bupati Cirebon, Drs. H. Imron kini menjalani isolasi mandiri dan tetap menjalankan roda...

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, KAI Siagakan Sarana Prasarana

Cirebon,- Menjelang liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru), PT KAI Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon menyiagakan seluruh sarana, prasarana, dan SDM yang...

Apresiasi Kepada Pelanggan, Telkomsel Hadirkan To the POIN Festival

Jakarta,- Jelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Telkomsel kembali memberikan program spesial kepada seluruh pelanggan setia dengan menggelar program To the POIN...

En’s Wedding Festival Secara Virtual Berlangsung Sukses

Cirebon,- En's Virtual Wedding Festival 2020 yang diselenggarakan oleh En's Collections dari tanggal 16-30 November 2020 sukses digelar. Selama 15 hari berlangsung yang diikuti sebanyak...

More Articles Like This