Kreatif! Manfaatkan Sampah, Mahasiswa KKN-T IPB University Membuat Urban Farming dan Pupuk Organik Cair

Cirebon,- Mahasiswa IPB University melakukan program “Mentari : Mertapada Kulon Teratur dan Asri”, yang merupakan rangkaian kegiatan KKN-T yang sedang dilaksanakan selama beberapa waktu kedepan di Desa Mertapada Kulon, Cirebon. Kelompok mahasiswa KKN-T yang sedang melakukan tugas di Desa Mertapada Kulon terdiri atas Muhammad Zaidan Ahsan, Ridho Utama Yusuf, Wani Da’tusalamah, Sanaya Nafa Adhira, Puspita Annahal, Rizma Maliyatuz Zakiyyah, Syifa Istighfarani, dan Ahmad Hizbullah Jaabir. Kegiatan mentari pembuatan urban farming dan Pupuk organik cair dilakukan di Balai Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon pada Hari Jumat, 29 Juli 2022. Kegiatan tersebut diikuti oleh pemerintah dan warga Desa Mertapada Kulon, Cirebon.

“Urban farming atau pertanian perkotaan ini banyak sekali tipe nya, salah satunya yang akan diterapkan di Desa Mertapada Kulon adalah dengan teknik vertikultur. Manfaat teknik ini adalah dengan tidak menggunakan lahan luas seperti pertanian konvensional, namun di lahan terbatas dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan hasil pertanian vertikultur yang juga tidak kalah dari teknik konvensional. Jenis tanaman yang dicontohkan adalah kangkung, namun untuk jenis yang lain sangat berpotensi. Yang unik adalah, pemanfaatan botol plastik yang sudah dihias sedemikian rupa agar menarik. Hal ini didasarkan pada sampah botol plastik yang terlampau banyak di lingkungan Desa, dan belum dimanfaatkan secara optimal”, ungkap Jaabir mahasiswa IPB yang menyampaikan pembuatan urban farming.

BACA YUK:  Ini Penjelasan RSD Gunung Jati Terkait Pasien Menunggu Lama di IGD

Disamping pembuatan urban farming, mahasiswa IPB juga memberikan penyuluhan terkait pemanfaatan sampah organik dari sampah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair atau POC. Demonstrasi dilakukan oleh Puspita Annahal.

“Pupuk Organik Cair atau POC merupakan salah satu upaya pemanfaatan sampah atau limbah organik menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih dan tentu ramah lingkungan. Mengingat sampah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga POC ini sangat potensial untuk dikembangkan dan dibudidayakan baik secara individual ataupun komunal”, ungkap Zaidan selaku ketua kelompok mahasiswa.

BACA YUK:  Biznet Bangun Infrastruktur Internet Masa Depan di Pulau Bangka

Puspita selaku penyuluh materi pembuatan pupuk organik cair, mengatakan bahwa, “Pembuatan POC sangat mudah dan bahan-bahan yang diperlukan mudah ditemukan dan murah. Bahan yang diperlukan seperti limbah sayur, buah, dan lainnya, molases atau gula merah, EM4, dan air. Sedangkan alat-alat yang diperlukan seperti ember atau wadah, plastik, kayu pengaduk, selang, dan botol plastik. POC dapat digunakan untuk tanaman hortikultura dengan takaran tertentu. Proses fermentasi berlangsung selama kurang lebih seminggu, setelahnya barulah POC dapat diaplikasikan ke tanaman hias, buah atau sayur”.

Output yang diharapkan dari program ini adalah agar warga Desa Mertapada Kulon mengetahui manfaat besar sampah jika dilakukan pemilahan dan pengelolaan secara maksimal dan mempraktikkan pembuatan urban farming serta pupuk organik cair di tingkat komunal tiap wilayah ata dusun masing-masing sebagai upaya menciptakan ketahanan pangan rumah tangga dan pemanfaatan sampah yang ramah lingkungan. Warga Desa Mertapada Kulon sangat antusias dengan adanya kegiatan penyuluhan ini. Selain demonstrasi pembuatan urban farming dan Pupuk organik cair, juga diberikan penyerahan hasil urban farming secara simbolis kepada pemerintah Desa Mertapada kulon. Kemudian, hasil panen pupuk organik cair yang sebelumnya sudah dilakukan juga dibagikan kepada perwakilan warga Desa dan Pemerintah Desa Mertapada Kulon.

BACA YUK:  Dorong UMKM Miliki Legal Formal, Kemenkopukm dan Anggota DPR RI Gelar Sosialisasi Formalisasi

“Terima kasih kepada mahasiswa IPB Yangs udah melakukan banyak program bermanfaat bagi masyarakat Desa Mertapada Kulon. Kami sangat bangga dan semoga apa yang diberikan dapat diterapkan dan dilanjutkan oleh Desa dan seluruh warga, agar bisa menciptakan kemajuan dan kemandirian Desa”, ungkap Plt Desa Mertapada Kulon yang biasa disapa Uki.

Dengan diadakannya program ini diharapkan warga Desa Mertapada Kulon dapat menerapkan pembuatan urban farming sebagai upaya menciptakan ketahan pangan rumah tangga dan membuat pupuk organik cair sebagai alternatif pengelolaan sampah organik Rama lingkungan. (MZA)

 

(Dilihat: 66 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.