Selasa, 29 September 2020

KPw BI Cirebon dan Pemkab Indramayu Luncurkan Gerakan Bela Beli Produk UKM

Populer

46 Santri Pondok Pesantren di Kuningan Terpapar Covid-19

Kuningan,- Sebanyak 46 santri di Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Kuningan Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19.Aktivitas di pondok pesantren...

Tilik Kana Cirebon Hadir untuk Angkat Potensi UKM Khusus Kuliner

Cirebon,- Untuk menjadikan UKM (Usaha Kecil Menengah) naik kelas, Food Court Tilik Kana yang berlokasi di Jalan Pancuran Barat...

Wali Kota Cirebon: Mulai 1 Oktober 2020 yang Tidak Patuh Protokol Kesehatan akan Ditindak Tegas

Cirebon,- Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon, Walikota Cirebon Drs. Nashrudin Azis tak henti-hentinya melakukan edukasi dan sosialisasi...

Pemerintah dan Keraton Kasepuhan Cirebon Sepakat Meniadakan Pasar Muludan

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon bersama dengan Keraton Kasepuhan bersepakat meniadakan pasar malam atau Muludan di area Keraton Kasepuhan...

Wakil Wali Kota Cirebon Kunjungi Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19

Cirebon,- Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati kembali mengunjungi warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang isolasi mandiri, Jumat...

Indramayu,- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu meluncurkan Gerakan Bela Beli Produk UKM Kabupaten Indramayu, Jumat (24/7/2020) kemarin.

Kegiatan yang berlangsung di Indrasari Pusat Oleh-oleh Indramayu, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Indramayu tersebut merupakan salah satu upaya gerakan untuk mendorong perekonomian mikro, khususnya di sektor Usaha Kecil dan Mirko (UKM) dan Industri Kecil dan Mikro (IKM) yang terdampak Covid-19.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu yakin bahwa produk-produk unggulan UKM Indramayu juga dirasa mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional, sehingga fasilitasi akses pembayaran digital dan pembekalan penguatan daya saing produk juga dirasa penting untuk ditingkatkan.

Loading...

Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat khususnya UKM dan IKM dengan berbagai cara.

BACA YUK:  Angkot di Kota Cirebon Disemprot Cairan Disinfektan

“Kami akan terus mendorong peningkatan ekonomi dengan berbagai cara, seperti sistem perizinan yang lebih mudah dan transparan serta fasilitasi akses pemasaran produk bekerjasama dengan perusahaan ritel nasional,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu, lanjut Taufik, melakukan penguatan UMKM melalui langkah penyerapan dan pemasaran produk UMKM (offtaker) dan akselerasi digitalisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Taufik menghimbau kepada masyarakat Indramayu dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk bersama-sama membela UMKM.

“Caranya dengan membeli dan turut mempromosikan produk UMKM Indramayu penggunaan produk-produk UKM dan IKM Kabupaten Indramayu saat dilakukan rapat maupun pertemuan,” tandasnya.

Sementara itu, Bakti Artanta, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa perluasan target pasar penjualan produk UKM masih belum lengkap dan belum disertai dengan teknologi finansial seperti penyediaan layanan pembayaran non tunai.

BACA YUK:  Kota dan Kabupaten Se-Jawa Barat Dapat Bantuan Alat PCR Portable

Pembayaran non tunai, menurut Bakti, di masa pandemi seperti sekarang menjadi solusi yang memudahkan konsumen dalam berbelanja kebutuhan namun tetap mengikuti aturan protokol kesehatan.

“Dalam kondisi seperti ini, pembayaran non tunai menjadi solusi dan mempermudah konsumen dalam berbelanja,” katanya.

Bakti juga menghimbau kepada seluruh pelaku UKM dan IKM tidak hanya di Indramayu namun juga di seluruh wilayah Ciayumajakuning untuk tidak ragu menghubungi Bank Indonesia ataupun Perusahaan Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) apabila ingin difasilitasi untuk pembuatan layanan pembayaran non tunai.

Dalam kesempatan tersebut, sekitar 40 UKM Kabupaten Indramayu melakukan pendaftaran di PJSP untuk layanan pembayaran non tunai.

Seperti yang diungkapkan Darwinah, tokoh pejuang UMKM Kabupaten Indramayu menyampaikan bahwa pembayaran non tunai ini sangat membantu promosi dan penjualan produk selama masa pandemi.

Konsumen dari berbagai daerah dapat dengan mudah melakukan pembayaran melalui dompet elektronik yang sudah terdaftar di Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), setelah mengirimkan bukti pembayaran maka barang akan dikirim kepada konsumen.

“Hal ini juga lebih efisien bagi konsumen, sebab pembayaran melalui dompet elektronik tidak dikenai biaya apapun sebagaimana yang terjadi apabila dana ditransfer antar bank,” terangnya.

QRIS sendiri merupakan inovasi yang dibuat oleh BI bekerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) sehingga pembayaran melalui scan QR Code dapat dilakukan secara inklusif melalui berbagai aplikasi pembayaran yang sudah terdaftar.

BACA YUK:  ACT Cirebon Ajak Masjid Bantu UMKM dengan Wakaf Modal Usaha Mikro

Diharapkan kesadaran pelaku UMKM untuk penyediaan layanan pembayaran non tunai pada produknya dapat lebih ditingkatkan, sebab QRIS bersifat universal, gampang, untung dan langsung. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bupati Cirebon Minta Bidan Kawal Pencegahan Covid-19 di Tingkat Desa

Cirebon,- Seluruh bidan di Kabupaten Cirebon, diminta ikut terlibat dalam pencegahan penyebaran virus covid 19 di tingkatan desa.Menurut Bupati...

Kembangkan Industri Teknologi, Telkomsel Tech Titans League Siap Digelar

Jakarta,- Telkomsel menghadirkan Tech Titans League, sebuah program terbaru yang bertujuan mengajak para talenta unggul bidang teknologi di Tanah Air untuk mengembangkan pengetahuan serta...

RM Abah Wardja Wedangan 90an Hadir dengan Konsep Djadul

Cirebon,- Dengan konsep kayu dan interior lawas, rumah makan dengan menu tradisional hadir untuk para pecinta kuliner Cirebon.Bertempat di Jalan Ir. Soekarno, Desa Kecomberan,...

Peringati HUT KAI ke-75, Daop 3 Cirebon Berikan Bantuan Mobil untuk Penyandang Disabilitas

Cirebon,- Dalam rangka memperingati HUT Kereta Api Indonesia (KAI) ke-75 yang jatuh pada Senin 28 September, melalui program CSR, KAI Daerah Operasional (Daop) 3...

More Articles Like This