Minggu, 17 Oktober 2021

Kota Cirebon Siap Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Populer

750 Tanaman Bonsai Nasional Dipamerkan di Cirebon

Cirebon,- Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Cirebon menggelar Pameran Bonsai Nasional dan Exibisi Adenium hingga 12 Oktober 2021....

Selama Pandemi COVID-19, Pecinta Bonsai di Tanah Air Meningkat 40 Persen

Cirebon,- Selama Pandemi COVID-19 banyak masyarakat memiliki waktu luang untuk beraktivitas dan menyalurkan hobi. Seperti halnya pecinta tanaman hias...

Kirab Merah Putih dari Balai Kota Cirebon Menuju Astana Gunung Jati

Cirebon,- Kirab Merah Putih dalam rangka HUT ke-76 TNI, membawa bendera pusaka dari Balai Kota Cirebon menuju Astana Gunung...

Tiga Atlet Asal Kota Cirebon Raih Medali di PON XX Papua

Cirebon,- Sebanyak 17 atlet asal Kota Cirebon memperkuat kontingen Jawa Barat dalam PON XX 2021 Papua. Dari 17 atlet...

Bangun Bisnis Industri Rumahan, Pasangan Suami Istri Ini Raup Omset Ratusan Juta Rupiah

Cirebon,- Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap penjualan para pelaku bisnis hingga UMKM. Namun, pandemi ini tidak berpengaruh terhadap usaha...

Cirebon,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai tanggal 12 Juni 2020.

Keputusan tersebut berdasarkan surat keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 443/Kep.274-Hukham/2020 tentang pembatasan sosial berskala besar tingkat daerah Provinsi Jawa Barat dalam rangka percepatan penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Namun, Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal. Pasalnya, Kota Cirebon salah satu kota di Jawa Barat yang masuk dalam kategori zona biru dari 15 daerah di Jawa Barat.

Loading...

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Eti Herawati usai video Conference bersama Gubernur Jawa Barat mengatakan Kota Cirebon siap untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru (ABK), karena masuk dalam zona biru.

Baca Yuk : Masuk Zona Biru, Kabupaten Cirebon Tidak Perpanjang PSBB

BACA YUK:  Nelayan dan Pengusaha Ikan di Kota Cirebon Tolak PP Nomor 85 Tahun 2021

“Kota Cirebon sudah masuk zona biru, dan ada beberapa yang nanti regulasinya akan dirapatkan kembali,” ujar Eti, Jumat (29/5/2020).

Lanjut Eti, Wali Kota Cirebon malam ini akan membahas dengan lima kepala daerah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) dan setelah itu akan di rapatkan kembali dengan Forkopimda dan dinas terkait.

“Setelah pertemuan dengan kepala daerah se-Ciayumajakuning, kita akan rapatkan barisan dengan seluruh dinas terkait, serta dengan TNI-Polri, untuk menyikapi arahan gubernur,” ungkapnya.

Walaupun Kota Cirebon tetap melaksanakan PSBB tahap ketiga, menurut Eti, Kota Cirebon siap untuk melaksanakan adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

“Kami siap melaksanakan AKB. Nantinya setiap dinas akan menyosialisasikan AKB di bidangnya masing-masing,” jelasnya.

Eti meminta kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 ketika penerapan AKB di Kota Cirebon.

“Masyarakat harus tetap mengikuti protokol kesehatan, seperti tidak berkerumun, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan selalu pakai masker,” pungkas Eti.

BACA YUK:  Pemkab Cirebon Targetkan Bebas Sampah di 2024

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda menjelaskan bahwa TNI – Polri siap mengawal penerapan AKB atau New Normal di wilayah Kota Cirebon. Karena, sejak awal sudah bekerja sama dengan pemerintah.

“Kami siap mengawal penerapan AKB dan akan ada penguatan tertentu untuk mendisiplinkan masyarakat,” ujar Syamsul.

Lanjut Syamsul, dalam penerapan AKB di wilayah Kota Cirebon akan menerjunkan sepertiga kekuatan personil dari 890 personil yang dimiliki Polres Cirebon Kota.

Dengan adanya AKB ini, kata Syamsul, maka akan ada penguatan TNI dan Polri yang hadir di tempat-tempat keramaian seperti mall dan pusat perbelanjaan.

“Jadi, kegiatan yang dilakukan pemerintahan akan didampingi oleh TNI dan Polri untuk memastikan masyarakat disiplin dengan adaptasi yang baru,” ungkapnya.

Syamsul menambahkan, pemerintahan, TNI dan Polri juga akan menyosialisasikan kebiasaan baru yang harus kita terima hari ini. Seperti kebiasaan rajin mencuci tangan, menggunakan masker, jaga jarak dan perilaku hidup sehat.

“Untuk itu istilah AKB ini digunakan, bukan new normal life. Karena jika istilah new normal life yang digunakan maka dikhawatirkan masyarakat yang tidak mengerti akan kembali ke zaman seperti belum ada Covid-19,” tutupnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

2 Kota Sekaligus! FIFGroup Fest Beri Kejuatan Promo di Samarinda dan Balikpapan

Samarinda,- FIFGROUP FEST kembali hadirkan event promo pertamanya di bulan Oktober dengan menyambangi 2 kota sekaligus, yaitu Kota Samarinda...

Musyawarah Nasional IMA Tetapkan Suparno Djasmin Sebagai President IMA Periode 2021-2023

Jakarta,- Seiring dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan Indonesia Marketing Association (IMA) periode 2019-2021, presidium IMA menggelar Musyawarah Nasional (Munas) 2021. Munas yang diselenggarakan tiap...

Tingkatkan Moderasi Beragama, Puslitbang Bimas Agama Kementerian Agama RI Gelar Halaqah Nasional di Cirebon

Cirebon,- Puslitbang Bimas Agama Kementerian Agama (Kemenag) RI bekerja sama dengan Yayasan Lentera Muda Indonesia dan GP Ansor Kabupaten Cirebon menggelar Halaqah Nasional, Deklarasi,...

Warga RW 04 Surapandan Keluhkan Infrastruktur ke Wakil Ketua DPRD

Cirebon,- Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah S.Sos melakukan kegiatan reses di RW 04 Surapandan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat (15/10/2021). Kegiatan reses...

More Articles Like This