Selasa, 18 Mei 2021

Kota Cirebon Siap Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Populer

Kampung Sabin, Tawarkan Konsep Suasana Bali

Cirebon,- Ingin merasakan suasana seperti di Ubud Bali, kini tidak perlu jauh-jauh harus pergi ke Bali. Pasalnya, di Cirebon...

Pesona Curug Cigetruk yang Belum Banyak Orang Tahu dengan Ketinggian 27 Meter⁣⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Kecamatan Dukupuntang dikenal sebagai salah satu wilayah kecamatan penyangga pariwisata berbasis alam (Agrowisata) di Kabupaten Cirebon.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ Terdapat berbagai sumber...

Serentak, PGRI Kota Cirebon Bagikan 3000 Takjil dan Nasi Kotak di 4 Kecamatan⁣

Cirebon,- Di penghujung Ramadan 1442 H ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon mengadakan kegiatan berbagi. Berbeda dengan...

RedBox Barbershop Ramai Pengunjung, Hari Lebaran Tetap Buka

Cirebon,- Jelang hari raya Idulfitri, jasa potong rambut atau barbershop ramai pengunjung. Hal ini menjadi berkah tersendiri bari para...

Cirebon,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai tanggal 12 Juni 2020.

Keputusan tersebut berdasarkan surat keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 443/Kep.274-Hukham/2020 tentang pembatasan sosial berskala besar tingkat daerah Provinsi Jawa Barat dalam rangka percepatan penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Namun, Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal. Pasalnya, Kota Cirebon salah satu kota di Jawa Barat yang masuk dalam kategori zona biru dari 15 daerah di Jawa Barat.

Loading...

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Eti Herawati usai video Conference bersama Gubernur Jawa Barat mengatakan Kota Cirebon siap untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru (ABK), karena masuk dalam zona biru.

Baca Yuk : Masuk Zona Biru, Kabupaten Cirebon Tidak Perpanjang PSBB

“Kota Cirebon sudah masuk zona biru, dan ada beberapa yang nanti regulasinya akan dirapatkan kembali,” ujar Eti, Jumat (29/5/2020).

BACA YUK:  Tularkan Semangat Positif dalam Peringatan International Midwife Day⁣ ⁣

Lanjut Eti, Wali Kota Cirebon malam ini akan membahas dengan lima kepala daerah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) dan setelah itu akan di rapatkan kembali dengan Forkopimda dan dinas terkait.

“Setelah pertemuan dengan kepala daerah se-Ciayumajakuning, kita akan rapatkan barisan dengan seluruh dinas terkait, serta dengan TNI-Polri, untuk menyikapi arahan gubernur,” ungkapnya.

Walaupun Kota Cirebon tetap melaksanakan PSBB tahap ketiga, menurut Eti, Kota Cirebon siap untuk melaksanakan adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

“Kami siap melaksanakan AKB. Nantinya setiap dinas akan menyosialisasikan AKB di bidangnya masing-masing,” jelasnya.

Eti meminta kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 ketika penerapan AKB di Kota Cirebon.

“Masyarakat harus tetap mengikuti protokol kesehatan, seperti tidak berkerumun, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan selalu pakai masker,” pungkas Eti.

BACA YUK:  Buka Bersama di Lanaiku Tawarkan Menu Buffet BBQ Ramadhan Makan Sepuasnya

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda menjelaskan bahwa TNI – Polri siap mengawal penerapan AKB atau New Normal di wilayah Kota Cirebon. Karena, sejak awal sudah bekerja sama dengan pemerintah.

“Kami siap mengawal penerapan AKB dan akan ada penguatan tertentu untuk mendisiplinkan masyarakat,” ujar Syamsul.

Lanjut Syamsul, dalam penerapan AKB di wilayah Kota Cirebon akan menerjunkan sepertiga kekuatan personil dari 890 personil yang dimiliki Polres Cirebon Kota.

Dengan adanya AKB ini, kata Syamsul, maka akan ada penguatan TNI dan Polri yang hadir di tempat-tempat keramaian seperti mall dan pusat perbelanjaan.

“Jadi, kegiatan yang dilakukan pemerintahan akan didampingi oleh TNI dan Polri untuk memastikan masyarakat disiplin dengan adaptasi yang baru,” ungkapnya.

Syamsul menambahkan, pemerintahan, TNI dan Polri juga akan menyosialisasikan kebiasaan baru yang harus kita terima hari ini. Seperti kebiasaan rajin mencuci tangan, menggunakan masker, jaga jarak dan perilaku hidup sehat.

“Untuk itu istilah AKB ini digunakan, bukan new normal life. Karena jika istilah new normal life yang digunakan maka dikhawatirkan masyarakat yang tidak mengerti akan kembali ke zaman seperti belum ada Covid-19,” tutupnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Layanan KA Khusus Non-Mudik di Daop 3 Cirebon Berangkatkan 3.564 Penumpang

Cirebon,- Selama masa larangan mudik lebaran tahun 2021, PT KAI Daop 3 Cirebon telah melayani orang-orang yang dikecualikan sesuai...

Pasca Lebaran, Kepala Daerah Diminta Lakukan Uji Sampling Covid-19

Cirebon,- Pasca hari raya idul Fitri 1442 Hijriah, Presiden Joko Widodo saat Rakor Virtual mengintruksikan kepada Kepala Daerah untuk berhati-hati didalam menyikapi pasca mudik...

Moment Ramadan dan Idul Fitri 2021, Layanan Data Telkomsel Tumbuh 49 Persen

Jakarta,- Selama momen Ramadan dan Idulfitri 2021, Telkomsel mencatat lonjakan trafik layanan data hingga 39.7 Petabyte (PB), atau tumbuh 49% dibanding momen yang sama...

Penyekatan Arus Balik di Kota Cirebon, Hasil Pemeriksaan Antigen Dinyatakan Negatif

Cirebon,- Petugas Polres Cirebon Kota bersama petugas gabungan melakukan penyekatan arus balik dan pemeriksaan tes cepat antigen di Pos PAM Kalijaga, Kota Cirebon, Senin...

More Articles Like This