Kota Cirebon Rawan Peredaran Narkoba, Ini yang Perlu Dilakukan

Cirebon,- Demi mewujudkan Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon menggelar kegiatan bersama Pemerintah Kota Cirebon, TNI, dan Polri, yang berlangsung di Ballroom Hotel Santika, Jalan Dr. Wahidin, Kota Cirebon, Selasa (29/1/2019).

Kegiatan tersebut dalam rangka Optimalisasi Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui peran serta tiga pilar (Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Babonpotmar dan Puskesmas).

1. Jawa Barat Urutan ke-7

Kepala BBN Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol. Drs. Sufyan Syarif mengatakan peredaran narkoba di wilayah Jawa Barat masuk dalam urutan ketujuh, tetapi dalam jumlah penduduk Jawa Barat termasuk yang rawan.

“Jumlah penduduk yang banyak, kemudian usia produktif paling besar juga 60 persen, itu sasaranya adalah ke-usia produktif. Di Jawa Barat usia produktifnya itu 20 juta,” ujarnya.

BACA YUK:  Respon Luar Biasa, Patra Cirebon Hotel & Convention Hadirkan Paket Promo Wedding Selama EWF 2022

“Inilah yang harus kita jaga, cegah, yang sudah terlanjur kita sembuhkan, peredaran kita lawan tidak pandang bulu, dan kita bersihkan bersama-sama dengan unsur terkait dari Polri dan TNI,” imbuhnya.

2. Wujudkan Desa Bersinar

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sudah menetapkan desa menjadi jalur masuknya barang terlarang, terutama desa-desa yang berada di daerah perbatasan negara dan menjadi sasaran yang paling aman bagi bandar narkoba.

Untuk itu, karena desa menjadi wilayah strategis untuk jalur penyelundupan dan penyebaran penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, maka desa harus menjadi garda terdepan untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Sehingga, untuk menekan peredaran narkoba dan mewujudkan Desa Bersinar, lanjut Sufyan, yang penting masyarakat tidak pakai dan tidak mau pakai.

BACA YUK:  Aston Cirebon Hotel Raih Penghargaan Traveller's Choice 2022 dari TripAdvisor

“Kita bentuk budaya bahwa narkoba tidak baik, itu perlu budaya tersebut. Sehingga daya lawan, daya cegahnya lebih efektif daripada yang lain-lainnya,” terang Sufyan.

Menurutnya, hal tersebut Ini yang harus kita kerjakan, dan menyembuhkan yang sudah menggunakan harus disembuhkan, kalau tidak nular.

“Mencegah penularan dan mencegah jangan menggunakan, ini penting sekali,” tegas Sufyan.

3. Kota Cirebon Rawan Peredaran

Kota Cirebon, kata Sufyan, merupakan kota yang rawan peredaran narkoba.

“Cirebon dari dulu rawan, sudah berapa kali kita tangkap bandar besar di sini (Cirebon),” ungkap Sufyan.

Apalagi, menurut Sufyan, Cirebon miliki pantai dan pelabuhan besar, seperti pelabuhan tambang, pelabuhan ikan, dan pelabuhan barang-barang.

“Ini yang harus kita waspadai,” tegas Sufyan.

BACA YUK:  Libur Lebaran, Kunjungan di Objek Wisata Goa Sunyaragi Terus Meningkat

4. Wujudkan Cirebon Bersinar

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Hj. Eti Herawati mengatakan kota Cirebon adalah salah satu kota yang menjadi pusat perhatian peredaran narkoba di Jawa Barat.

“Insyaallah, kita siap mulai dari RT, RW, kelurahan dan kecamatan, kita turun bersama-sama, bersinergi dengan BNN, Polres, TNI, dan stakeholder yang ada untuk mewujudkan Desa Bersinar,” ujar Eti.

Menurut Eti, bentuk sinergitas yang akan dilakukan untuk mewujudkan Desa Bersinar yaitu dengan menggelar kegiatan sosialisasi.

“Tadi kita sudah berbicara dengan Kapolres, di titik-titik RW kita memang perlu untuk turun kelapangan keliling dan memberikan sosialisasi,” kata Eti.

“Kita bersama-sama dengan seluruh jajaran yang ada, kita harus siap menuju Cirebon lebih baik dengan program Desa Bersinar,” tandasnya. (AC212)

(Dilihat: 6 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.