Kamis, 28 Oktober 2021

Kota Cirebon Perketat Protokol Kesehatan

Populer

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Arstone Gallery Cirebon Tawarkan Produk Marmer, Granit, Travertine, dan Onyx

Cirebon,- Arstone Gallery yang berlokasi di Jalan Pagongan No. 15 A (Samping Lengko Barno), Kota Cirebon menghadirkan pengalaman belanja...

Cirebon,- Kota Cirebon satu-satunya daerah di Jawa Barat yang masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Aziz meminta masyarakat untuk tetap memperketat protokol kesehatan.

“Saat ini Kota Cirebon, masuk zona berbahaya penyebaran Covid-19. Masyarakat yang ada di sekitar Kota Cirebon tetap berhati-hati saat datang ke Kota Cirebon,” ujar Azis kepada wartawan, Senin (24/5/2021) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Azis meminta kepada masyarakat untuk menjadi garda terdepan penerapan protokol kesehatan. Pihaknya minta masyarakat luar yang datang ke Kota Cirebon untuk memperketat protokol kesehatan.

Loading...

“ Kita akan lakukan pengetatan prokes. Setiap orang wajib memproteksi diri agar tidak tertular dan tidak menularkan orang lain,” tegas Azis.

Status zona merah, kata Azis, merupakan resiko yang harus dihadapi, saat kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan mulai menurun. Sehingga, dengan kejadian ini masyarakat bisa selalu diingatkan, kalau bahaya penyebaran Covid-19 selalu mengintai.

BACA YUK:  Capaian Vaksinasi di Kabupaten Cirebon Masih Rendah, ini Kata Kadinkes

“Dengan status ini masyarakat tidak akan abai dan terus meningkatkan pelaksanaan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah menyusun sejumlah langkah untuk menurunkan penyebaran Covid-19. Seperti tempat keramaian, mall dan pusat perbelanjaan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Kami minta semua mematuhinya. Tempat keramaian seperti mall dan pusat perbelanjaan untuk menjaga pengunjungnya dengan membatasi jumlah pengunjung 50 persen dari kapasitas,” terangnya.

“Kami tidak bisa melarang aktivitas ekonomi, tapi kita minta masyarakat jadi garda terdepan dalam penerapan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Azis menjelaskan bahwa faktor yang menyebabkan Kota Cirebon masuk sebagai satu-satunya zona merah di Jabar, karena Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon rajin melakukan tracing dan testing hingga tingkat RT dan RW. Selain itu juga dikarenakan adanya sistem pelaporan yang bersifat akumulasi. Yaitu ada kejadian minggu lalu yang masuk minggu ini, sehingga terjadi peningkatan yang cukup tinggi.

BACA YUK:  Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman di Wilayah Jawa Bagian Barat

“Tapi tidak apa-apa. Kita sampaikan ini ke masyarakat. Sehingga mereka tidak abai menerapkan prokes dengan ketat,” tegas Azis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Edy Sugiarto menjelaskan saat ini telah melakukan tes rapid sebanyak 9.566 dengan reaktif sebanyak 117. Sedangkan untuk tes swab sudah dilakukan terhadap 32.889 orang dengan jumlah positif sebanyak 5.524 orang.

“Kasus penularan tertinggi ada di klaster rumah tangga,” ujar Edy.

Masuknya Kota Cirebon ke zona merah penyebaran Covid-19, menurut Edy merupakan early warning system atau peringatan dini agar masyarakatnya kembali meningkatkan pelaksanaan prokes di lingkungan masing-masing. Edy juga yakin dalam dua pekan kedepan, Kota Cirebon bisa keluar dari zona merah, bahkan bisa pula masuk zona hijau. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Fun Tour de Bali dengan Bersepeda

Cirebon,- Enam orang penggemar sepeda melakukan perjalanan dengan bersepeda melalui kegiatan Fun Tour de Bali, Jakarta – Bandung –...

Lantik Tujuh Kepala Sekolah, Walikota Cirebon Pesan Lakukan Manajemen Pendidikan

Cirebon,- Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis melantik tujuh Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Cirebon. Pelantikan berlangsung di Ruang Adipura,...

Peringati Maulid Nabi, Masjid Al-Maksudhi Hadirkan Gus Miftah

Cirebon,- Masjid Al-Maksudhi yang berlokasi di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon menggelar pengajian, Selasa (26/10/2021) malam. Kegiatan ini berkolaborasi...

UGJ Gelar Wisuda Sarjana dan Magister ke-60 dan 61 Tahun 2021

Cirebon,- Wisuda sarjana dan magister ke-60 dan 61 tahun 2021 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon diselenggarakan di Hotel Swissbell Hotel Kota Cirebon, Selasa...

More Articles Like This