Jumat, 23 Oktober 2020

Kota Cirebon Mengalami Tren Penurunan Covid-19 Selama PSBB

Populer

Nakes RSD Gunung Jati Positif Covid-19, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Cirebon,- Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon memberikan penjelasan terkait penutupan sementara sejumlah pelayanan. Penutupan sementara untuk...

39 Nakes Positif Covid-19, Layanan di RSD Gunung Jati Tutup Selama 6 Hari

Cirebon,- Rumah Sakis Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon kembali menutup sementara pelayanan mulai tanggal 22 sampai 27 Oktober 2020. Sebelumnya,...

8 Petugas Positif Covid-19, RSD Gunung Jati Tutup Sementara Pelayanan

Cirebon,- Sehubungan dengan kegiatan pelacakan kontak erat para pegawai yang terpapar Covid-19, Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota...

Walikota Cirebon Menolak Wacana Perubahan Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda

Cirebon,- Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda mulai mencuat. Wacana tersebut muncul saat Kongres Sunda 2020...

Indonesia Fortuner Community Gelar Bakti Sosial di Objek Wisata Telaga Biru

Kuningan,- Indonesia Fortuner Community (IFC) menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako untuk warga Desa Kaduela Kecamatan Pasawahan Kabupaten...

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon segera melakukan tes masif Covid-19 dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) atau swab.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Edy Sugiarto mengatakan bahwa tren kasus Covid-19 di Kota Cirebon mengalami penurunan selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

BACA YUK:  Gunakan Teknologi eFishery, Petani Ikan di Cirebon Diuntungkan

“Selama PSBB ini tren kasus Covid-19 di Kota Cirebon mengalami penurunan,” ujar Edi usai rapat koordinasi di Balai Kota Cirebon, Minggu (17/5/2020).

Loading...

Lanjut Edy, walaupun tren kasus Covid-19 di Kota Cirebon mengalami penurunan, namun pihaknya akan tetap melakukan tes massal menggunakan metode PCR atau Swab.

“Tes massal PCR dilakukan di tiap kecamatan dengan jumlah 300 orang per kecamatan,” ungkapnya.

Selian itu, menurut Edy, karantina parsial di tingkat RT RW dirasa akan lebih efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Meskipun Kota Cirebon berstatus zona kuning, tambah Edy, akan tetapi Kota Cirebon dikelilingi oleh daerah yang masuk kategori zona merah hasil pemaparan Gubernur Jawa Barat, sehingga hal itu perlu diantisipasi.

“Jangan sampai ada gelombang kedua kasus Covid 19 setelah PSBB berakhir sebab interaksi masyarakat dipastikan meningkat,” pungkasnya. (AC212)

BACA YUK:  Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemda Kota Cirebon Akan Berubah, Salah Satunya DKOKP
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

39 Nakes Positif Covid-19, Layanan di RSD Gunung Jati Tutup Selama 6 Hari

Cirebon,- Rumah Sakis Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon kembali menutup sementara pelayanan mulai tanggal 22 sampai 27 Oktober 2020. Sebelumnya,...

Aice Group dan GP Ansor Cirebon Rayakan Hari Santri dengan Distribusikan Masker Medis

Cirebon,- Aice Group dan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) melakukan distribusi 150 ribu masker ke masyarakat Cirebon pada Kamis, (22/10/2020). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari...

Kantor BRI Cabang Cirebon Kartini Gelar Undian Panen Hadiah Simpedes Secara Virtual⁣

⁣Cirebon,- Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedes (PHS) periode pertama tahun 2020 secara virtual, Kamis (22/10/2020).⁣ ⁣ Pengundian hadiah...

Siswa MANU Putra Buntet Cirebon Lolos Parlemen Remaja DPR RI

Cirebon,- Siswa kelas XII Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon, Alif Luqman Jayadi (18) lolos menjadi Parlemen Remaja DPR RI tahun...

More Articles Like This