Kota Cirebon Diusulkan Dibangun Elevated Track Railway

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon mengikuti rapat virtual bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT KAI Daop 3 Cirebon serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI, Rabu (26/1/2022).

Rapat tersebut membahas permohonan terhadap usulan penanganan perlintasan sebidang di Kota Cirebon. Pembahasan ini merupakan tindak lanjut surat Wali Kota Cirebon tentang permohonan dukungan terhadap usulan penanganan perlintasan sebidang di Kota Cirebon.

Dalam pembahasan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Cirebon, Iing Daiman, SIP., M.Si. menyampaikan isu strategis terkait perlintasan sebidang di Kota Cirebon.

BACA YUK:  Peringati Hari Kartini, Metland Hotel Cirebon Apresiasi Juru Parkir Wanita

“Ada dua stasiun di Kota Cirebon, yakni Kejaksan dan Prujakan dengan jumlah 11 perlintasan. Pada 2019 lalu terdapat 191 perjalanan kereta api yang melintasi Kota Cirebon,” jelasnya.

Secara detail, Iing menjelaskan, bahwa dengan adanya 11 perlintasan yang diantaranya terdapat di dekat traffic light, memberikan dampak terhadap lalu lintas di Kota Cirebon. “Berdasarkan grafik perjalanan KA, rata-rata kereta api melintas itu per 7,5 menit sekali,” ungkap Iing.

Selain itu, kata Iing, terdapat proyek strategis pembangunan jalur perkeretaapian di Kota Cirebon, yakni pembangunan kereta semi cepat (medium speed railway) Jakarta – Surabaya.

BACA YUK:  Anak Ridwan Kamil Hilang di Sungai Swiss, Wali Kota Cirebon Berdoa Segera Ditemukan dalam Keadaan Selamat

“Oleh sebab itu, Pemda Kota Cirebon mengusulkan adanya pembangunan elevated track di Kota Cirebon untuk menangani persoalan perlintasan sebidang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati mengapresiasi atas respon cepat Kementerian Perhubungan RI terhadap surat Wali Kota Cirebon.

“Saya juga mohon arahan dan masukan dari Kemenhub RI, terkait perlintasan sebidang di Kota Cirebon,” ujar Eti.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Dr. Edi Nursalam, ATD., MT., menyampaikan rencana pembangunan elevated track railway di tiga kota, yakni Kota Cirebon, Semarang dan Surabaya.

BACA YUK:  Sebanyak 1.715 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak di Kabupaten Cirebon Dilantik

Hingga saat ini, kajian masih dilakukan perihal penyusunan feasibility study atau studi kelaikan elevated track railway antarkota. (AC212)

(Dilihat: 35 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.