Rabu, 30 September 2020

Korem 063/SGJ Gelar Komunikasi Sosial dengan Keluarga Besar TNI

Populer

46 Santri Pondok Pesantren di Kuningan Terpapar Covid-19

Kuningan,- Sebanyak 46 santri di Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Kuningan Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19.Aktivitas di pondok pesantren...

Tilik Kana Cirebon Hadir untuk Angkat Potensi UKM Khusus Kuliner

Cirebon,- Untuk menjadikan UKM (Usaha Kecil Menengah) naik kelas, Food Court Tilik Kana yang berlokasi di Jalan Pancuran Barat...

Wali Kota Cirebon: Mulai 1 Oktober 2020 yang Tidak Patuh Protokol Kesehatan akan Ditindak Tegas

Cirebon,- Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon, Walikota Cirebon Drs. Nashrudin Azis tak henti-hentinya melakukan edukasi dan sosialisasi...

Wakil Wali Kota Cirebon Kunjungi Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19

Cirebon,- Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati kembali mengunjungi warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang isolasi mandiri, Jumat...

Ini yang Dilakukan Ponpes Husnul Khotimah Menyusul 46 Santri Positif Covid-19

Kuningan,- Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah yang berada di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan ditutup sementara mulai hari...

Cirebon, 30 Maret 2017,- Kasrem 063/SGH Letkol Arm Wahyu Widodo membuka acara  komunikasi sosial dengan Keluarga Besar TNI (KBT)  yang dilaksanakan di Aula Sunan Gunung Jati Makorem 063/SGJ, Jalan Brigjen Darsono Bypass Cirebon, Kamis (30/03/2017).

Tema yang diambil dalam kegiatan tersebut yaitu “Melalui Silaturahmi  Keluarga Besar TNI Kita Tingkatkan Sinergitas  Guna mengatasi Permasalahan Bangsa Dalam rangka Menjaga Keutuhan NKRI”.  Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan KBT wilayah jajaran Korem 063/SGJ yang terdiri dari PPAD, FKPPI, LVRI/PEPABRI, PEVERI dan PPM.

Danrem 063/SGJ, Kolonel Inf Bahram dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasrem 063/SGJ, Letkol Arm Wahyu Widodo menyampaikan,  globalisasi membawa dampak ideologi dunia yang mempengaruhi pola pikir dan pola tindak warga masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai akibat wawasan kebangsaan yang menjadi keyakinan, jatidiri dan pegangan rakyat secara perlahan  tetapi  pasti tergerus oleh ideologi asing, baik yang datang dari Barat maupun dari negara lain.

Loading...
BACA YUK:  RRI Cirebon Sukses Gelar Pagelaran Musik Virtual

Hal tersebut dipicu oleh situasi perkembangan kehidupan manusia yang mengarah pada kehidupan individualistik, masyarakat kurang mempunyai rasa kepedulian terhadap kehidupan bersama terutama rasa cinta tanah air pada negaranya jauh tersisihkan.

Untuk menyikapi hal tersebut maka nilai nilai kebangsaan perlu ditanamkan melalui pembentukan karakter dan nasionalisme kepada seluruh warga Negara dengan berbagai latar belakangnya.

“Sejauh ini, keberadaan Keluarga Besar TNI telah banyak membantu tugas Korem 063/SGJ khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tempat tinggalnya masing-masing, melihat keberadaan seperti ini, tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan Keluarga Besar TNI sangat penting dan strategis dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan,” ujarnya.

Selain itu, Kasiter Rem 063/SGJ, Letkol Kav Agung Nur Cahyono  dalam materinya yang bertemakan, “Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Guna Mencegah Runtuhnya NKRI” menambahkan, pada era milenium ketiga ini perang menggunakan kekuatan bersenjata bukanlah satu pilihan, ancaman bagi bangsa Indonesia saat ini adalah adanya perang dengan menghancurkan moral dan budaya bangsa.

BACA YUK:  Selama September, Pertamina Suntik Modal Lebih dari Rp 2,9 M untuk UMKM di Jawa Barat

Mulai lunturnya jati diri bangsa diantaranya, toleransi dan semangat kesetiakawanan social, semangat musyawarah untuk mufakat semangat nasionalisme dan patriotisme serta semangat gotong – royong merupakan dampak perang tersebut yang dilancarkan oleh bangsa lain  untuk menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa perlu dimulai dari hal yang terkecil mulai dari diri sendiri, keluarga kemudian lingkungan sekitar, peresatuan dan kesatuan bangsa tidak akan kokoh jika  ikatan bawahnya rapuh, aparat kewilayahan memiliki peranan yang sangat besar dalam pembentukan karakter dan nasionalisme kepada generasi muda bahkan seluruh warga Negara,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Persatuan Purnawirawan TNI-AD (PPAD) Kolonel (Purn) Sumarta menyampaikan, untuk menangkal faham-faham yang bertentangan dengan ideologi bangsa seperti ISIS, PKI dan paham lainnya perlu adanya sinergitas dari seluruh komponen bangsa, dalam hal ini TNI dilaksanakan oleh para Babinsa, untuk itu peranan Babinsa sangat besar untuk menciptakan pertahanan dan keamanan diwilayah. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Masyarakat Kabupaten Cirebon Dapat Bantuan Zakat Rp 2,7 Milyar

Cirebon,- Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag, kembali menyalurkan bantuan untuk masyarakat. Bantuan ini merupakan kerja sama Pemkab Cirebon...

Bupati Cirebon Minta Bidan Kawal Pencegahan Covid-19 di Tingkat Desa

Cirebon,- Seluruh bidan di Kabupaten Cirebon, diminta ikut terlibat dalam pencegahan penyebaran virus covid 19 di tingkatan desa.Menurut Bupati Cirebon, Drs H Imron salah...

Kembangkan Industri Teknologi, Telkomsel Tech Titans League Siap Digelar

Jakarta,- Telkomsel menghadirkan Tech Titans League, sebuah program terbaru yang bertujuan mengajak para talenta unggul bidang teknologi di Tanah Air untuk mengembangkan pengetahuan serta...

Cemilan Donat Kekinian Donuthing Hadir Di Kota Cirebon

Cirebon,- Donuthing, cemilan donat kekinian milik artis dan youtuber Indonesia Baim Wong kini hadir di Kota Cirebon.Berlokasi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, No. 99...

More Articles Like This