Sabtu, 18 September 2021

Korem 063/SGJ Gelar Komunikasi Sosial dengan Keluarga Besar TNI

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Cirebon, 30 Maret 2017,- Kasrem 063/SGH Letkol Arm Wahyu Widodo membuka acara  komunikasi sosial dengan Keluarga Besar TNI (KBT)  yang dilaksanakan di Aula Sunan Gunung Jati Makorem 063/SGJ, Jalan Brigjen Darsono Bypass Cirebon, Kamis (30/03/2017).

Tema yang diambil dalam kegiatan tersebut yaitu “Melalui Silaturahmi  Keluarga Besar TNI Kita Tingkatkan Sinergitas  Guna mengatasi Permasalahan Bangsa Dalam rangka Menjaga Keutuhan NKRI”.  Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan KBT wilayah jajaran Korem 063/SGJ yang terdiri dari PPAD, FKPPI, LVRI/PEPABRI, PEVERI dan PPM.

Danrem 063/SGJ, Kolonel Inf Bahram dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasrem 063/SGJ, Letkol Arm Wahyu Widodo menyampaikan,  globalisasi membawa dampak ideologi dunia yang mempengaruhi pola pikir dan pola tindak warga masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai akibat wawasan kebangsaan yang menjadi keyakinan, jatidiri dan pegangan rakyat secara perlahan  tetapi  pasti tergerus oleh ideologi asing, baik yang datang dari Barat maupun dari negara lain.

Loading...
BACA YUK:  TNI - Polri Berjaga untuk Jaga Kondusivitas di Keraton Kasepuhan Cirebon

Hal tersebut dipicu oleh situasi perkembangan kehidupan manusia yang mengarah pada kehidupan individualistik, masyarakat kurang mempunyai rasa kepedulian terhadap kehidupan bersama terutama rasa cinta tanah air pada negaranya jauh tersisihkan.

Untuk menyikapi hal tersebut maka nilai nilai kebangsaan perlu ditanamkan melalui pembentukan karakter dan nasionalisme kepada seluruh warga Negara dengan berbagai latar belakangnya.

“Sejauh ini, keberadaan Keluarga Besar TNI telah banyak membantu tugas Korem 063/SGJ khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tempat tinggalnya masing-masing, melihat keberadaan seperti ini, tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan Keluarga Besar TNI sangat penting dan strategis dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan,” ujarnya.

Selain itu, Kasiter Rem 063/SGJ, Letkol Kav Agung Nur Cahyono  dalam materinya yang bertemakan, “Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Guna Mencegah Runtuhnya NKRI” menambahkan, pada era milenium ketiga ini perang menggunakan kekuatan bersenjata bukanlah satu pilihan, ancaman bagi bangsa Indonesia saat ini adalah adanya perang dengan menghancurkan moral dan budaya bangsa.

BACA YUK:  Grand Opening Meetime Rasain Cabang Ketiga di Majasem

Mulai lunturnya jati diri bangsa diantaranya, toleransi dan semangat kesetiakawanan social, semangat musyawarah untuk mufakat semangat nasionalisme dan patriotisme serta semangat gotong – royong merupakan dampak perang tersebut yang dilancarkan oleh bangsa lain  untuk menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa perlu dimulai dari hal yang terkecil mulai dari diri sendiri, keluarga kemudian lingkungan sekitar, peresatuan dan kesatuan bangsa tidak akan kokoh jika  ikatan bawahnya rapuh, aparat kewilayahan memiliki peranan yang sangat besar dalam pembentukan karakter dan nasionalisme kepada generasi muda bahkan seluruh warga Negara,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Persatuan Purnawirawan TNI-AD (PPAD) Kolonel (Purn) Sumarta menyampaikan, untuk menangkal faham-faham yang bertentangan dengan ideologi bangsa seperti ISIS, PKI dan paham lainnya perlu adanya sinergitas dari seluruh komponen bangsa, dalam hal ini TNI dilaksanakan oleh para Babinsa, untuk itu peranan Babinsa sangat besar untuk menciptakan pertahanan dan keamanan diwilayah. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Grand Opening Meetime Rasain Cabang Ketiga di Majasem

Cirebon,- Meetime Rasain Cirebon membuka cabang ketiganya di Jalan Perjuangan – Majasem No. A2 Kota Cirebon (tepatnya di depan...

Revitalisasi Mangrove Pesisir Utara Jawa Perlu Dilakukan Bersama-sama

Cirebon,- Fungsi ekosistem mangrove di Pesisir Utara tidak hanya berhenti pada gerakan penanaman mangrove saja. Harus ditindaklanjuti dengan gerakan penanaman dan pemeliharaan mangrove. Gerakan penanaman...

Saat Uji Coba di Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Petugas Masih Menemukan Kendaraan Parkir di Jalur Sepeda

Cirebon,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mulai melakukan uji coba jalur khusus sepeda di sepanjang Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (17/9/2021). Uji coba jalur...

Inilah Rangkaian Program Tanggung Jawab Sosial BAF Menyambut HUT BAF ke-24

Jakarta,- Memasuki usia ke-24 tahun tepat pada tanggal 24 September 2021, PT Bussan Auto Finance (BAF) terus berupaya memberikan kontribusinya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup...

More Articles Like This