Minggu, 27 September 2020

Kopi Gincu Hadir Dengan Konsep Alam di Perkebunan Mangga

Populer

Mayat Seorang Perempuan Ditemukan di Pantai Kejawanan

Cirebon,- Mayat wanita tanpa busana ditemukan tewas di Pantai Kejawanan, Kota Cirebon, Senin (21/9/2020) pagi sekitar pukul 04.55 WIB.Mayat...

46 Santri Pondok Pesantren di Kuningan Terpapar Covid-19

Kuningan,- Sebanyak 46 santri di Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Kuningan Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19.Aktivitas di pondok pesantren...

Pemerintah dan Keraton Kasepuhan Cirebon Sepakat Meniadakan Pasar Muludan

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon bersama dengan Keraton Kasepuhan bersepakat meniadakan pasar malam atau Muludan di area Keraton Kasepuhan...

Wali Kota Cirebon: Mulai 1 Oktober 2020 yang Tidak Patuh Protokol Kesehatan akan Ditindak Tegas

Cirebon,- Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon, Walikota Cirebon Drs. Nashrudin Azis tak henti-hentinya melakukan edukasi dan sosialisasi...

Inilah Cerita Eti Sulastri Warga Ciledug yang Sembuh

Cirebon,- Bupati Cirebon Drs H Imron M.Ag melakukan dialog langsung dengan Eti Sulastri, warga Desa Jatiseeng Kecamatan Ciledug Kabupaten...

Cirebon,- Perkebunan mangga gedong gincu yang ada di Desa Sedong Lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon disulap menjadi Kedai Kopi dengan konsep alam yang asri dan nyaman.

Dengan nama Kopi Gincu, kedai yang baru dibuka tanggal 26 Agustus 2020 tersebut menyuguhkan konsep alam terbuka di tengah-tengah kebon mangga gedong gincu dan juga konsep Argowisata.

Hadirnya Kopi Gincu di Sedong Lor ini didasari karena menurunnya minat anak muda atau milenial saat ini terhadap pertanian.

Loading...

Hendrik Nurwanto, selaku Owner Kopi Gincu mengatakan bahwa hadirnya Kopi Gincu ini didasari atas menurunnya minta anak milenial saat ini terhadap pertanian.

BACA YUK:  Kopi Kita Hadir Untuk Mengembangkan Bisnis Kopi Dari Hulu ke Hilir

“Saya melihat menurunnya minat milenial terutama ya terhadap pertanian. Maka dari itu, bagaimana caranya bisa mengenalkan pertanian dari sisi yang berbeda” ujar Hendrik saat ditemui About Cirebon di Kopi Gincu, Jumat (11/9/2020).

“Dengan mengedukasi secara santai, jadi belajar tidak terasa seperti belajar. Jadi, hadirnya Kopi Gincu ini untuk menumbuhkan minat anak mudah terhadap pertanian,” tambahnya.

Hendrik menceritakan hamparan perkebunan mangga gedong gincu dengan luas kurang lebih 12 hektar, sehingga berinovasi untuk membuat satu konsep yang untuk ngopi di tengah kebun.

Disamping tempat ngopi, lanjut Hendrik, konsep Kopi Gincu sendiri dijadikan tempat Argowisata pendidikan pertanian dan mengenalkan kepada pengunjung bagaimana proses di pertanian.

“Jadi pengunjung yang datang ke Kopi Gincu selain ngopi bisa dapat ilmu terkait pertanian,” ungkapnya.

Selain menghadirkan konsep Argowisata, Kopi Gincu yang buka dari jam 09.00 sampai 23.00 WIB menyuguhkan tempat dengan konsep alam dengan berbagai pilihan seperti konsep dengan tenda, konsep mini pendopo, konsep rooftop, hingga konsep lesehan di bawah pohon mangga.

Terkait menu yang ditawarkan, Kopi Gincu lebih menonjolkan menu yang dipadukan dengan Mangga Gedong Gincu, seperti makanan berat ada ayam bakar sambal gincu, gurame sambel gincu, dan minumannya gincu special, serta menu andalan kopinya dengan gedong gincu yaitu signature gincu.

BACA YUK:  Saniter Bekerja Sama dengan Kereta Commuter Indonesia Lindungi Pengguna dari Covid-19⁣

“Signature gincu ini basicnya menggunakan base Expresso dipadukan dengan sari mangga gedong gincu dan disajikan secara dingin,” tandasnya.

Untuk harga, pengunjung tidak perlu khawatir, karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau mulai dari Rp. 6 ribu saja.

Sementara itu, Camat Sedong, Kabupaten Cirebon Sund Dewi mengaku Pemerintah Kecamatan dan Muspika sangat mendukung dengan hadirnya Kopi Gincu yang ada di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon.

“Kita sangat mendukung dengan adanya Kopi Gincu ini yang bisa mengangkat potensi yang ada di Kecamatan Sedong khususnya potensi alam dan kulinernya” ujar Dewi saat ditemui About Cirebon.

BACA YUK:  Hari Keempat, 150 Orang Pelanggar Protokol Kesehatan Terjaring Petugas Gabungan di Kabupaten Cirebon

Lebih lanjut Dewi menuturkan bahwa pihaknya memiliki maskot Gedong Gincu yang sudah mendunia dan jarang dinikmati oleh warga lokal. Sehingga, dengan adanya Kopi Gincu ini bisa mengangkat potensi.

“Kedepannya kita juga akan membuat showroom untuk mendisplay mangga hingga olahan mangga, yang nantinya bisa menjadi pusat oleh-oleh,” katanya.

Sund Dewi berharap, hadirnya Kopi Gincu ini bisa mengangkat potensi yang dimiliki di Kecamatan Sedong, sehingga bisa menumbuhkan harapan pemerintah berupa one product one village.

“Jadi tidak hanya mengangkat potensi wisatanya alamnya, tetapi bisa mengangkat potensi wisata kulinernya, budaya dan lainnya,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kolaborasi Dengan Telkomsel, MCAS Luncurkan Digisaham Untuk Kenalkan Pasar Modal Bagi Generasi Z

Jakarta,- PT M Cash Integrasi Tbk (IDX: MCAS), perusahaan distribusi digital terdepan di Indonesia, mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi...

Kemenpar Terapkan Program “BISA” di Makam Sunan Gunung Jati

Cirebon,- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggalakkan program BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di sejumlah tempat tujuan wisata di Indonesia.Untuk Kabupaten Cirebon, Makam...

Wali Kota Cirebon: Mulai 1 Oktober 2020 yang Tidak Patuh Protokol Kesehatan akan Ditindak Tegas

Cirebon,- Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon, Walikota Cirebon Drs. Nashrudin Azis tak henti-hentinya melakukan edukasi dan sosialisasi terkait protokol kesehatan.Sebelumnya, Wali Kota...

Satgas Waspada Investasi Tutup 126 Fintech Lending Ilegal dan 32 Investasi Tanpa Izin

Jakarta,- Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat untuk selalu mewaspadai penawaran pinjaman dana dari fintech peer-to-peer lending ilegal dan tawaran investasi dari entitas yang tidak...

More Articles Like This