Komisi VIII DPR RI Cek Kesiapan BIJB Kertajati Jadi Embarkasi Haji

Majalengka,- Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka sudah ditetapkan Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai embarkasi/debarkasi bagi jemaah haji asal Jawa Barat.

Sehingga tahun ini, sebanyak sekitar 39 ribu calon jemaah haji (calhaj) dalam 97 kloter asal Jabar akan berangkat dan datang melalui BIJB Kertajati. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

Atas penetapan tersebut, Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke BIJB Kertajati guna memastikan kesiapannya dalam pemberangkatan dan kepulangan jemaah haji, Jumat (31/1/2020) kemarin.

“Kedatangan kami ke BIJB Kertajati untuk memastikan, sejauh mana persiapannya. Karena BIJB ini sudah ditetapkan sebagai embarkasi/debarkasi haji mulai tahun 2020 ini,” ucap Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj Selly Andriany Gantina.

BACA YUK:  Prakiraan Cuaca Kota Cirebon, 23 April 2022

Ia mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi sorotan pihaknya. Semisal jarak dari Asrama Haji Bekasi menuju BIJB Kertajati yang perjalanannya memakan waktu sekitar 2 jam. Sehingga perlu penanganan dan jalur khusus bagi calhaj.

“Agar ketika jemaah sampai di bandara, tidak perlu lagi menunggu terlalu lama untuk masuk ke pesawat,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan dari Dapil VIII Jabar (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu) itu bersyukur, karena pemerintah Arab Saudi sudah menyanggupi pemberian layanan fast track keimigrasian di BIJB.

BACA YUK:  Minta Warga Bersabar, Bupati Cirebon : Anggaran Perbaikan Jalan Rusak Sangat Kurang Sekali

“Sehingga para jemaah asal Jawa Barat saat sampai di Arab Saudi, mereka tidak harus antre menunggu pemeriksaan dan bisa langsung masuk bus penjemputan menuju maktab,” jelasnya.

Selain itu, Selly juga menyampaikan, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2020 sudah ditetapkan sebesar Rp35.235.602 atau tidak terjadi kenaikan dari tahun sebelumnya.

“Sebenarnya biaya haji setiap jemaah itu sebesar Rp69.174.167,97. Namun jemaah hanya membayarkan 51 persen. Sedangkan sisanya menggunakan dana nilai manfaat dari tabungan jemaah haji yang belum berangkat,” paparnya.

BACA YUK:  Kapolda NTB, YTBN, dan Bupati Lombok Barat Resmikan Fasilitas Air Bersih Untuk Masyarakat Dusun Aik Mual

Selly berharap, pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar. Sehingga para jemaah bisa khusuk menjalankan ibadahnya di tanah suci, serta menjadi haji yang mabrur.

Sebagai informasi, tahun 2020 ini Indonesia mendapat jatah kuota haji dari Kerajaan Arab Saudi sebanyak 231 ribu. Jumlah itu terdiri dari 212.520 jemaah haji reguler dan 18.480 jemaah haji khusus. (AC212)

(Dilihat: 6 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.