Sabtu, 17 April 2021

Komisi III DPRD Kota Cirebon Usulkan LKS Digital

Populer

Di Depan Toko Karomah Anak, Para Pedagang Kecil itu Berjuang Melawan Pandemi⁣⁣

⁣Cirebon,- Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi, laki-laki separuh baya itu tampak bergegas mendorong gerobak Es Cendol Bandung menuju...

Alun-Alun Kejaksan Cirebon Baru Soft Opening, ini Fasilitasnya

Cirebon,- Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon dan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi diluncurkan, Senin (12/4/2021). Soft launching tersebut...

Selama Dua Minggu, Naik BRT Trans Cirebon Gratis

Cirebon,- Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi diluncurkan bersamaan dengan Soft Opening Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (12/4/2021). Selama...

Pendaftaran BLT BPUM Kota Cirebon Mulai Dibuka, Ini Syaratnya

Cirebon,- Pendaftaran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi UMKM dibuka Rabu (14/4/202) kemarin. Pendaftaran...

Konsisten dan Semangat Jalani Usaha akan Membuahkan Hasil⁣

Cirebon,- Menjadi pengusaha adalah jalan yang ditempuh oleh pasangan Mila Wijayanti dan Syahrizal Rizal. Keduanya memiliki berbagai usaha, mulai...

Cirebon,- Sebagai upaya meringankan beban biaya sekolah bagi orang tua siswa, Komisi III DPRD Kota Cirebon usulkan LKS (Lembar Kerja Siswa) digital. Selain meringankan beban biaya orang tua siswa, LKS digital ini dapat menciptakan sekolah ramah lingkungan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Tresnawaty mengungkapkan bahwa banyak orang tua siswa yang mengeluhkan pungutan pembelian LKS. Karena, tidak sedikit orang tua siswa yang keberatan dengan kebijakan tersebut.

“Saya kerap dapat laporan tentang keluhan orang tua siswa tentang pungutan untuk pembelian LKS. Kebijakan pungutan untuk pembelian LKS seharusnya dimusyawarahkan terlebih dahulu kepada orang tua siswa,” ujar Tresnawaty saat rapat dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon di kantor DPRD, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Senin (15/02/2021) kemarin.

Loading...

Sebab, lanjut Tresnawaty, tak sedikit orang tua siswa yang merasa keberatan dengan adanya kebijakan tersebut di beberapa sekolah. Kita tahu sendiri dampak covid-19 itu berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat.

BACA YUK:  Hobi Jadi Penghasilan dan Tetap Berprestasi⁣

“Soal LKS ini muncul keluhan di beberapa sekolah. Keputusan yang diambil tidak semena-mena oleh kepala sekolah. Kami memahami ada musyawarah antara sekolah dan komite. Tapi, mungkin ada orang yang tak mampu, yang tak bisa menyuarakan saat musyawarah itu,” jelasnya.

Pihaknya menyarankan kepada Disdik Kota Cirebon untuk membentuk tim teknologi informasi (IT). Tresnawaty mendorong agar Disdik bisa membuat LKS digital sebagai bahan belajar siswa di Kota Cirebon.

“Saat ini kita sebenarnya sudah paperless (pengurangan kertas), sudah mulai green life. Apakah bisa LKS ini diganti formatnya menjadi digital. Ini bisa membantu mengurangi beban orang tua siswa,” katanya.

Selain mengurangi beban orang tua siswa, LKS digital menjadi salah satu upaya untuk menciptakan sekolah yang ramah lingkungan. “Orang tua siswa tak perlu membeli LKS. Tapi bisa mendapatkan LKS digital ini, bisa langsung dibagikan ke siswa dan dikerjakan,” imbuhnya.

BACA YUK:  Mengenal Lebih Dekat dengan Komunitas Pendaki Indonesia ⁣

Senada disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Fitrah Malik. Menurutnya, LKS digital bisa menjadi solusi yang dikeluhkan oleh orang tua siswa. Disdik Kota Cirebon bisa membuat format tentang LKS digital bagi seluruh sekolah.

“Ini terobosan baru. Pengalihan anggarannya adalah untuk maintenance (perawatan) dan IT. Dalam BOS sepertinya ada regulasinya. Kita akan pelajari,” kata Fitrah.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Cirebon, Irawan Wahyono mengatakan pungutan untuk pembelian LKS yang dibebankan kepada orang tua siswa merupakan imbas dari refocusing anggaran BOS bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebelum pandemi COVID-19, Irawan menyebutkan, pengadaan LKS selama dua semester dibiayai melalui BOS.

“Biasanya dua semester. Karena ada refocusing, BOS ini hanya membiayai satu semester. Waktu semester satu itu gratis. 2021 ini kan sudah masuk semester dua. Kami akan tindaklanjuti (keluhan tentang LKS) ini,” kata Irawan.

Irawan mengaku akan mendata sekolah yang mewajibkan siswanya untuk membeli LKS. Disdik bakal mengumpulkan kepala sekolah untuk membahas solusi tersebut. Irawan juga mengapresiasi usulan Komisi III tentang pengubahan format LKS menjadi digital.

“Selama pandemi ini kita memiliki program belajar secara daring (dalam jaringan), ada yang melalui video dan siaran televisi. Program luar jaringan (luring) juga ada, yaitu melalui LKS. Bagaimana format LKS ini diubah (menjadi digital) atau tidak, nanti akan kami catat ini sebagai masukan,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tingkatkan Kemampuan Gamer Indonesia, Telkomsel Kembali Gelar Dunia Games League 2021

Jakarta,- Untuk meningkatkan kemampuan para Gamer Indonesia, Telkomsel kembali menggelar Dunia Games League (DGL) 2021. Kompetisi tersebut akan dibuka...

Hargai Perjuangan Difabel, Polresta Cirebon Berikan Sim D Gratis

Cirebon,- Ada suasana yang sedikit berbeda di Polresta Cirebon ketika Sat Lantas Polresta Cirebon melakukan pengujian SIM D kepada peserta uji SIM dari komunitas...

Dari Pengalaman Pribadi, Rapper Cirebon Andi Lowgan Luncurkan Single Perdana

Cirebon,- Semua orang pasti pernah merasakan marah, kesal, bahkan sakit hati, bila kepercayaan dan kebaikan kita dikhianati oleh teman sendiri. Namun, banyak cara orang...

Daop 3 Cirebon Serahkan Barang Temuan Kepada Kepolisian

Cirebon,- PT. KAI Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon menyerahkan 14 barang berharga milik penumpang KA yang tertinggal kepada Unit Reskrim Polres Cirebon Kota, Kamis...

More Articles Like This