Komisi III DPRD Kota Cirebon Cek Kesiapan RSD Gunung Jati Hadapi Wabah Penyakit

Cirebon,- Komisi III DPRD Kota Cirebon melakukan pengecekan terhadap kesiapan RSD Gunung Jati untuk menghadapi situasi wabah penyakit saat ini. Terutama yang berkaitan dengan kasus gangguan ginjal akut dan COVID-19.

Bertempat di ruang komite medik, Komisi III DPRD Kota Cirebon melangsungkan pertemuan dengan direktur RSD Gunung Jati serta sejumlah dokter untuk membahas lebih lanjut kesiapan dari pihak rumah sakit guna menangani dua penyakit tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Benny Sujarwo mengatakan, hasil pertemuan itu menunjukan bahwa pihak RSD Gunung Jati telah siap bila ditemukan kasus gangguan ginjal akut pada anak-anak.

BACA YUK:  Partai Hanura Optimis Menang Pemilu 2024, DPC Kota Cirebon Targetkan 6 Kursi DPRD

“Monitoring kali ini untuk melihat kesiapan daripada RSD Gunung Jati menghadapi maraknya kasus gangguan ginjal pada anak-anak. Ternyata sudah disiapkan segala sesuatunya, bahkan sudah membentuk tim khusus,” kata Benny usai pertemuan dengan jajaran RSD Gunung Jati, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dokter spesialis di sini tidak hanya menangani pasien-pasien sesuai spesialisasinya. Tetapi juga harus melayani pasien-pasien yang memang membutuhkan perawatan.

Dari segi ruangan, fasilitas dan lainnya, sambung Benny, pihak rumah sakit telah menyiapkannya secara maksimal. Termasuk untuk menangani pasien COVID-19 yang memang terjadi peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

BACA YUK:  Rapat Paripurna Sepakati Rencana Kerja DPRD Kota Cirebon 2023

“Kasusnya memang masih ada meskipun landai. Tapi di awal bulan November ini ada penambahan kasus,” ungkap Benny.

Dalam kegiatan monitoring ini turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati beserta Anggota Komisi III, Fitrah Malik, Cicip Awaludin SH, Andi Riyanto Lie SE, dan Hj Neneng Sri Daiyah SE.

Sementara itu, Direktur RSD Gunung Jati, dr Katibi MKM menyampaikan, untuk penanganan gangguan ginjal akut pihaknya sudah membentuk tim khusus. Di mana tim ini bertugas untuk melakukan perawatan dan penanganan jika terdapat pasien yang menderita penyakit tersebut.

BACA YUK:  Pemda Provinsi Jabar Beri Penghargaan Pelaku dan Insan UMKM pada Ajang UMKM Juara Award

“Kami sebenarnya sudah ada tim pelayanan ginjal terpadu. Kasus gagal ginjal akut itu tadi merupakan bagian ruang lingkup dari tim tersebut,” ujarnya.

Untuk penanganan pasien COVID-19, Katibi mengaku tetap menggunakan skenario awal. Pihaknya telah menyediakan ruang isolasi khusus.

“Tetapi jika kapasitasnya sudah mencapai 80 persen, maka ruangan lain yang tersedia akan dipakai. Ada 15 pasien COVID-19 sudah ada di sini. Terdapat peningkatan memang, jadi masyarakat harus waspada dan menjalankan prokes,” tandasnya. (HSY)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *