Sabtu, 18 September 2021

Kisah Penjual Jamu Gendong Mengantarkan Kesuksesan Ketiga Anaknya Menjadi Sarjana

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Cirebon- Sagih (48), seorang ibu pedagang jamu gendong yang biasanya berkeliling menjual jamunya di sekitar jalan Perjuangan. Aslinya orang Solo, ikut merantau bersama suami beserta ketiga putrinya ke Kota Cirebon dan kini tinggal di daerah Jagasatru.

1. Berjualan Jamu Pagi dan Sore

Beliau berjualan jamu dua kali sehari di waktu pagi dan sore. Pagi hari, beliau berjualan mulai pukul 06.30 sampai pukul 11.00. Sedangkan sore hari, berjualan dari pukul 15.00 hingga pukul 17.30.

Loading...

“Saya kan jualan jamu dua kali sehari, untuk persiapannya sendiri dari jam 3 pagi dan jam 12 siang. Bahan-bahan untuk membuat jamu ada yang dari Solo dan dari kebun”, ujar Sagih ketika ditemui About Cirebon, Jum’at (6/9/2019).

BACA YUK:  Sekda Kota Cirebon Minta Pelayanan kepada Masyarakat Jadi Prioritas

Rute yang ditempuh untuk berjualan jamu diantaranya wilayah Perumahan Griya Sunyaragi Permai (GSP) dan Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

2. Sudah Berjualan selama 37 Tahun

Ibu Sagih mulai berjualan jamu gendong sejak tahun 1982. Berarti, sudah 37 tahun. Masa mudanya dihabiskan untuk belajar meracik jamu, sehingga tidak ada waktu untuk bersekolah. Faktornya antara lain tidak diperbolehkan oleh orang tua ditambah dengan keadaan ekonomi keluarganya yang saat itu tidak memungkinkan beliau untuk bersekolah.

3. Ketiga Anaknya Menjadi Sarjana

Hal itulah yang membuat Ibu Sagih bercita-cita menyekolahkan ketiga putrinya.

“Saya pengen banget anak-anak saya sekolah sampai lulus kuliah”, katanya.

“Alhamdulillah meskipun saya sama suami bermata pencaharian sebagai penjual jamu gendong dan penjual bakso, kami berhasil menyekolahkan ketiga putri kami hingga menjadi sarjana”, cerita Sagih.

Putri pertamanya kuliah strata 1 (S1) mengambil jurusan Manajemen Informatika. Putri kedua kuliah diploma 3 (D3) mengambil jurusan yang sama dengan kakaknya. Sedangkan putri bungsunya kuliah strata 1 (S1) mengambil jurusan Tadris Bahasa Inggris.

BACA YUK:  Produk Jenny's Nature Tak Menyangka Bisa Tampil di Pameran Kanada

Tidak ada halangan ketika memperjuangkan ketiga putrinya untuk bersekolah. Baginya, yang terpenting adalah niat dan semangat. Insyaallah dimudahkan jalannya.

4. Anak-anaknya Sudah Bekerja

Kini, ketiga putri Ibu Sagih sudah bekerja dan berkeluarga. Dua orang putrinya bekerja di kantor pajak dan seorang lagi bekerja sebagai guru.

Kesuksesan ketiga putri Ibu Sagih dalam menempuh pendidikan hingga sarjana, menjadi bukti kegigihan seorang ibu dalam memperjuangkan kehidupan anaknya agar lebih baik.

(Reporter : Vianisa Atifah/PPL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Pemkab Cirebon Targetkan Bebas Sampah di 2024

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk melakukan penanganan terkait sampah. Bahkan, Pemkab Cirebon menargetkan tahun 2024 wilayah Kabupaten...

Gandeng Punakawan, Sosialisasikan Pentingnya Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Cirebon,- Satpol PP Jawa Barat bersama Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes). Caranya dengan melibatkan tokoh pewayangan...

Wanita Cantik Asal Cirebon Ini Memiliki Segudang Prestasi Biliar

Cirebon,- Cantik dan pintar bermain biliar, itulah gambaran yang cocok bagi Nony Krystianti Andilah. Wanita berkulit putih asal Cirebon ini memiliki segudang prestasi di...

Grand Opening Meetime Rasain Cabang Ketiga di Majasem

Cirebon,- Meetime Rasain Cirebon membuka cabang ketiganya di Jalan Perjuangan – Majasem No. A2 Kota Cirebon (tepatnya di depan halaman Sempoa SIP) pada Jum’at,...

More Articles Like This