Selasa, 18 Mei 2021

Keturunan Sultan XI Kasepuhan Cirebon, Mengukuhkan Sebagai Polmak

Populer

Kampung Sabin, Tawarkan Konsep Suasana Bali

Cirebon,- Ingin merasakan suasana seperti di Ubud Bali, kini tidak perlu jauh-jauh harus pergi ke Bali. Pasalnya, di Cirebon...

Pesona Curug Cigetruk yang Belum Banyak Orang Tahu dengan Ketinggian 27 Meter⁣⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Kecamatan Dukupuntang dikenal sebagai salah satu wilayah kecamatan penyangga pariwisata berbasis alam (Agrowisata) di Kabupaten Cirebon.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ Terdapat berbagai sumber...

Serentak, PGRI Kota Cirebon Bagikan 3000 Takjil dan Nasi Kotak di 4 Kecamatan⁣

Cirebon,- Di penghujung Ramadan 1442 H ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon mengadakan kegiatan berbagi. Berbeda dengan...

RedBox Barbershop Ramai Pengunjung, Hari Lebaran Tetap Buka

Cirebon,- Jelang hari raya Idulfitri, jasa potong rambut atau barbershop ramai pengunjung. Hal ini menjadi berkah tersendiri bari para...

Cirebon,- Keturunan Sultan Sepuh XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin, Rahardjo Djali mengukuhkan diri sebagai Polmak atau Pejabat Sementara (Pjs) Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon.

Acara pengukuhan Rahardjo Djali, pria yang sempat viral di media sosial terkait penggembokan Keraton Kasepuhan Cirebon beberapa waktu lalu tersebut berlangsung di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kamis (6/8/2020).

Rahardjo mengatakan bahwa Putra Mahkota PRA Luqman Zulkaedin sebagai penerus Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan tidak sah, karena kebiasaannya sudah melenceng jauh dari kebiasaan yang ditempuh oleh pendahulu di Kesultanan Cirebon.

Loading...

Baca Yuk : Video Viral Mengaku Keturunan Sultan Sepuh XI, Ini Tanggapan Sultan Sepuh XIV

“Sejauh ini tidak sah, karena sudah melenceng jauh dari kebiasaan yang ditempuh oleh pendahulu di Kesultanan Cirebon,” ujar Rahardjo.

BACA YUK:  Tradisi Pitulikur Yayasan Insan Kamil Kalimasada, Undang Ratusan Anak Yatim dan Lansia⁣

Menurut Rahardjo, pengukuhan sebagai Pejabat Sementara atau Polmak di Keraton Kasepuhan Cirebon untuk mengisi kekosongan jabatan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Jabatan ini berakhir sampai keluarga besar berkumpul lagi untuk menentukan (sultan) yang definitif. Tetapi saya tidak bisa menentukan,” ungkapnya.

Pengukuhan sebagai Polmak, kata Rahrdjo, sudah disepakati dengan keluarga besar dari keturunan Sultan Sepuh XI dan juga mendapatkan dukungan dari beberapa pondok pesantren di Cirebon.

“Pengukuhan ini sudah disepakati keluarga besar, bahkan dari kalangan pesantren seperti Pondok Pesantren Buntet, Gedongan, Bendakerep, dan lainnya,” jelasnya.

Rahardjo menambahkan bahwa dirinya siap menerima penolakan dari pihak keluarga almarhum Sultan Arief. Namun, pihaknya juga mengapresiasi jasa Sultan Arief saat menjabat sebagai Sultan Sepuh XIV.

“Sebetulnya saya sudah lama berkomunikasi dengan Sultan Arief saat masih duduk Sultan Sepuh, tapi komunikasi ini kelihatannya buntu,” terangnya.

Pihaknya mengaku akan melakukan banyak sekali perbaikan-perbaikan di Keraton Kasepuhan.

BACA YUK:  Tampil Syar'i dan Tetap Modis Dengan Addeyza Hijab⁣ ⁣

Sementara itu, ahli Filolog dan juga Sejarah Cirebon, R. Achmad Opan Safari menjelaskan peristiwa pengangkatan Polmak dari sisi sejarah memang ada masa transisi yang terjadi beberapa kali, seperti di Keraton Kanoman dan Kasepuhan.

“Pengamatan Polmak dari sisi sejarah memang ada dan terjadi beberapa kali seperti di Keraton Kanoman dan Kasepuhan,” ujarnya

Mengenai pengangkatan Polmak Sultan Keraton Kasepuhan terhadap Rahardjo, menurut Opan tetap sah. Karena, ia memiliki garis keturunan langsung dari Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon XI.

“Beliau yang saya lihat ada garis keturunan dari perempuan. Dari laki-lakinya dia keturunan Kiyai Djali, ke Kiyai Pegambiran, terus silsilahnya ke atas, saya tidak begitu hapal, lalu ke Pangeran Sindang Garuda terus ke Sunan Gunung Jati. Ini Polmak bukan Sultan,” jelas Opan. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Layanan KA Khusus Non-Mudik di Daop 3 Cirebon Berangkatkan 3.564 Penumpang

Cirebon,- Selama masa larangan mudik lebaran tahun 2021, PT KAI Daop 3 Cirebon telah melayani orang-orang yang dikecualikan sesuai...

Pasca Lebaran, Kepala Daerah Diminta Lakukan Uji Sampling Covid-19

Cirebon,- Pasca hari raya idul Fitri 1442 Hijriah, Presiden Joko Widodo saat Rakor Virtual mengintruksikan kepada Kepala Daerah untuk berhati-hati didalam menyikapi pasca mudik...

Alun-alun Kejaksan Akan Diterapkan Jam Operasional, ini Alasannya

Cirebon,- Jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon meningkat setelah resmi dibuka pada awal April 2021. Namun, masih banyak masyarakat yang...

Penyekatan Arus Balik di Kota Cirebon, Hasil Pemeriksaan Antigen Dinyatakan Negatif

Cirebon,- Petugas Polres Cirebon Kota bersama petugas gabungan melakukan penyekatan arus balik dan pemeriksaan tes cepat antigen di Pos PAM Kalijaga, Kota Cirebon, Senin...

More Articles Like This