Ketua At-Taqwa Center Cirebon Dinyatakan Negatif, Ini Catatan Kang Yani

Cirebon,- Ketua At-Taqwa Center Kota Cirebon, Ustad Ahmad Yani dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalankan isolasi di Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon.

Ustad Yani yang biasa disapa Kang Yani ini menjalan isolasi di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon sejak tanggal 30 Agustus sedangkan 21 September 2020. Kang Yani dinyatakan negatif Covid-19 pada tanggal 22 September 2020.

Sebelum dinyatakan positif Covid-19, Kang Yani melakukan perjalanan keluar kota untuk menghadiri persiapan MTQ Jabar, Bimtek dan Rakor Litapdimas Diktis Kemenag RI (Subang, Bandung, Tanggerang Selatan 25 sampai 28 Agustus).

Dalam keterangan di akun media sosial Instagram @kangyani1, Kang Yani menjelaskan bahwa memiliki kontak erat dengan istrinya yang positif dan memiliki gejala klinis demam dan batu.

“Sembuh, dinyatakan negatif pada Senin 21 September 2020. Alhamdulillah,” tulis Kang Yani.

Kang Yani, yang juga Ketua LP2M (Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuliskan refleksi dalam akun instagramnya yang di-posting kemarin malam.

BACA YUK:  Agung Supirno Banyak Terima Keluhan Warga, Saat Reses Masa Sidang Pertama

Ada 14 catatan yang dibagikan Kang Yani di caption terkait Covid-19 tersebut. Berikut catatan Refleksi Kang Yani:

1. Covid-19 bukan hantu (antara ada dan tiada) tapi nyata ada, ilmiah dan menular.

2. Wabah Covid-19 ini pada hakekatnya adalah ujian atau musibah/peringatan/ siksaan yang bisa terjadi ke siapapun dan kapanpun tanpa melihat suku, ras, agama, kedudukan/status sosial.

3. Bagi yang Terpapar Covid-19, Masa Isolasi dapat dijadikan sarana Muhasabah dan Taqorrub kepada Allah SWT dengan aktivitas Ibadah dan kebaikan lainnya.

4. Hal yang sangat berpegaruh kepada seseorang yang dinyatakan Positif Covid-19 adalah ketahanan mental dan Jiwa.

5. Ketahanan Mental/Jiwa (sedih atau senang/bahagia) sangat mempengaruhi imun/daya tahan tubuh kita.

6. Tantangan yang dirasakan orang yang terpapar covid-19 adalah mental sosial; ketahanan jiwa, yang terpapar covid-19 masih dianggap aib, sumir, digunjing oleh tetangga atau sesama.

BACA YUK:  Info Loker : Abhati Land

7. Faktor yang mendukung kesembuhan ada 2:
1) Nutrisi Medis (ikuti SOP/Protokol kesehatan selama masa perawatan: makan dengan gizi seimbang, jaga PHBS, olah raga ringan, berjemur, minum vitamin, madu, dan herbal).
2) Nutrisi Psikis yang sangat mendukung (Sholat, Tilwah, Istighfar, Dzikir, do’a dan sholawat)

8. Hal yang harus segera dilakukan kepada yang terpapar, ditesting, tracing, isolating. Kita harus Empati, Mendoakan, Memotivasi dan Membantu dengan kemampuan yang ada.

9. Selama masa Isolasi, baiknya kita cerdas dan bijak membaca informasi, dalam waktu tertentu HP dan Televisi bisa dinon aktifkan dialihkan dengan tilawah dan aktivitas ibadah lainnya.

10. Yang terkonfirmasi positif Covid-19 bukan aib, bukan penyakit prilaku sosial yang kotor. masuknya Attho’uun (wabah) yang kalau taqdirnya sampai wafat masuk kategori “syahid akherat” insyaa Allah.

BACA YUK:  Mengenal Wajah Baru Pasar Kue Weru Kabupaten Cirebon

11. Masyarakat/siapapun tidak berhak menolak jenazah yang terinfeksi Covid-19 untuk dimakamkan di TPU kampungnya sendiri.

12. Kita harus lebih sadar akan ancaman Covid-19 yang nyata dan lebih peduli empati kepada yang terpapar dan keluarganya.

13. Kepada siapapun yg dinyatakan Positif Covid-19, secara psikis, segera ubah perasaan dan pikiran agar tetap tenang, lebih positif; langsung kembalikan kepada Allah SWT (tetap husnudhon kepada Nya) yakini pasti dibalik semuanya yang terjadi ada hikmah. Karena tidak ada satu musibahpun yang terjadi kecuali sudah dalam ketetapan Allah SWT.

14. Kita Wajib menjaga Protokol Kesehatan (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak). Usaha Menghilangkan Madhorot lebih wajib dari pada mengambil maslahat; dan Haram kita mencelakakan diri sendiri dan orang lain. (AC212)

(Dilihat: 9 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.