Ketika Puluhan Wartawan Cirebon Ditantang Jadi Da’i di Acara Bukber Bersama Cirebon Power

0
39

Cirebon,- Ada yang berbeda dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Cirebon Power bersama Jurnalis Cirebon kali ini. Biasanya, gathering jurnalis hanya diisi dengan kegiatan seremonial biasa dengan beberapa sambutan.

Namun kali ini, gathering sekaligus Buka Bersama (Bukber) Cirebon Power dan Jurnalis Cirebon, diisi juga dengan lomba tausiyah berantai.

Aston Hotel

Puluhan jurnalis dari media cetak, elektronik dan online, ditantang untuk menjadi da’i dan bisa memberikan tausiyah kepada tamu undangan yang hadir.

Tentunya, perlombaan ini bukan merupakan hal yang mudah. Karena, memberikan tausiyah merupakan hal yang baru bagi para jurnalis.

Dalam lomba ini, para jurnalis dibagi dalam delapan kelompok. Untuk setiap kelompoknya , diharuskan memberikan tausiyah dengan durasi tiga menit secara berantai (bergantian). Selain isi dan tema yang disampaikan, penilaian juga meliputi keselarasan materi tausiyah, antara peserta dalam satu tim.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Gelak tawa pun pecah saat satu persatu kelompok unjuk aksi. Tak sedikit tausiyah yang disampaikan oleh para jurnalis ini, tidak sesuai dengan penyampaian rekan satu timnya. Ada juga, yang kebingungan untuk menyampaikan pesan apa, karena tidak sempat latihan atau demam panggung.

Dalam lomba ini juga, ada satu tim yang hanya mengandalkan satu anggotanya untuk memberikan tausiyah. Sedangkan rekan-rekan lainnya, hanya kebagian menimpali “ Betul” ketika ditanya oleh anggota yang dipilih menjadi da’i  dadakan ini.

Ruangan pun penuh dengan sorak sorai, dan beragam ekspresi penonton yang notabene wartawan. Bahkan, ada juga peserta yang tugasnya hanya membuka dan menutup tausiyah saja.

Ani Nunung, jurnalis senior Harian Pikiran Rakyat mengaku senang dengan adanya lomba ini. Menurutnya, Cirebon Power selalu menghadirkan keseruan yang baru dalam setiap kegiatannya.

Jika pada tahun sebelumnya Cirebon Power membuat perlombaan beduk. Pada Bukber kali ini, Cirebon Power menggelar perlombaan tausiyah berantai

“Bagus, rame dan selalu ada yang baru dalam setiap kegiatannya,” kata Ani.

Sementara itu, Deputi Direktur Cirebon Power, Yusuf Arianto yang didapuk sebagai dewan juri bersama dengan KH Farid NZ, mengapresiasi seluruh penampilan yang dilakukan oleh para jurnalis.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh para jurnalis sudah sangat baik. Namun, dirinya tetap mengikuti aturan yang sudah disepakati bersama. Karena menurut Yusuf, ada satu tim yang penyampaiannya bagus, namun harus didiskualifikasi, karena tidak menyampaikan tausiyah secara bergantian.

“Kelompok dari IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) itu bagus. Tapi karena yang tausiyahnya cuma satu dan yang dibelakangnya cuma jawab “ Betul”, maka terpaksa didiskualifikasi,” kata Yusuf.

Senada dengan Yusuf, Direktur Cirebon Power Teguh Haryono, juga mengaku kagum dengan tausiyah-tausiyah yang disampaikan oleh para jurnalis ini.

Ia mengungkapkan, materi dan gaya penyampaian dalam tausiyah ini, harus lebih ditingkatkan. Bahkan ia mengatakan, bahwa para jurnalis ini, sangat memungkinkan untuk bisa menjadi da’i yang sebenarnya.

“Saya lihat bagus semua. Kalau ditingkatkan, mungkin bisa jadi da’i beneran,” ujar Teguh.

Dalam kegiatan tersebut, Teguh juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jurnalis atas kerja sama dan dukungannya terhadap Cirebon Power.

Karena menurutnya, jurnalis merupakan perwakilan dari masyarakat, untuk bisa mewartakan informasi kepada masyarakat. Teguh juga mengungkapkan, pihaknya siap untuk mendukung peningkatan kompetensi para jurnalis.

“Mungkin suatu saat, kita bisa menghadirkan pakar-pakar dalam pertelevisian, radio, fotografi atau yang berkaitan dengan kegiatan jurnalis lainnya. Agar bisa meningkatkan kompetensi jurnalis di Cirebon,” tutupnya. (AC212)