Keren, Jalan di Pulobaru Kota Cirebon Disulap Jadi Gambar 3D

Cirebon,- Biasanya gang-gang rumah identik dengan jalanan aspal. Namun, berbeda di Gang III RT 3, RW 6, Pulobaru Utara, Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon yang disulap jalanan beraspal menjadi gambar lukisan 3 dimensi.

Dengan mengusung konsep seperti aliran sungai, gambar lukisan 3D ini dihiasi dengan gambar ikan-ikan dan pinggirannya seperti bebatuan.

1. Mencari Suasana Baru

Djuneidi, Ketua RT 3, RW 6, Pulobaru Utara mengatakan konsep gambar lukisan 3D ini terinspirasi dan inisiatif dari pemuda-pemuda Kampung Pulobaru Utara.

BACA YUK:  Kolaborasi dengan Kotaku, SMF Benahi 27 Rumah Tidak Layak Huni di Pesisir Kota Cirebon

“Di gambar lukisan ini untuk kebersihan dan juga dalam rangka menyambut 17 Agustus, serta mencari suasana baru,” ujarnya saat ditemui About Cirebon, Selasa (9/7/2019).

Lanjut Djunaedi, konsep gambar lukisan 3D ini mengusung konsep nuansa alam dan seperti suasana balong yang ada kaitannya dengan sejarah Masjid Baiturrohim.

“Dulunya, sebelum dibangun Masjid Baiturrohim yang ada di RW 6 merupakan balong ikan,” jelasnya.

2. Berkaitan Sejarah Balong Panjunan

Sementara itu, Kamto Wiyono, selaku sesepuh kampung Pulobaru Utara ini menjelaskan bahwa Masjid Baiturrohim dulunya merupakan Balong yang dinamakan Balong Panjunan.

BACA YUK:  Inilah Acara di Cirebon Hari Sabtu dan Minggu, 4 dan 5 Maret 2023

“Dinamakan Balong Panjunan, karena pada saat itu, banyak warga Panjunan yang mengambil pasir, sehingga dikatakan Balong Panjunan,” ujaranya.

Balong Panjunan ini, kata Kamto, dahulu luas sekali, sehingga makin lama setelah tidak diambil pasirnya, jadilah balong dan ikan-ikan banyak di Balong Panjunan tersebut.

“Singkat cerita, saat musim hujan tiba, air di balong tersebut membanjir pemukiman warga dan ikan-ikan yang ada di balong juga ikut keluar,” terangnya.

“Sehingga, konsep gambar lukisan 3D ini ada kaitanya dengan sejarah Balong Panjunan yang sekrang sudah menjadi Masjid Baiturrohim,” imbuhnya.

BACA YUK:  Keluarga Besar IA ITB Gelar Halal Bihalal dan Pemaparan Kawasan Rebana Metropolitan

3. Biaya dari Masyarakat

Djunedi menambahkan, untuk biaya pembuatan gambar lukisan 3D tersebut dihasilkan dari swadaya masyarakat sekita.

“Jadi warga secara sukarela menyumbang untuk pembelian cat. Bahkan, warga pun ikut membuat gambar-gambar 3D nya,” tandasnya. (AC212)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *