Kepala OJK Cirebon, Jumlah BPR di Wilayah Ciayumajakuning Alami Penurunan

Cirebon,- Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar media briefing, Kamis (11/8/2022). Kegiatan yang berlangsung di Kantor OJK, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon ini memaparkan kinerja Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di wilayah Ciayumajakuning periode semester 1.

Pada media briefing tersebut, Kantor OJK Cirebon mencatat jumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) terus mengalami penurunan. Pada tahun 2015, pihaknya mencatat sebanyak 49 BPR di Ciayumajakuning, namun sampai saat ini tersisa 20 BPR.

BACA YUK:  Satnarkoba Polresta Cirebon Berhasil Amankan Pengedar Narkotika Jenis Sabu

“Sampai saat ini jumlah BPR di wilayah Ciayumajakuning ada 20. Sejak tahun 2015 jumlah BPR mencapai 49, akan tetapi keberadaan BPR terus mengalami penurunan sampai saat ini sebanyak 20 BPR,” ujar Kepala OJK Cirebon, Fredly Nasution.

“Dari 20 BPR sampai saat ini, 8 BPR merupakan milik pemerintah dan 12 BPR lainnya dimiliki pihak swasta,” tambahnya.

Penurunan jumlah BPR di wilayah Ciayumajakuning, kata Fredly, karena adanya merger. Sehingga, dengan merger ini bisa memberikan pengawasan secara efektif.

“Pemberlakukan merger ini, membuat dari sisi aset bertambah, namun jumlah BPR berkurang,” katanya.

BACA YUK:  Apa itu Obat Samquinor? Ini Kegunaan hingga Efek Sampingnya

Dalam kesempatan tersebut, Kantor OJK Cirebon mendorong BPR di wilayah Ciayumajakuning untuk melakukan merger. Menurut Fredly, BPR yang harus melakukan merger, karena untuk menambah kekuatan pelayanan dari permodalan.

“Saat ini sudah ada satu BPR yang mengajukan merger. Kalau terlalu banyak, secara keuangan tidak sehat. Akan tetapi, keberadaan BPR masih dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya.

Dalam POJK Nomor 5/POJK.03/2015 kewajiban modal minimum dan pemenuhan modal inti minimum BPR ditetapkan sebesar Rp. 6 Milyar dan wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2024. (HSY)

BACA YUK:  Pemda Provinsi Jawa Barat Siapkan Subsidi BLT Pekerja Terdampak Resesi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *