Selasa, 25 Januari 2022

Kepala BI Cirebon: Tahun 2018 Inflasi Wilayah III Cukup Rendah

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022)....

Mulai Tahun 2023 Tenaga Honorer Dihapus, ini Kata Sekda Kota Cirebon

Cirebon,- Pemerintah pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang....

Cirebon,- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menggelar pertemuan awal tahun dengan awak media, yang berlangsung di salah satu rumah makan di Jalan Ampera, Kota Cirebon, Rabu (9/1/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala KPw BI Cirebon, M. Abdul Majid Ikram mengatakan bahwa capaian inflasi di wilayah III Cirebon sepanjang tahun 2018 cukup rendah.

1. Inflasi Cukup Rendah

Loading...

Pada tahun 2018, capaian inflasi di Wilayah III Cirebon cukup rendah hanya sebesar 2,8 persen. Bahkan inflasi tersebut lebih rendah dari inflasi Nasional sebesar 3,5 persen.

Menurut Majid, hal tersebut tidak terlepas dari peranan media dalam hal menyampaikan pesan-pesan yang sudah dilakukan, apa yang harus dilakukan oleh masyarakat.

BACA YUK:  Wacana Perluasan Wilayah Kota Cirebon, Wali Kota : Butuh Waktu yang Tidak Singkat

Karena tanpa peran media, masyarakat tidak tahu seperti adanya operasi pasar, adanya pasar murah, dan rencana Bank Indonesia akan menyebarkan uang.

Capaian ini juga tentunya, tidak terlepas dari kerja sama kami dengan stakeholder, dalam hal ini pemerintah daerah, pelaku usaha, Bulog, PPI, Hiswana Migas.

“Sehingga, terus terang apapun yang kita capai dalam hal kaitannya dengan capaian ekonomi yang sangat baik ini tidak terlepas dari peranan kita semua,” ujarnya.

2. Pembiayaan di Wilayah III Cirebon Belum Optimal

Pada tahun 2018, pembiayaan di Wilayah III Cirebon masih belum optimal. Oleh karenanya, Bank Indonesia Cirebon mendorong kepada perbankan untuk meningkatkan peranan pembiayaan.

Menurut Majid, tingkat pertumbuhan daripada penyaluran harus didorong, karena memang peluang di Wilayah III Cirebon ini cukup besar.

“Saya selalu menekankan motor penggerak ekonomi kita ini nanti yang sangat kuat adalah BIJB Kertajati. Nah ini harus kita sama-sama bisa manfaatkan secara baik, termasuk BI sedang merancang konsep pariwisata integrasi,” bebernya.

BACA YUK:  Gempabumi M 6,7 Banten, Beberapa Rumah Warga di Pandeglang Mengalami Kerusakan

3. Merancang Pariwisata Integrasi

Untuk menekan motor pergerah ekonomi di wilayah III Cirebon, KPw BI Cirebon akan merancang konsep pariwisata integrasi. Pasalnya, wilayah III ini mempunyai peluang wisata yang cukup banyak diseluruh wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).

Majid menjelaskan, dari situ pihaknya ingin mengintegrasikan wisata, misalnya ada orang yang suka wisata religi, wisata alam, dan ada yang suka wisata budaya, serta kita kombinasikan.

“Jadi kita kombinasikan tempat-tenpat wisatanya dengan akomodasinya, oleh-olehnya, dengan tour guidenya. Karena kita ingin meningkatkan terutama yang paling besar adalah life of style dari wisatawan,” katanya.

4. Tidak Terpengaruh Tahun Politik

Memasuki tahun politik, Bank Indonesia tidak terpengaruh dan terus berusaha menjaga stabilitas perekonomian.

Pihaknya terus mengantisipasi, namun bukan terkait karena tahun politik. Tetapi, mengantisipasi terkait dengan gejolak perekonomian dunia yang paling utama.

“Karena, perekonomian kita suka ngga suka, mau ngga mau sangat tergantung juga kepada perekonomian dunia,” jelas Majid.

“Terutama, yang kita terus awasi adalah kebijakan dari Federal Reserve, kemudian perang dagang antara China dengan Amerika masih terus kita perhatikan,” imbuhnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Rayakan Hari Jadi yang Pertama, GH Kopi Cirebon Gelar Event GH Jazz Day

Cirebon,- Green House (GH) Kopi Cirebon yang berlokasi di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa No. 113, Kedungjaya, Kabupaten Cirebon menggelar...

Pemda Kota Cirebon Mulai Pelaksanaan Vaksinasi Booster COVID-19 untuk Lansia dan Pelayanan Publik

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mulai menjalankan program vaksinasi dosis tiga atau booster. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga tersebut berlangsung di Gedung Sekretariat...

Kementerian PUPR Targetkan Seluruh Seksi Tol Cisumdawu Rampung Tahun 2022

Bandung,- Jalan Tol Cisumdawu Seksi 1 baru saja diresmikan Senin 24 Januari 2022, selanjutnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan seluruh proyek selesai...

Mulai Besok Pagi, Tol Cisumdawu Seksi I Terapkan Tarif Gratis Selama Dua Minggu

Bandung,- Tol Cisumdawu dibuka mulai besok, Selasa (25/01/22) pukul 06.00 untuk seksi I sepanjang 11,45 kilometer yang menghubungkan antara Cileunyi dan Pamulihan. Adapun tarif tol...

More Articles Like This