Selasa, 29 September 2020

Kepala BI Cirebon: Fintech Memiliki Peluang Besar Dalam Industri

Populer

46 Santri Pondok Pesantren di Kuningan Terpapar Covid-19

Kuningan,- Sebanyak 46 santri di Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Kuningan Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19.Aktivitas di pondok pesantren...

Tilik Kana Cirebon Hadir untuk Angkat Potensi UKM Khusus Kuliner

Cirebon,- Untuk menjadikan UKM (Usaha Kecil Menengah) naik kelas, Food Court Tilik Kana yang berlokasi di Jalan Pancuran Barat...

Wali Kota Cirebon: Mulai 1 Oktober 2020 yang Tidak Patuh Protokol Kesehatan akan Ditindak Tegas

Cirebon,- Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon, Walikota Cirebon Drs. Nashrudin Azis tak henti-hentinya melakukan edukasi dan sosialisasi...

Pemerintah dan Keraton Kasepuhan Cirebon Sepakat Meniadakan Pasar Muludan

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon bersama dengan Keraton Kasepuhan bersepakat meniadakan pasar malam atau Muludan di area Keraton Kasepuhan...

Ini yang Dilakukan Ponpes Husnul Khotimah Menyusul 46 Santri Positif Covid-19

Kuningan,- Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah yang berada di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan ditutup sementara mulai hari...

Cirebon,- Sejalan dengan perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0, digitalisasi dan perkembangan inovasi telah merevolusi berbagai aspek kehidupan termasuk pada jasa layanan keuangan.

Inovasi ini dikenal dengan nama Financial Technology (Fintech) yang merupakan perpaduan antara layanan jasa keuangan dengan teknologi.

Seiring berjalannya waktu, inovasi digital dalam bentuk Fintech ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan menjadi salah satu yang ditengarai dapat menjadi solusi pemerataan ekonomi.

Loading...

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) sebagai organisasi yang menaungi seluruh perusahaan fintech di Indonesia telah memiliki anggota sebanyak 280 perusahaan, dan 250 perusahaan diantaranya merupakan perusahaan fintech yang beroperasi di sektor sistem pembayaran digital (payment, clearing dan settlement), serta inovasi keuangan digital dan pinjaman online (deposit, lending dan capital raising).

BACA YUK:  Langkah Preventif, Polresta Cirebon Lakukan Pemeriksaan Swab Mandiri

Berdasarkan data statistika 2019, nilai transaksi fintech juga menunjukkan tren yang meningkat sebesar 18,3 persen (yoy), yakni dari Rp. 22.4M pada tahun 2018 menjadi Rp.26.5M pada tahun 2019, adapun 95.67 persen dari nilai transaksi adalah pembayaran digital.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Fadhil Nugroho mengatakan fintech memiliki peluang besar dalam industri, karena dapat mengakuisisi pasar yang belum dapat ditangani oleh lembaga keuangan tradisional.

“Pesatnya pertumbuhan industri fintech juga memberikan kontribusi yang besar, khususnya untuk segmen retail dan unbanked,” ujarnya dalam kegiatan Cirebon Fintech Festival 2019, yang berlangsung di Atrium CSB Mall, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Minggu (10/11/2019).

Berdasarkan data world bank tahun 2017, kata Fadhil, 69 persen dari populasi global telah memiliki akses ke sistem keuangan formal baik di bank atau penyedia uang seluler.

“Angka ini meningkat dari hanya 51 persen pada 2011, seiring dengan perkembangan inovasi pada layanan keuangan,” bebernya.

BACA YUK:  Akhir Agustus Hingga Awal September, Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah 53 Orang⁣

Sejalan dengan perkembangan fintech yang begitu pesat, tambah Fadhil, Bank Indonesia sebagai regulator di bidang sistem pembayaran telah mengeluarkan sejumlah kebijakan, salah satunya dengan diterbitkannya Peraturan Bank Indoensia (PBI) Teknologi Finansial (Tekfin) pada akhir 2017.

“Sejak diterbitkannya PBI dimaksud, telah terdaftar 58 Penyelenggara Teknologi Finansial (PTF) di Bank Indonesia,” terangnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga mengeluarkan sejumlah kebijakan di bidang sistem pembayaran yang disusun menjadi Visi Sistem Pembayaran Indonesia tahun 2025, salah satu implementasinya adalah dengan diluncurkannya QR Code Indonesia Standar (QRIS).

“QRIS ini bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia Maju,” jelasnya.

“Selain di bidang sistem pembayaran, perkembangan lain juga terjadi pada fintech yang bergerak pada kategori deposit, lending dan capital raising yang menjadi kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” imbuhnya.

Atas hal-hal tersebut diatas yang kemudian mendasari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon untuk menyelenggarakan acara Cirebon Fintech Festival 2019 ini yang akan dilaksanakan selama 2 hari di CSB Mall yaitu tanggal 9 dan 10 November 2019.

BACA YUK:  Pemerintah dan Keraton Kasepuhan Cirebon Sepakat Meniadakan Pasar Muludan

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman terkait perkembangan teknologi untuk mendorong inovasi ekonomi dan keuangan digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi,” pungkas Fadhil. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

RM Abah Wardja Wedangan 90an Hadir dengan Konsep Djadul

Cirebon,- Dengan konsep kayu dan interior lawas, rumah makan dengan menu tradisional hadir untuk para pecinta kuliner Cirebon.Bertempat di...

Peringati HUT KAI ke-75, Daop 3 Cirebon Berikan Bantuan Mobil untuk Penyandang Disabilitas

Cirebon,- Dalam rangka memperingati HUT Kereta Api Indonesia (KAI) ke-75 yang jatuh pada Senin 28 September, melalui program CSR, KAI Daerah Operasional (Daop) 3...

Tambah Bangunan Pendopo, Warung Kopi Manis Kini Hadir Lebih Luas

Cirebon,- Warung Kopi Manis (WKM) yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon hadir dengan tempat yang lebih luas.Saat ini,...

Pelanggar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan Didominasi Tidak Memakai Masker

Cirebon,- Selama dua pekan sejak tanggal 14 sampai 27 September 2020, sebanyak 21 ribuan pelanggar terjaring operasi yustisi protokol kesehatan di Kabupaten Cirebon.Kegiatan yang...

More Articles Like This