Keluarga di Cirebon Merindukan TKW yang Masih di Arab Saudi

0
39
Suami dan anak dari Turini saat bertemu dengan awak media di rumahnya, Rabu (13/03/2019)

Cirebon, – Salah satu TKW bernama Turini Fatma (44) warga blok Truwag, Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, dikabarkan sudah lebih dari 20 tahun mengadu nasibnya di Arab Saudi. Namun TKW yang bekerja disana sejak tahun 1998 hingga sekarang belum kembali ke kampung halamannya sehingga keluarga korban merindukannya.

Seperti yang diceritakan suami Turini Fatma, Samsudin yang menceritakan kisah di tinggal istrinya sejak istrinya memutuskan berangkat Arab Saudi tahun 1998 silam, sempat mengirim surat dan komunikasi masih ada. Tetapi setelah empat tahun disana hingga sekarang, tidak ada komunikasi.

Aston Hotel

“Padahal kami sudah berusaha mengirim surat menanyakan kabar, namun tidak pernah ada balasan. Ditambah tidak ada telepon dari istri saya, diperkirakan sudah 22 tahun belum pernah bertemu lagu” kata Samsudin kepada awak media ditemui dirumahnya.

” Selain itu, saya menanyakan ke sponsor, juga pernah menanyakan ke orang pintar, sampai harus mengeluarkan uang jutaan rupiah. Namun tidak membuahkan hasil, hingga sekarang saya bingung mau mengadu kemana,” lanjut Samsudin.

Kondisi keluarga saat ini benar-benar mengkhawatirkan dan setiap hari memikirkan nasib istrinya yang mengadu ke negara Arab Saudi, karena ternyata PT yang menyalurkan Turini Fatma sudah bubar dan sponsor juga sudah bubar.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

“Pernah terima surat dari sana isinya keluarga minta mendoakan saja. Setelah lama, baru ada keluhan keluhan dan pernah dikirim uang waktu ada cheque sekitar dua kali. Namun sekarang tidak pernah ada kabar lagi,” ujarnya.

Diah Ardikasari (28) anak sulung Turini Fatma mengatakan, ibu saya kerja di saudi udah 22 tahun berangkat antara tahun 1998 silam, selama bekerja pernah kirim uang tiga kali, masih ada komunikasi lewat surat menyurat sampai tahun 2012.

Kalau yang jelas selama kerja 22 tahun tidak digaji hitungan baru kirim uang tuh sekitar 20 jutaaan.

” Itu surat terakhir yang diterima keluarga di Cirebon setelah itu hilang kontak tanpa ada kabar lagi, pernah dari Cirebon kirim surat namun surat itu dikirim balik lagi dari sana,” kata Diah saat temui di kediamannya.

Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah dan Bapak Presiden Jokowi dan mudah – mudahan ibu saya bisa segera pulang ke tanah air, bisa berkumpul lagi sama keluarga, karena selama ini saya merindukannya,” ujar Diah sambil meneteskan air mata. (AC310)