Rabu, 27 Oktober 2021

Kejari Kota Cirebon Luncurkan Layanan Pembayaran dan Pengiriman Barang Bukti Tilang di Kantor Pos

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon meluncurkan layanan pembayaran denda tilang dan pengiriman barang bukti tilang, yang berlangsung di halaman belakang Kantor Kejari, Jalan Dr. Wahidin, Kota Cirebon, Jumat (29/11/2019).

Layanan tersebut terintegrasi dan terkoneksi secara nasional, kerja sama antara Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Kantor Pos Cirebon, dan Bank BRI. Sehingga, untuk bayar tilang dan pengiriman bukti tilang kini bisa bayar di Kantor Pos manapun.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, M. Syarifuddin menjelaskan kehadiran layanan pembayaran denda tilang dan pengiriman barang bukti tilang dilandasi bagaimana bisa melayani masyarakat dengan maksimal, mempermudah dan memberikan kenyamanan.

Loading...

“Ide awalnya dari situ, karena jumlah yang terkena tilang makin hari makin meningkat, bisa seribu sampai dua ribu pelanggar perminggunya,” ujar Syarif.

Lanjut Syarif, berbagai inovasi Kejari Kota Cirebon telah dilaksanakan terkait dengan WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dengan dibuatkan ruang tunggu yang nyaman, yang bisa menampung hampir 50 orang.

“Tapi dengan begitu masih belum bisa menampung semuanya, kemudian kita bekerjasama dengan Kantor Pos untuk memecah pembayaran,” terangnya.

BACA YUK:  Ratusan Warga di 15 Desa di Cirebon, Serentak Dilatih Literasi Digital

Enam bulan yang lalu, kata Syarif, program ini sudah diterapkan hanya bersifat lokal saja di Cirebon. Namun, program tersebut kurang maksimal dan belum bisa menampung itu, akhirnya kembali berkoordinasi dengan PT Pos untuk bisa menjangkau di luar Cirebon, minimal wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).

“Rupanya pihak PT Pos punya pemikiran yang progresif, yang kemudian membuat aplikasi untuk pelayanan tilang ini bisa terkoneksi secara nasional,” jelasnya.

“Alhamdulillah atas persetujuan Kepala Regional 5 PT Pos, di Kota Cirebon yang menjadi pionir untuk menjadikan pencanangan program pelayanan tilang dan pengembalian barang bukti tilang yang terkoneksi secara nasional,” imbuhnya.

BACA YUK:  GH Kopi Cirebon Hadirkan Live Musik Jazz

Menurut Syarif, teknisnya pelanggar tilang dimanapun bisa membayar di kantor Pos manapun dan barang bukti tilangnya bisa dikirim kemanapun yang dia mau.

“Misalkan ada alamat Cirebon, terkena tilang di Surabaya, tinggal bayar di Cirebon dan minta dikirim ke Cirebon juga barang bukti tilangnya melalui PT Pos,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Regional 5 PT Pos Indonesia Jawa Barat-Banten, Hally Siti Halimah mengatakan secara lokal sebelumnya memang sudah ada khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, tapi untuk Nasional hanya baru Cirebon yang pertama.

“Dengan layanan ini, pelanggar itu pembayaran tidak hanya di loket Kejaksaan saja tetapi bisa diseluruh kantor Pos se-Indonesia, baik di agen pos maupun kantor pos,” ujarnya.

 

“Bahkan, nanti kedepan pembayaran bisa menggunakan aplikasi Pos Giro Mobile,” tambahnya.

Untuk lamanya pengiriman barang bukti tilang, kata Siti, tergantung tempat yang akan dikirim, tetapi untuk lokal Cirebon satu hari bisa sampai setelah membayar besaran tilangnya.

“Untuk yang di luar kota, maksimal di Jawa tiga hari dan diluar jawa bisa empat hari. Sedangkan biaya pengirimannya sesuai dengan tarif sampai ke tempat tujuan,” terangnya.

Mekanisme pembayarannya, tambah Siti, pelanggar lalu lintas datang ke Kantor Pos dan menunjukan bukti tilang ke petugas loket kantor Pos, lalu petugas akan melakukan entri data nomor tilang ke dalam sistem Pospay.

“Setelah itu akan muncul besaran denda tilang yahg harus dibayar oleh pelanggan. Setelah dibayar, petugas memberikan dokumen bukti pembayaran,” paparnya.

Setelah itu, petugas menyiapkan barang bukti tilang yang telah dibayar untuk dikirim menggunakan layanan Pos Express ke alamat yang diinginkan pelanggar.

Ditempat yang sama, Wali Kota Cirebon, Dr. Nashrudin Azis mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kota Cirebon merasa bersyukur atas ide yang dilakukan oleh Kajari Cirebon terkait proses pembayaran denda tilang dan pengiriman barang bukti tilang yang terintegrasi dengan PT Pos dan Bank BRI.

BACA YUK:  Ratusan Warga di 15 Desa di Cirebon, Serentak Dilatih Literasi Digital
BACA YUK:  Mililiter by Eatboss, Ngopi Simpel yang Kekinian di Cirebon

“Ini berarti pelayanan pemerintah Kota Cirebon semakin prima, karena Kejaksaan Negeri adalah salah satu penyelenggara pemerintahan di Kota Cirebon,” ujarnya.

Menurutnya, Kejari Kota Cirebon telah berhasil mengatasi ketidaknyamanan para pelanggar lalu lintas yang bisa membayar ditempatnya masing-masing, khususnya pelanggar dari luar kota.

“Jadi, saya yakin program yang dilakukan oleh Kejari Kota Cirebon, tamu-tamu dari luar Kota Cirebon akan semakin banyak. Karena salah satu kenyamanan untuk para wisatawan yang barangkali terkenal tilang, prosesnya mudah dan nyaman,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana...

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka-luka. Kapolresta Cirebon, Kombes...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM” yang digagas Paper.id bersama...

More Articles Like This