Kawanan Monyet Ekor Panjang Kerap Serang Pemukiman Warga dan Pertanian di Desa Cibereum Kabupaten Kuningan

Cirebon,- Kawanan monyet ekor panjang di kawasan hutan lindung di Desa Cibereum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan sudah semakin meresahkan warga.

Pasalnya, kawanan monyet ekor panjang ini kerap merusak rumah warga, mengambil makanan di rumah-rumah, hingga merusak perkebunan di sekitarnya.

Menurut salah satu waraga Desa Cibereum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Ahyari (60) saat ditemui About Cirebon menjelaskan bahwa kawanan monyet ekor panjang ini sudah berlangsung sejak lama.

“Sebenarnya memang sudah lana, tetapi enam bulan terakhir ini sering masuk ke rumah-rumah warga mengambil makanan dan juga merusak rumah,” ujarnya, Rabu (22/1/2020).

Lanjut Ahyari, monyet-monyet ini juga sering merusak perkebunan milik warga, seperti mencabut tanaman ubi, padi dan lainnya.

BACA YUK:  Tingkatkan Kualitas dan Layanan Perbankan, BTN Cabang Cirebon Hadir dengan Wajah Baru

Pihaknya berharap, kondisi seperti ini tidak terjadi lagi dan meminta kepada pemerintah desa untuk menangkap monyet-monyet tersebut untuk mengendalikan populasinya.

Sementara itu, Kepala Desa Cibereum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Suheri mengatakan pihaknya sering kali mendapat keluhan warga atas kejadian serangan kawanan monyet ekor panjang tersebut.

Suheri, Kepala Desa Cibereum, Kecamatan Cilimus, Kabupate Kuningan

“Atas keluhan warga tersebut, akhirnya kami mengupayakan solusi dengan berkirim surat ke Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) dan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Barat untuk mengatasi hal tersebut,” saat ditemui About Cirebon di kantornya, Rabu (22/1/2020).

BACA YUK:  Mau Buka Usaha Minuman, Kedai Bubuk Cirebon Tawarkan Berbagai Varian dengan Harga Terjangkau

Menurut Suheri, yang paling parah kawanan monyet ekor panjang ini kerap merusak diarea pertanian, masuk kedalam rumah dan mengambil makanan, apalagi kalau ke warung.

“Kadangkala, warung harus menggunakan ram kawat untuk mengantisipasi serangan moyet ini, dan pengepul ubi juga kadang kecolongan,” terangnya.

“Apalagi kalau di sawah, baru seminggu ditanam sudah dicabutin sama kawanan monyet ekor panjangan ini,” imbuhnya.

Untuk penanganannya sendiri, kata Suheri, setelah surat direspon oleh BTNGC dan BKSDA, akhirnya bekerjasama dengan warga Suku Baduy, kemarin sudah dilakukan penangkapan untuk pengendalian atau pengurangan populasi, walaupun sekrang masih banyak juga.

BACA YUK:  Spontan, Charly Van Houtten Hibur Pemudik di Rest Area KM 228 Tol Kanci - Pejagan

“Populasi semakin banyak, karena monyet itu beranak dalam setahun dua kali. Kalau ada 100 ekor monyet dalam satu tahun berarti anaknya sudah 200 ekor dan induknya 100, berarti sudah ada 300 ekor,” bebernya.

Saat dilakukan penangkapan, berhasil menangkap kurang lebih seratus ekor monyet ekor panjang, dalam kurin waktu empat hari yang dimulai dari hari Sabtu (18/1) sampai Selasa (21/1).

Monyet-monyet yang berhasil ditangkap kemudian dibawa petugas ke kantor BKSDA Purwakarta untuk dikarantina.

Suheri berharap masyarakat bisa memantau populasi monyet-monyet ini untuk bisa dikendalikan, agar tidak masuk ke rumah-rumah dan tidak merusak dilahan pertanian. (AC212)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *