Selasa, 19 Oktober 2021

Kawanan Monyet Ekor Panjang Kerap Serang Pemukiman Warga dan Pertanian di Desa Cibereum Kabupaten Kuningan

Populer

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Jalan Tol Akses Bandara Kertajati Rampung 100%, Siap Dioperasikan

Majalengka,- Pembangunan jalan tol akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sudah rampung. Akses ini terhubung langsung dengan jalan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

GH Kopi Cirebon Hadirkan Live Musik Jazz

Cirebon,- Setelah menghadirkan program Movie Night setiap Sabtu malam, kini GH Kopi Cirebon di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kedawung,...

BukuWarung dan Alfamart Bekali 11.000 UMKM dengan Keterampilan Pembukuan Digital

Jakarta,- BukuWarung memperluas jangkauan komitmennya untuk meningkatkan kapabilitas pelaku UMKM Indonesia. Kali ini, BukuWarung berkolaborasi dengan PT Sumber Alfaria...

Cirebon,- Kawanan monyet ekor panjang di kawasan hutan lindung di Desa Cibereum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan sudah semakin meresahkan warga.

Pasalnya, kawanan monyet ekor panjang ini kerap merusak rumah warga, mengambil makanan di rumah-rumah, hingga merusak perkebunan di sekitarnya.

Menurut salah satu waraga Desa Cibereum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Ahyari (60) saat ditemui About Cirebon menjelaskan bahwa kawanan monyet ekor panjang ini sudah berlangsung sejak lama.

Loading...

“Sebenarnya memang sudah lana, tetapi enam bulan terakhir ini sering masuk ke rumah-rumah warga mengambil makanan dan juga merusak rumah,” ujarnya, Rabu (22/1/2020).

Lanjut Ahyari, monyet-monyet ini juga sering merusak perkebunan milik warga, seperti mencabut tanaman ubi, padi dan lainnya.

BACA YUK:  Tiga Atlet Asal Kota Cirebon Raih Medali di PON XX Papua

Pihaknya berharap, kondisi seperti ini tidak terjadi lagi dan meminta kepada pemerintah desa untuk menangkap monyet-monyet tersebut untuk mengendalikan populasinya.

Sementara itu, Kepala Desa Cibereum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Suheri mengatakan pihaknya sering kali mendapat keluhan warga atas kejadian serangan kawanan monyet ekor panjang tersebut.

Suheri, Kepala Desa Cibereum, Kecamatan Cilimus, Kabupate Kuningan

“Atas keluhan warga tersebut, akhirnya kami mengupayakan solusi dengan berkirim surat ke Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) dan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Barat untuk mengatasi hal tersebut,” saat ditemui About Cirebon di kantornya, Rabu (22/1/2020).

Menurut Suheri, yang paling parah kawanan monyet ekor panjang ini kerap merusak diarea pertanian, masuk kedalam rumah dan mengambil makanan, apalagi kalau ke warung.

“Kadangkala, warung harus menggunakan ram kawat untuk mengantisipasi serangan moyet ini, dan pengepul ubi juga kadang kecolongan,” terangnya.

“Apalagi kalau di sawah, baru seminggu ditanam sudah dicabutin sama kawanan monyet ekor panjangan ini,” imbuhnya.

Untuk penanganannya sendiri, kata Suheri, setelah surat direspon oleh BTNGC dan BKSDA, akhirnya bekerjasama dengan warga Suku Baduy, kemarin sudah dilakukan penangkapan untuk pengendalian atau pengurangan populasi, walaupun sekrang masih banyak juga.

BACA YUK:  Peduli Masyarakat Sekitar, Obim Village & Cafe Resto Bagikan 500 Paket Sembako

“Populasi semakin banyak, karena monyet itu beranak dalam setahun dua kali. Kalau ada 100 ekor monyet dalam satu tahun berarti anaknya sudah 200 ekor dan induknya 100, berarti sudah ada 300 ekor,” bebernya.

Saat dilakukan penangkapan, berhasil menangkap kurang lebih seratus ekor monyet ekor panjang, dalam kurin waktu empat hari yang dimulai dari hari Sabtu (18/1) sampai Selasa (21/1).

Monyet-monyet yang berhasil ditangkap kemudian dibawa petugas ke kantor BKSDA Purwakarta untuk dikarantina.

Suheri berharap masyarakat bisa memantau populasi monyet-monyet ini untuk bisa dikendalikan, agar tidak masuk ke rumah-rumah dan tidak merusak dilahan pertanian. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Akselerasi Implementasi Kampus Merdeka, Tim Program Matching Fund UGJ Gelar Workshop

Cirebon,- Tim Program Matching Fund Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar kegiatan Workshop Teaching Factory Digital Marketing dan...

Horison Ultima Kertajati Siap Beroperasi Akhir Tahun 2021

Bekasi,- PT Metropolitan Land Tbk (Metland) melalui anak perusahaan PT Sumber Tata Lestari melanjutkan pembangunan Hotel Horison Ultima Kertajati yang berlokasi di jalan Kadipaten...

Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman di Wilayah Jawa Bagian Barat

Jakarta,- Seiring dengan keberhasilan Pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia, aktivitas masyarakat terus meningkat dan kembali normal. Hal ini juga berpengaruh langsung pada peningkatan...

Yayasan Wani Amal Cirebon Gelar Khitan Massal

Cirebon,- Sebanyak 30 anak mengikuti Khitan Massal 2021 yang digelar oleh Yayasan Wani Amal (YWA) Cirebon, Selasa (19/10/2021). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Yayasan...

More Articles Like This