Rabu, 27 Oktober 2021

Kasus Pengeroyokan Siswa Setingkat SMP di Kota Cirebon, Ini Penjelasannya

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Salah satu siswa kelas VII B MTs Assunah Kota Cirebon Kaisar Maisarah (13) menjadi korban pengeroyokan yang diduga oleh delapan siswa MA Assunah.

Menurut keterangan keluarga korban, Hera Damayanti mengatakan pengeroyokan tersebut terjadi pada hari Sabtu (7/12) di lingkungan sekolah Assunah, Jalan Kalitanjung, Kota Cirebon oleh siswa yang diduga MA Assunah pada pukul sekitar 08.00 sampai 10.00 WIB.

“Saat ini Kaisar masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon,” ujar Hera saat ditemui About Cirebon di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon, Senin (9/12/2019).

Loading...

Pihaknya menceritakan pemicu dari terjadinya pengroyokoan tersebut karena korban pernah menemukan cairan rokok elektrik pada bulan November 2019, yang kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada salah satu guru.

“Setelah ponakan kami memberikan info tersebut, guru yang bersangkutan langsung merazia. Setelah merazia, mungkin ada interograsi guru kepada kakak kelasnya dan oknum guru tersebut menginformasikan bahwa ponakan saya yang menemukan cairan rokok elektrik tersebut,” terang Hera.

“Kejadian penemuan cairan rokok elektrik tersebut pada bulan November 2019, dan kejadian pengereroyokan tersebut hari Sabtu (7/12) kemarin,” tambahnya.

BACA YUK:  Tawarkan One Stop Solution, Daikin Proshop Kini Hadir di Kota Cirebon

Lanjut Hera, pada hari Sabtu, Kaisar sedang ikut perbaikan nilai atau remedial, sedang menunggu guru. Saat itu dipanggil oleh pelaku dan dibawa ke salah satu ruangan, kemudian dilakukan pengeroyokan oleh para pelaku.

“Didalam ruangan ponakan kami (korban) disekap selama kurang lebih dua jam. Pengeroyokan tersebut ada yang menggunakan raket, ikat pinggang, dan dibenturkan ke tembok,” bebernya.

Pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada kepihak kepolisian Polres Cirebon Kota dan melapor kepada DSPPPA Kota Cirebon.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy melalui Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Deny Sunjaya saat ditemui About Cirebon di ruangannya membenarkan kejadian tersebut dan telah menerima laporan tentang adanya dugaan pengeroyokan terhadap salah satu siswa sekolah di daerah Kalitanjung, Kota Cirebon.

“Kami masih melakukan penyelidikan, karena dugaanya pengeroyokan. Jadi, kita masih melakukan pengembangan,” terangnya.

“Kalau untuk yang di periksa ada delapan orang,” tambahnya.

Lebih lanjut, menurut Deny, pihaknya masih melakukan penyelidikan, karena untuk proses penyelidikan selanjutnya kita akan melibatkan dari instansi lain dalam hal ini dari Dinas Sosial dan Bapas, karena pelaku masih di bawah umur.

“Untuk luka pada korban, kita masih menunggu hasil visum yah,” singkatnya.

Ketua Yayasan As-Sunah Kota Cirebon Said Riyana (kanan) didampingi Humas Yayasan Assunah, Diding Sobarudin (kiri).

Saat About Cirebon mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada pihak sekolah, Ketua Yayasan Assunah Kota Cirebon, Said Riyana membenarkan kejadian tersebut telah terjadi di lingkungan sekolah.

“Adapun apakah itu terjadi ditempat kita, ya memang terjadi adanya. Ini memang menjadi peringatan untuk kita semua,” ujarnya kepada About Cirebon.

Lanjut Said, pihaknya tetap peduli dan prihatin atas kejadian tersebut dan kami berharap kedepan kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Untuk hal-hal lain itu sifatnya kekurangan dan akan kami perbaiki, walaupun kami sudah maksimal berupaya dengan sistemnya, personnya, dan lain sebagainya,” terangnya.

Untuk sanksi, kata Said, itu akan ada dan aturanya ada di di kepala sekolah. Pertama akan ada pemanggilan orang tua, kemudian setelahnya nanti sanksinya seperti apa.

“Nanti sanksinya ada peringatan atau bisa juga dipindah sekolah, tapi kewenangan ada pada pihak sekolah,” kata Said.

Sementara, Humas Yayasan Assunah Kota Cirebon, Diding Sobarudin meceritakan memang pada hari Sabtu sedang ada remedial dan membenarkan adanya pengeroyokan.

“Kejadian ini memang saat guru-guru semua sedang konsentraai untuk remedial, sehingga kejadianya pun terjadi di asrama dan tidak di ketahui,” ungkapnya.

Diding mengaku kejadian tersebut bukan karena adanya kasus penemuan cairan rokok eletrik, namun kejadian tersebut dipicu karena kenalakan anak-anak saja.

“Kita mengetahui dari pemeriksaan saja, karena kasus ini sudah masuk ke ranah kepolisian dan Alhamdulillah kemarin kami menerima dari pihak kepolisian dengan baik. Semua ada 8 anak yang sudah diperiksa, jadi kita lebih akan melihat hasil sambil kita berusaha untuk menengahi secara kekeluargaan,”  pungkasnya. (AC212)

BACA YUK:  Tawarkan One Stop Solution, Daikin Proshop Kini Hadir di Kota Cirebon
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana...

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka-luka. Kapolresta Cirebon, Kombes...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM” yang digagas Paper.id bersama...

More Articles Like This