Karena Murah, Layanan GeNose di Stasiun Cirebon Diminati

Cirebon,- Pemeriksaan GeNose C19 bagi calon penumpang kereta api jarak jauh di Stasiun Cirebon diminati. Sejak diluncurkan pada Senin (15/2) kemarin, sudah mencapai lebih dari 300 orang.

Manager Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon, Suprapto mengatakan calon penumpang yang sudah menggunakan layanan GeNose C19 di Stasiun Cirebon lebih dari 300 orang.

“Total sampai hari ini pukul 12.00 WIB mencapai 353 orang yang sudah menggunakan layanan GeNose C19. Hari pertama 247 orang dan hari ini sampai pukul 12.00 WIB ada 106 orang,” ujar Suprapto kepada About Cirebon, Senin (16/02/2021).

BACA YUK:  Hari Jadi Cirebon, Pemda Kota Cirebon Gelar Panggung Kreativitas Pelajar

Jika dibandingkan dengan pemeriksaan Rapid Test Antigen, lanjut Suprapto, jumlahnya sangat jauh. Hari Senin (15/02) saja, hanya 26 orang yang menggunakan layanan rapid test antigen.

“Kalau hari ini sampai pukul 12.00 WIB hanya 19 orang yang menggunakan layanan rapid test antigen. Layanan GeNose peminatnya tinggi,” ungkapnya.

Banyaknya permintaan layanan pemeriksaan GeNose, menurut Suprapto, karena lebih fleksibel, tidak sakit, dan lebih murah. Bahkan, tingkat akurasinya mencapai 93-95 persen.

“Layanan ini kan lebih fleksibel, tidak sakit, murah, dan tingkat akurasinya capai 93 sampai 95 persen,” katanya.

BACA YUK:  KAI Daop 3 Cirebon Operasikan 4 Perjalanan KA Argo Cheribon Saat Libur Isa Almasih

Untuk layanan pemeriksaan GeNose di wilayah Daop 3 Cirebon, kata Suprapto baru tersedia di Stasiun Cirebon. Untuk stasiun lainnya akan tersedia secara bertahap.

“Layanan ini baru di Stasiun Cirebon saja. Sedangkan untuk stasiun di wilayah Daop 3 lainnya akan bertahap,” bebernya.

Selain pemeriksaan GeNose, calon penumpang kereta api jarak jauh, bisa menunjukan hasil negatif rapid test antigen dan PCR. Karena, hasil negatif ini salah satu syarat untuk melakukan perjalanan dengan transportasi kereta api.

“Di Stasiun Cirebon tarif tes GeNose hanya Rp. 20 ribu. Sedangkan pemeriksaan rapid test antigen Rp. 105 ribu,” pungkasnya.

BACA YUK:  Lestarikan Budaya Cirebon, Warung Mimi Sepuh Rutin Gelar Pentas Apresiasi Seni dan Budaya

GeNose C19 adalah alat yang meniru cara kerja hidung manusia dengan memanfaatkan sistem penginderaan (larik sensor gas) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam membedakan pola senyawa dan dideteksi.

Layanan pemeriksaan GeNose C19 merupakan hasil sinergi BUMN antara KAI dan Rajawali Nusantara Indonesia melalui anak usahanya Rajawali Nusindo, serta Universitas Gadjah Mada. (AC212)

(Dilihat: 11 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.