Jumat, 20 September 2019

Kapan Anak Boleh Punya Gadget Sendiri? Ini Penjelasannya

Populer

Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Festival Budaya Cirebon

Cirebon,- Festival Budaya Cirebon (Nadran Gunung Jati) yang berlangsung di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon berlangsung meriah, Sabtu (14/9/2010). Ribuan...

Gadis Asal Cirebon yang Masuk The Voice of Germany 2019 Sudah Memiliki Bakat Sejak Balita

Cirebon,- Claudia Emmanuela Santoso yang mengikuti ajang pencarian bakat di Jerman yakni The Voice of Germany 2019 merupakan gadis...

Ini Tanggapan Pihak Sekolah dan Adik Kelas Claudia yang Masuk The Voice of Germany 2019

Cirebon,- Gadis asal Cirebon Claudia Emmanuela Santoso yang mengikuti ajang pencarian bakat di Jerman The Voice of Germany 2019...

Seorang Difabel Ini Menyelesaikan Finswimming 3.000 Meter pada event Navy Open Tournament Lanal Cirebon

Cirebon,- Navy Open Tournament 2019 yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) TNI AL ke-74 dan Hari Jadi...

Navy Open Tournament 2019 Bisa Meningkatkan Pariwisata Laut Cirebon

Cirebon,- Puluhan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Barat, hingga Surabaya dan Jakarta ikut serta dalam Navy Open Tournament...

Cirebon,- Sisternet dan Yayasan Belantara Budaya Indonesia, menggelar acara Kelas Literasi Digital yang berlangsung di Atrium Utama Grage Mall, Jalan Tentara Pelajar, Kota Cirebon, Sabtu (27/4/2019).

1. Tugas Perkembangan Anak Sesuai Umur

Acara Kelas Literasi Digital yang dibuka oleh Sultan Sepuh XIV PRA. Arief Natadingrat tersebut mengusung tema “Kapan Anak Boleh Punya Gedget Sendiri” dengan narasumber Shanti Maya, Founder & Trainer Socio Learning dan Diah Kusumawardani Wijayanti, Founder Yayasan Belantara Budaya Indonesia.

Dalam pemaparannya, Shanti Maya menjelaskan usia tugas perkembangan anak itu mulai dari 0-6 tahun masih dalam tahap keterampikan fisik, keterampilan bahasa, dan baru memulai mana yang baik dan buruk.

“Lalu tugas perkembangan yang kedua adalah 6-12 tahun, di usia ini anak baru mulai bersosialisasi, mulai memerankan dirinya sesuai jenia kelaminnya, berempati, dan mulai dalam pemahaman mengenai baik dan buruknya,” ujarnya Shanti usai acara.

Lanjut Shanti, ada juga tugas perkembangan dari umur 12-21 tahun, pada usia ini sudah masuk area remaja menuju dewasa dan anak-anak sudah pasti pemikirannya menuju mandiri.

“Usia tersebut sudah tau mana yang baik dan buruk, kemudian dia sudah berpikir tentang karir, selebihnya 21 tahun keatas sudah dewasa,” terangnya.

2. Efisiensi Waktu

Setelah kita mengetahui tugas-tugas perkembangan anak, lanjut Shanti, barulah kapan anak boleh pegang gadget dan punya gadget sendiri.

Menurut Shanti, efektif anak pegang gadget secara mandiri, kalau sesuai dengan tugas perkembangan anak sesuai umur adalah di usia 12 tahun keatas.

“Karena usia tersebut sudah mandiri dan berpikirnya sudah bisa mandiri, menentukan baik dan buruknya juga sudah mandiri,” jelasnya.

“Efektifnya di usia segitu ya, memegang gadget secara mandiri full itu diusia 12 tahun keatas,” imbuh Shanti.

Sementara itu, untuk usia di bawah 12 tahun dan di bawah 6 tahun dilarang atau tidak, menurut Shanti, itu tidak juga.

“Ada durasi waktu yang bisa ditentukan, durasi waktunya cukup di area satu jam sampai dengan dua jam. Itupun dalam pendampingan orang tuanya,” ungkapnya.

Agar durasi waktu bisa berjalan efektif, menurut Shanti, harus membuat kesepakatan dengan anak dan orang tua sendiri harus memiliki pola bahasa kominikasi yang tepat dengan anak.

“Misalnya begini, kami mau main gadget jam 1 sampai jam 3, atau jam 3 sampai jam 5. Akhirnya anak akan milih, dan ada kesepakatan. Dari situ anak akan lebih tanggung jawab karena dia memutuskan waktunya sendiri,” jelasnya.

Jadi, kata Shanti, cara berkomunikasi dengan anak harus seperti itu, agar anak tidak marah. Padahal, orang tua sudah mengendalikan waktu dan seolah-olah anak yang memberikan jawaban.

Kemudian, Shanti mencontohkan dengan komunikasi yang salah seperti mau main gadget jam berapa? Pasti anak akan bermain gadget selama-lama mungkin.

“Akhirnya orang tua jadi emosi, anak juga jadi emosi. Oleh karenanya, harus ada pola yang tepat juga untuk bertanya,” tambahnya.

3. Dampak Buruk

Shanti menjelaskan, dampak buruk dari kebanyakan bermain gadget secara kognitif berpikir cepatnya akan turun menjadi lambat dan secara fisik keterampilannya, motoriknya terutama akan tidak efektif.

“Karena dia hanya bermain tangan saja kan, terutam motorik kasarnya. Kalau secara emosi sudah pasti, dia akan bertindak sesuai dengan emosinya,” kata Shanti.

“Lalu, menjadi malas juga, karena sudah disediakan kontennya di video, kalau jaman dulu kan dongeng, anak bisa membayangjan dan menvisualisasikan. Tapi kalau sekarang tingal lihat saja,” tambah Shanti.

Sehingga, kata Shanti, orang tua harus bisa berdiskusi dengan anak dan harus tau anak itu harus main sesuai usianya, bisa mengatur waktu, dan bisa mendamping saat mereka lagi bermain gadget. (AC212)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Telkomsel Luncurkan Aplikasi DIGI X Absensi Digital Berbasis Mobile

Tasikmalaya,- Telkomsel terus berkomitmen dalam mengembangkan ekosistem digital di bidang pendidikan. Sebagai upaya mewujudkan komitmen tersebut, Telkomsel menghadirkan aplikasi...

64 Peserta dari Berbagai Daerah Ikuti CSB Billiard Tournament Seri #3

Cirebon,- CSB Mall dengan konsep sportaimentnya kembali menghadirkan CSB Billiard Tournament seri #3 yang diselenggarakan sejak 16 sampai 22 September 2019 di Atrium CSB...

Sembilan Bayi Lahir Tepat di Tanggal 19-9-19 di RSIA Cahaya Bunda

Cirebon,- Sembilan bayi dari sembilan pasangan suami istri melahirkan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Cahaya Bunda, Kota Cirebon bertepatan di tanggal cantik, Kamis...

A.I.O Store, Pusat AC Pertama Dengan Belasan Brand Hadir di Kota Cirebon

Cirebon,- Pusat Air Conditioning (AC) A.I.O All In One Store melakukan Grand Opening sebagai penanda dibukanya toko AC di Kota Cirebon, Kamis (19/9/2019). Toko pusat...

Meriahkan Hari Jadi Cirebon ke-650, Jurnalis Cirebon Beradu Membuat dan Membaca Puisi

Cirebon,- Dalam ranga rangkaian Hari Jadi Cirebon ke-650, Pemerintah Daerah Kota Cirebon menggelar lomba jurnalis berpuisi yang diikuti oleh teman-teman media di Cirebon baik...

More Articles Like This